Tenor KPR Subsidi Dipangkas Jadi di Bawah 20 Tahun

tenor kpr subsidi dipangkas jadi di bawah 20 tahun

Tenor KPR Subsidi- Saat ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menerapkan tenor 20 tahun untuk KPR subsidi. Namun, di akhir 2019 pemerintah  mengkaji ulang penerapan tenor 20 tahun yang dinilai terlalu panjang.

Rencana memangkas tenor KPR subsidi merupakan bagian dari perubahan kebijakan terkait KPR subsidi yang mulai diterapkan tahun 2020.

Selain masa tenor yang rencannya akan diperpendek, syarat pengajuan KPR subsidi juga akan dipermudah, serta skema pembiayaan subsidi selisih bunga akan dihapus pemerintah.

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Eko D Heripoerwanto menjelaskan bahwa pemerintah sedang meninjau kembali tenor KPR subsidi. Masa tenor 20 tahun direncanakan akan diperpendek agar subsidi tidak berlangsung selama masa tenor yang panjang.

“Kita semua sekarang lagi membahas, apa tidak sebaiknya, tanda petik, fasilitas pemerintah ini berada di rentang itu di bawah 20 tahun, tidak seperti sekarang ini semuanya serba 20 tahun subsidinya,” kata dia di Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Kamis (26/12/2019).

Alasannya adalah fakta di lapangan tentang pembiayaan perumahan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), subsidi selisih bunga (SSB), dan subsidi bantuan uang muka (SBUM) sejak 2015 sampai 2019.

Tercatat kalau rata-rata tenor yang diambil masyarakat adalah di bawah 20 tahun. Yaitu, 10 tahun ke bawah 114.060 unit, 10-15 tahun 426.524 unit, 15-20 tahun 368.132 unit, dan di atas 20 tahun 4 unit.

“Yang tenor ternyata yang ambil 20 tahun itu hanya 4 unit, yang lainnya berkumpul di 10-20 tahun,” tambah Eko.

Kelebihan dan Kekurangan Tenor Panjang KPR Subsidi

KPR diakatakan memiliki tenor panjang jika memiliki masa kredit 15-20 tahun. Sementara masa kredit di bawah 10 tahun dikategorikan sebagai tenor pendek.

Anda harus mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan dari mengambil tenor panjang sebelum mengajukan KPR bersubsidi:

Kelebihan Tenor Panjang

Uang Muka Rendah

Jika Anda tidak memiliki uang yang cukup untuk membayar DP, maka bank akan memberi keringanan uang muka dengan kompensasi tenor yang lebih panjang.

Ini dikarenakan bank tidak mau ambil risiko. Rendahnya uang DP dengan cicilan besar dan tenor yang pendek akan meningkatkan Non Performing Loan (NPL).

Cicilan Ringan

Tentunya tenor yang panjang akan langsung berdampak pada jumlah cicilan tiap bulan. Cicilan lebih ringan, walaupun tidak membebani, tapi tanpa disiplin tinggi tetap saja risiko kredit macet tetap ada.

Lebih Mudah Mengatur Keuangan

Idealnya tenor KPR yang panjang diambil oleh pemohon dengan penghasilan tetap setiap bulan seperti buruh, pegawai kantoran, atau ASN.

Dengan tenor yang lebih panjang, Anda bisa lebih leluasa mengatur keuangan dengan mengalokasikan gaji di luar cicilan untuk kebutuhan lain, seperti pendidikan dan investasi.

Kekurangan Tenor Panjang

Beban Psikologis

Sifat alami manusia selalu ingin terbebas dari utang. Tapi jika KPR tenor panjang menjadi pilihan Anda, maka bersiaplah untuk mendapat beban mental tambahan.

Mengapa? Alasannya adalah Anda harus menanggung beban cicilan beserta segala konsekuensi yang mengikutinya, yaitu manajemen keuangan yang ketat.

Anda harus mempersiapkan mental Anda untuk ini agar tidak stres sendiri. Selain diri  sendiri, pasangan pun harus memiliki kesiapan mental yang sama.

Risiko Perubahan Ekonomi Negara

Perubahan kondisi negara baik politik maupun ekonomi menjadi faktor risiko yang sulit diprediksi.

Baca Juga  Tips Pengajuan Rumah Subsidi

Ancaman tenor KPR yang panjang diantaranya adalah terjadinya PHK besar-besaran akibat kondisi politik dan ekonomi negara.

 

 

Promo KPR

Bunga Mulai Dari

1 %

Ajukan sekarang sebelum naik