bunga acuan turun
4.5/5

Yey! Bunga Acuan Turun Lagi Nih di Tahun 2019

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Bunga Acuan Turun – BI (Bank Indonesia) menurunkan bunga acuannya 50 bps menjadi 5,5%. Semoga bisa menjadikan bunga cicilan lebih ringan serta membantu perekonomian.

Biasanya jika suku bunga lebih efisien, bunga cicilan pun akan mengikuti. Nah, kira-kira suku bunga cicilan apa nih yang ada kemungkinan turun?

Ryan Kiryanto selaku Kepala PT Ekonom Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menuturkan bahwa menurunnya suku bunga acuan perlu diikuti pula oleh bunga kredit yang ada di bank.

Dia menyebutkan bahwa pihak bank sudah menurunkan bunga acuan. Dengan penurunan ini, ada kemungkinan para nasabah deposan akan bertahan.

Hal tersebut dikarenakan jika dibandingkan negara-negara tetangga, tingkat Bunga acuan di Indonesia lebih tinggi.

Dia kembali menambahkan bahwa diharapkan bila arah suku bunga cicilan bergerak turun, maka akan mendorong permintaan cicilan baru dan tambahan cicilan.

Menurutnya, hal tersebut bisa membantu repatmeny capacity debitur, sehingga mampu memperbaiki rasio cicilan/kredit yang bermasalah atau NPL (non performing loan).

Sekenario yang demikian ini kemungkinan bisa terjadi dalam kurun waktu singat dan juga kurun waktu menengah ke depannya.

Oleh sebab itu, bunga KPR (Kredit Pemilikan Rumah) serta KKB (Kredit Kendaraan Bermotor) pun berpotensi mengalami penurunan.

bunga acuan turun

Suku Bunga Acuan Tak Berdampak pada Suku Bunga Kerdit

Piter Abdullah selaku Direktur Riset Core Indonesia menuturkan bahwa penurunan bunga ini tak serta merta langsung diikuti oleh suka bunga kredit.

“Secara teori proses turunnya suku bunga acuan akan direspon bank dengan turunnya suku bunga jangka pendek di pasar uang antar bank, kemudian suku bunga deposito, baru kemudian ke bunga kredit,” turut Piter,

Dia menuturkan, data empiris memperlihatkan turunnya suku bunga acuan tak banyak diikuti oleh turunnya suku bunga kredit. Turunnya suku bunga kredit ini memiliki sifat kaku ke bawah.

Piter kembali menuturkan bahwa supaya turunnya bunga acuan memicu pertumbuhan kredit, maka kebijakan BI ini seharunya diikuti oleh operasi moneter secara konsisten.

Bukan hanya itu, hal tersebut juga harus diikuti secara lebih ekspensif serta likuiditas pun benar-benar bisa dilonggarkan.

Baca juga: Bunga Acuan Turun Tapi Bunga KPR Naik? Ini Solusinya

Pada Juni 2019, Suku Bunga Kredit Turun

Pada bulan Juni 2019 lalu, tercatat BI menurunkan suku bunga kredit 3 bps dari 10,73% dibanding tahun sebelumnya.

Bukan hanya itu, rata-rata terhitung suku bunga simpanan juga turun dengan tenor 1 bulan yang sebelumnya 6,82% menjadi 6,76%. Lalu, tenor 6 bulan dari 7, 31% menjadi 7,26%.

Untuk suku bunga simpanan dengan tenor 3 bulan terhitung cenderung stabil yaitu 6,79%. Sedangkan suku bunga simpanan dengan tenor 12 bulan naik menjadi 7,05% dan tenor 24 bulan naik jadi 7,34%.

Riyan Kiryanto kembali menuturkan bahwa langkah BI dipercaya akan memberi dampak positif terhadap sector riil serta perbankan.

Dengan begitu, hal ini pun dipercaya mampu menjadi dorongan untuk mempercepat pertumbungan ekonomi hingga di atas 5% pada tahun ini.

Dia kembali menututkan bahwa sekarang ini hanya tinggal menunggu saja kebijakan fiscal dari pemerintah yang akomodatif lewat serapan biaya yang lebih agresif.

Perry Warjiyo selaku Gubenur BI menyebutkan bahwa ada tiga alasan yang membuat BI menurunkan suku bunga acuan, salah satuna yaitu rendahnya perkiraan inflasi hingga tahun 2020