uang muka kpr rendah
4.5/5

Uang Muka KPR Rendah Tak Bisa Diterapkan Tiap Bank

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Uang Muka KPR Rendah – BI (Bank Indonesia) sudah menurunkan batasan DP (Uang Muka) KPR untuk mendorong distribusi pembiayaan perbankan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Kebijakan yang sudah diumumkan September lalu ini akan mulai berlaku tanggal 2 Desember 2019 mendatang.

Relaksasi kebijakan tersebut dilakukan dengan cara melonggarkan batasan bank yang menyalurkan pembiayaan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) atau LTV (Loan to Value)

Dengan adanya pelonggaran LTV, ruang bank yang menyalurkan pembiayaan KPR pun lebih longgar sehingga DP yang dibayarkan oleh para calon debitur juga jadi lebih ringan. Hanya saja, tak semua bank dapat memberikan uang muka KPR yang rendah.

Pasalnya, hanya bank yang mempunyai risiko kredit bermasalah (NPL/non-performing loan) rendah yang dapat memberikan uang muka KPR rendah.

Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kesehatan perbankan dalam menyalurkan kredit untuk orang-orang yang sedang membutuhkan dana segar.

Misalnya, untuk penyaluran KPR tipe rumah 21 – 70 m2 pada rumah kedua, batasan uang mukanya dari yang sebelumnya 10% – 15% menjadi 5%-10%.

Sedangkan mengenai tipe rumah yang serupa, namun NPL bank melebihi ambang batas yang sudah ditetapkan regulator, kebijakan DP KPR-nya 20% – 25%.

Namun, angka tersebut lebih kecil jika dibandingkan angka sebelumnya yaitu 20% – 30%. Kebijakan tersebut pun berlaku untuk beberapa tipe rumah lainnya maupun apartemen.

Akan tetapi, BI (Bank Indonesia) tetap meniadakan batasan DP terhadap KPR (Kredit Pemilikan Rumah) serta KPA (Kredit Pemilikan Apartemen) pada tangan pertama.

Baca juga: Uang Muka KPR Turun 5% Hingga 10%

Baca juga: Bunga KPR Tinggi Berdampak Penjualan Rumah Turun

uang muka kpr rendah

Pelonggaran Uang Muka KPR Rendah Pernah Diterapkan Tahun 2018

Piter Abdullah selaku Direktur Riset Center of Economic Reform (CORE) membenarkan bahwa kebijakan DP itu memang dibeda-bedakan guna memitigasi risiko pada setiap bank yang mempunyai karakter yang juga berbeda-beda.

Dia juga menambahkan, bahwa tahu 2018 lalu sudah dilakukan pelonggaran LTV. Bahkan, sempat memberi kelonggaran dengan DP 0 pada pembelian rumah tipe 70 ke bawah.

Menurut dia, sektor properti menjadi segmen konsumer yang dapat menjadi penggerak perkembangan ekonomi dikarenakan memberi efek berganda.

Dengan meningkatnya sektor properti ini tentunya juga akan mendorong permintaan dibagian sektor turunan, misalnya: mabel, material dan lainnya.

Akan tetapi, Piter sendiri masih belum bisa memastikan apakah dengan adanya pelinggaran tersebut mampu meningkatkan permintaan KPR.

Sedangkan penyaluran KPR tercatat mengalami pertumbuhan 2 digit walaupun melambat. Tercatat, KPR per Juni 2019 tumbuh 12,28% secara yoy (year –on-year).

Angka tersebut melambat jika dibandingkan dengan pada bulan Juni 208 lalu yang mengalami pertumbuhan 13,24% yoy. Tercatat, per Juni 2019 total KPR mencapai angka Rp465,9 triliun.

Nah, itulah informasi mengenai uang muka rendah yang perlu kamu tahu dan pahami. bahwa tidak semua bank bisa memberikan uang muka KPR yang rendah.

Jika ada yang ingin ditanyakan mengenai informasi tentang KPR bisa langsung tanyakan ke tim KPR.online. Tenang saja, kami fast respon, ramah dan tidak sombong.