fbpx

Take Over KPR

Take over KPR adalah memindahkan pinjaman KPR dari satu bank ke Bank lain sesuai dengan peraturan dan ketentuan hukum yang berlaku.

Keuntungan Take Over KPR

  • Menurunkan cicilan
  • Pindah Bank Konvensional ke Bank Syariah
  • Mendapatkan plafon kredit lebih tinggi
  • Memperpanjang jangka waktu kredit
  • Dana tambahan
  • Kurang puas dengan pelayanan bank awal

Daftar Isi

Ajukan Take Over KPR Online

Mengajukan Take Over kini lebih mudah dan cepat. Cukup isi formulir berikut dan pengajuan Take Over kamu akan di proses secara online.


Pengertian Take Over

Take over KPR adalah istilah yang digunakan dalam dunia kredit perbankan. Dalam bahasa Inggris artinya pengalihan. Jadi, bisa diartikan sebuah pengalihan pinjaman dari satu pihak ke pihak lain sesuai dengan peraturan dan ketentuan hukum yang berlaku.

Mengapa seseorang melakukan pengalihan KPR dari bank yang pernah menerimanya? Ada banyak hal yang menjadi alasan mengapa seseorang melakukan take over KPR, misalnya karena:

  • ingin menurunkan cicilan
  • mendapatkan angsuran yang lebih ringan,
  • memindahkan dari Bank Konvensional ke Bank Syariah
  • ingin mendapatkan plafon kredit yang lebih tinggi
  • ingin mendapatkan memperpanjang jangka waktu kredit,
  • membutuhkan dana tambahan untuk renovasi rumah
  • kurang puas dengan pelayanan bank awal 
  • dan masih banyak alasan lainnya.

Memilih bank pada saat mengajukan pertama kalinya KPR bukanlah hal yang mudah, terkadang banyak orang yang tergiur penawaran dan promo, namun tidak mempertimbangkan poin pentingnya dan kecewa di kemudian hari. Namun, jangan khawatir dengan adanya layanan take over antar bank, Anda bisa pindah ke bank lainnya yang lebih tepat.

Cara Take Over KPR

Take over KPR antar bank bisa prosesnya relatif lebih singkat dibandingkan pengajuan KPR regular. Hal ini karena sudah ada riwayat pinjaman dan nilai appraisal rumah yang dinilai oleh pihak pertama. 

Namun perlu Anda ketahui, salah satu syarat Take Over KPR ke bank lain adalah lamanya cicilan sudah lebih dari 12 kali atau lebih dari satu tahun.

Lamanya angsuran yang sudah dibayar menjadi pertimbangan karena bank membutuhkan sertifikat yang dijadikan jaminan. Biasanya sertifikat rumah baru tersebut, dikeluarkan dalam jangka waktu 1 tahun. Jadi jika Anda baru melakukan 5 kali cicilan, biasanya akan ditolak oleh pihak bank.

Pada prinsipnya, pengalihan KPR merupakan tindakan yang boleh dilakukan atau sah, apabila sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan. Proses pengalihan ini melibatkan pihak bank pertama, yaitu selaku pemberi fasilitas KPR dan bank baru yang dijadikan pengalihan KPR. Saat ini hampir semua bank, baik bank konvensional maupun bank syariah yang menawarkan fasilitas pengalihan KPR.

Ada beberapa hal yang harus diketahui sebelum Anda memutuskan untuk pengalihan kredit ke bank lain, diantaranya adalah sebagai berikut!

Apabila Anda ingin memindahkan KPR dari bank A ke B, biasanya akan diminta untuk memenuhi berbagai persyaratan , sama halnya pada saat Anda mengajukan KPR pertama ke bank A dan beberapa dokumen tambahan.

Anda harus mengisi formulir aplikasi dan melampirkan dokumen yang menjadi persyaratannya. Selain itu, Anda harus membayar biaya kurang lebih jumlahnya sama seperti pada waktu pertama kali mengambil KPR. Ditambah biaya tambahan, seperti: biaya administrasi perpindahan dan lain-lain. Biasanya biaya yang harus dikeluarkan untuk pengalihan KPR adalah 2% dari sisa pokok yang Anda pinjam. Anda bisa mengeceknya dari klausal pelunasan yang dipercepat.

Pastikan Anda sudah menghitung berapa besarnya penghematan. Jangan lupa untuk mengetahui biaya apa saja dan nominal yang harus dikeluarkan. Mintalah keringanan kepada pihak bank baru, jika dirasa terlalu besar.

Selain biaya-biaya tersebut, kadang ada biaya tambahan pinalti dari pihak bank lama. Cek terlebih dulu apakah biaya pinalti tersebut tercantum dalam perjanjian. Biasanya tercantum di formulir aplikasi dan disebut dengan fine print.

Alasan Permohonan Pindah KPR

Saat Anda mengajukan pengalihan KPR, pihak bank akan menanyakan apa yang menjadi alasannya. Anda harus memiliki alasan yang tepat mengapa pindah KPR. Alasannya bisa saja karena suku bunga di bank lama terlalu tinggi. Jangan tidak membuat alasan atau dengan alasan klise, karena permohonan pindah KPR bisa ditolak.

Pilihlah Bank Terbaik

Sebelum Anda memutuskan pindah KPR ke bank baru, sebaiknya kumpulkan segala informasi sebanyak-banyaknya tentang bank mana saja yang tepat. Pastikan apakah bank tersebut baik dalam hal fasilitas dan pelayanannya, bunga cicilannya lebih kecil dan apakah memiliki reputasi baik di mata para nasabahnya.

Bandingkan antara bank yang satu dengan yang lain, caranya Anda bisa bertanya kepada saudara atau teman yang memiliki pengalaman dengan bank yang bersangkutan.

Hitung bunga cicilannya dan tenor yang tersisa dari kredit Anda. Pastian keputusan pindah alih KPR ini tidak membuat Anda rugi atau malah membuat Anda harus mengeluarkan uang dengan jumlah yang lebih banyak lagi. Selain itu, cari tahu bagaimana proses pengajuannya, apakah rumit atau mudah. Ini bisa dijadikan salah satu pertimbangan memilih bank baru pengalihan KPR.

Jangan mengambil keputusan terburu-buru, sebaiknya riset dan cari informasi selengkap-lengkapnya lalu pelajari dengan cermat.

KPR.Online bekerjasama dengan berbagai bank untuk memproses pengajuan Take Over KPR.

Kami akan pastikan, pengajuan take over Kamu akan di tangani oleh marketing dari bank terbaik yang siap mendampingi dan membantu dalam setiap proses

Syarat-Syarat Take Over KPR

Dari poin persyaratan tersebut maka bisa dikatakan proses pengalihan KPR bisa dilakukan jika Anda sudah memiliki sertifikat rumah. Sertifikat tersebut dijadikan jaminan kredit yang Anda ajukan. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, permohonan pengalihan KPR hanya bisa dilakukan jika sudah membayar angsuran selama minimal 1 tahun (12 kali cicilan). Artinya, jika sertifikat sudah dipegang oleh bank pertama, maka proses pengalihan KPR lebih mudah dan cepat.

Setelah semua persyaratan dipenuhi, pihak banka akan melakukan proses. Dalam hal ini, pihak bank akan melakukan penganalisaan kredit dan proses appraisal atau perhitungan ulang kembali terhadap nilai rumah yang akan dialihkan.Demikian ulasan seputar take over KPR. Biasanya pindahalih dilakukan untuk mendapatkan keuntungan, namun jangan sampai malah keputusan pindahalih kredit KPR dilakukan dengan proses dan pilihan yang salah, karena jika demikian malah membuka potensi mengalami kerugian dan penyesalan di masa yang akan datang.

Hitung dengan cermat dan pertimbangkan dengan matang apa keuntungannya dan kerugiannya. Pilihlah bank baru yang menjamin hak-hak Anda dikemudian hari atas rumah. Seakin kecil risiko dalam proses pengalihan KPR maka akan semakin baik.

Semoga artikel ini dapat menambah informasi dan bermanfaat dan bisa semakin mengenali proses KPR!

Dokumen apa saja yang diperlukan untuk pengajuan Take Over KPR

Secara umum dokumen yang harus disiapkan untuk mengajukan proses Take Over KPR adalah sama seperti saat ingin mengajukan KPR dengan ditambahkan beberapa dokumen lain.

Minta Semua Dokumen Dari Bank Lama

Anda harus meminta dan meyakinkan bank lama agar mau mengeluarkan semua berkas atau dokumen yang dibutuhkan untuk mengurus pengalihan KPR.
Contohnya: surat pelepasan hak dan kewajiban atas asset yang dimiliki dari bank yang lama. Lampirkan dokumen penting lainnya, seperti fotocopy sertifikat rumah, fotokopi surat akta jual beli (AJB), surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dan perjanjian kredit.

Secara umum persyaratan take over KPR yang harus disiapkan untuk melengkapi proses pengalihan adalah:

  • Salinan surat akad kredit.
  • Salinan sertifikat rumah harus disertai keterangan dan stempel dari bank bersangkutan.
  • Salinan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
  • Salinan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) PBB selama 5 tahun terakhir dan dilampirkan juga surat lunasnya.
  • Salinan bukti pembayaran angsuran yang terakhir. 
  • Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemohon dan pasangannya.
  • Fotocopy Kartu Keluarga (KK).
  • Fotocopy Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
  • Fotocopy Surat Nikah.
  • Salinan Surat Keputusan (SK) pegawai tetap, jika Anda seorang karyawan atau pegawai.
  • Salinan Surat Izin Praktik (SIP) bagi Anda yang bekerja sebagai pekerja profesional.