suku bunga bi turun
4.5/5

Yess! Suku Bunga BI Turun Lagi, Kini Jadi 5%

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Suku Bunga BI Turun – Pada 23 hingga 24 Oktober 2019 rapat Dewan BI (Bank Indonesia) memutuskan untuk kembali menurunkan  suku bunga acuan.

Ya, suku bunga Bank BI7DRR (B1 7-Day Reverse Repo Rate) kembali turun untuk yang keempat kalinya 25 basis poin (bps) sehingga menjadi 5%

Adapun penururn suku bunga untuk Landing Facility yaitu sebesar 25 basis poin (bps) sehingga nilanya menjadi 5,75%.

Dan suku bunga untuk Deposit Facility yaitu sebesar Rp 25 basis poin (bps) sehingga nilanya menjadi 4,25%.

Dengan begitu, terhitung ini sudah kali ke empat pada tahun ini Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunganya.

Pelonggoran moneter suku bunga acuan ini dinilai mampu menstimulus perkembangan atau pertumbuhan ekonomi.

Hanya saja, turunnya suku bunga acuan BI ini diikuti oleh penuruanan bunga kredit, termasuk suku bunga KPR (Kredit Pemilikan Rumah).

Sebab, suku bunga acuan Bank Indonesia ini merupakan acuan bunga mengembang (floating) Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di perbankan.

Namun, pada kenyataannya, suku bunga KPR masih juga belum turun. Padahal suku bunga BI sudah mengalami penurunan empat kali.

Lantas mengapa saat suku bunga BI turun, hal tersebut tidak serta merta membuat suku bunga KPR langsung turun?

Baca juga: Suku Bunga Bank Indonesia Terbaru 2019, Noted!

suku bunga bi turun

Mengapa Suku Bunga KPR belum Turun Saat Suku Bunga Acauan Turun?

Banyak nasabah KPR yang mengeluhkan mengapa suku bunga KPR tak langsung turun saat bunga acuan BI turun.

Paul Sutaryono selaku pengamat perbankan memaparkan bahwa transmisi penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia perlu proses,

Ya, penurunan suku bunga BI terhadap bunga bank memang memerlukan waktu yang tidak sebentar, setidaknya membutuhkan waktu 8 bulan.

Menurutnya hal tersebut dikarena bank harus kembali menghitung biaya dana suku bunga acuan BI tinggi 6 selama 8 bulan.

Karena hal tersebut suku bunga KPR tidak bisa langsung turun saat suku bunga acuan Bank Indonesa mengalami penurunan.

Walaupun begitu, Paul memaparkan bahwa stimulus penuruan untuk suku bunga BI nantinya tetap akan memberi dampak positif.

Terlebih lagi liquiditas perbankan juga sekarang ini mendukung. Sehingga dampak positif dari suku bunga BI turun bisa dirasakan para nasabah.

Paul menambahkan bahwa liquidiras bank memang sudah cukup memadai, diantaranya seperti adanya penuruann Giro Wajib Minimum (GWM) menjadi 6%.

Penuruanan Giro Wajib Minimum tersebut menjadi 6% memang efektif pada bulan Juli 2019 lalu. Itu artinya, tidak lagi perlu stimulus.

Begitu pula dengan dampak dari penurunan suku bunga acuan BI hingga adanya pelonggaran LTV.

Menurutnya, pelan namun pasti akan turut mengerek KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dan KKB (Kredit Kendaraan Bermotor).

“Tentu bisa mengerek KKB dan KPR, namun minimal baru terasa akhir tahun karena relaksasi tersebut baru berjalan 2 Desember 2019,” Tuturnya.

Baca juga: Yey! Bunga Acuan Turun Lagi Nih di Tahun 2019

BI Meminta Bank Segera Turunkan Suku Bunga Kredit

Perry Warjiyo selaku Gubernur BI menuturkan bahwa dia tidak menyangkal penurunan suku bunga kredit perbankan membutuhkan waktu.

Waktu yang dibutuhkan penurunan bunga kredit bank tersebut biasanya memang membutuhkan waktu yang relative lebih lama.

Namun, dia berharap pihak perbankan bisa segera merespon terkait penurunan suku bunga Bank Indonesia agar kredit dapat tumbuh baik.

Bank Indonesia menargetkan pertumbuhan kredit dari setiap perbankan diperkirakan berada dikisaran angka 10-12% (yoy).

Angka 10-12% (yoy) tersebut berjalan pada tahun 2019 dan pada tahun 2020 diperkirakan berada diangka 11-13% (yoy).

“Biasanya kredit memang lebih lama dibandingkan dengan suku bunga deposit kecenderungannya.” Tutur Gubernur BI.

“kami harapkan penurunan ini akan berlanjur, deposit dan khususnya kredit supaya pembiayaan kredit dapat meningkat,” Tututnya lagi.

Dia kembali memaparkan bahwa pihaknya sudah menerbitkan beberapa kebijakan suapaya target kredit dapat segera tercapai.

Misalnya, RIM (Rasio Intermediasi Makroprudensial), GWM, hingga kelonggaran DP (uang muka) kredit Pemilikan Ruman maupun Kredit Kendaraan Bermotor.

“Segala kebijakan ini bertujuan untuk penopang pertumbuhan ekonomi yang tahun depat diproyeksikan akan lebih tinggi,” Tutur Perry lagi.

Baca juga: Bunga Acuan Turun tapi Bunga KPR Naik? Ini Solusinya

Suku Bunga Acuan Mengalami Penuruan Empat Kali

Sebelumnya sudah disebutkan bahwa Suku Bunga Acuan BI (Bank Indonesia) sudah turun mencapai empat kali terhitung dari 4 Juli 2019.

Penurunan mencapai 25 bps (basis poin) dari yang sebelumnya 5,50% menjadi 5,25% pada bulan September 2019 lalu.

Pada bulan Agustus 2019 lalu, BI juga tercatat menurunkan suku bunga acuan BI sebesar 25 bps sehingga menjadi 5,50%.

Pada bulan Juli 2019 lalu, tercatat BI juga menurunkan suku bunga acuan  25 bps dari 6% menjadi 5,75%. Angka yang lebih kecil dibanding tahun sebelumnya.

Dan, pada akhir tahun 2019 nanti, tepatnya tanggal 2 Desember 2019, suku bunga acuan secara resmi kembali turun 25 basis poin (bps) menjadi 5%.

Baca juga: Bunga Acuan Turun tapi Bunga KPR Naik? Ini Solusinya

Nah, berikut ini data BI 7DayRR  (B1 7-Day Reverse Repo Rate) selama tahun 2019 yang perlu kamu tahu. Simak baik-baik ya!

Data BI 7-Day RR 2019

24 Oktober 2019: 5%

19 September 2019: 5,25 %

22 Agustus 2019: 5,50 %

18 Juli 2019: 5,75 %

20 Juni 2019: 6,00 %

16 Mei 2019: 6,00 %

25 April 2019: 6,00 %

21 Maret 2019: 6,00 %

21 Februari 2019: 6,00 %

17 Januari 2019: 6,00 %

Dari data diatas, tercatat dari bulan Januari 2019 hingga bulan Juni 2019, suku bunga acuan bertahan diangka 6%.

Baru pada bulan Juli 2019, suku bunga acuan mengalami penuruann 25 bps hingga berlanjut ke bulan Agustus, September dan Oktober.

Meski ini seharusnya menjadi kabar gembira, nyatanya penurunan bunga acuan ini tak serta merta diikuti dengan turunnya bunga KPR.

Untuk mengatasi hal tersebut tentunya ada solusi atau tips agar bunga KPR flat sampai lunas, tips ini berguna saat bunga acuan turun tapi bunga KPR naik.

Andy Nugroho selaku perencanaan keuangan dari MRE (Mitra Rencana Edukasi) memberikan tips jika ingin bunga KPR tetap flat.

Caranya yaitu bisa dengan pindah ke KPR yang memang memiliki sistem flat, misalnya saja bank syariah dengan akad murabahah. Selengkapnya baca pada halaman ini.

Baca juga: Bunga KPR Flat Sampai Lunas, Ini Tipsnya!

Solusi lainnya yaitu dengan memindahkan cicilan KPR kepada bank lain yang dikenal dengan take over KPR. Untuk memudahkan proses ini, kamu bisa menggunakan jasa KPR. Online.

Nah, demikian informasi mengenai suku bunga acuan BI turun. Semoga informasi ini bermanfaat bagi para pembaca.

Yuk bantu share informasi ini ke orang-orang sekitar kamu. Agar informasi mengenai bunga acuan BI tunur ini tidak hanya berhenti di kamu.

Jika ada yang ingin ditanyakan atau dikonsultasikan, bisa langsung ditanyakan atau konsultasikan ke tim KPR.online.