Panduan Lengkap Pengajuan Take Over:

Tahap pertama:
1. Pengertian Take Over
2. Syarat Pengajuan
3. Keuntungan Take Over

Tahap Dua:
Biaya Take Over

Tahap Tiga:
Dokumen yang dibutuhkan

Tahap empat:
Pengajuan Take Over
Proses Take Over

Take Over KPR ke Bank Syariah? Begini Caranya

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Take Over KPR Ke Bank Syariah • Take over KPR atau pindah bank KPR acapkali dilakukan seseorang saat merasa cicilan rumah plus bunga berjalan yang ada saat ini cukup besar. Beberapa memutuskan untuk take over antar sesama bank konvensional, namun ada juga yang beralih dari bank konvensional ke bank syariah.

Sedikitnya, ada lima alasan mengapa seseorang melakukan take over KPR ke Bank Syariah. Di samping karena ingin mengurangi jumlah cicilan, penyebab lain adalah;

  • Pindah dari bank umum ke syariah
  • Ingin plafon kredit yang lebih tinggi
  • Memperpanjang jangka waktu kredit
  • Butuh dana tambahan untuk renovasi rumah
  • Kurang puas dengan pelayanan bank awal

Saat akan berpindah bank KPR, pertama-tama ajukan permohonan untuk dikeluarkan semua berkas atau dokumen yang saat ini masih ada di bank awal.

Ajukan Take Over KPR Online Sekarang

Dokumen yang dibutuhkan seperti surat pelepasan hak dan kewajiban atas aset, fotokopi setifikat rumah (berstempel bank), fotokopi surat Akta Jual Beli (AJB), surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dan perjanjian kredit.

Setelah semua dokumen di atas lengkap, kamu juga harus menyiapkan sejumlah dokumen penting lainnya yaitu:

  • Salinan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) PBB selama 5 tahun terakhir dan dilampirkan juga surat lunasnya.
  • Bukti pembayaran angsuran yang terakhir
  • Fotokopi denah bangunan rumah
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemohon dan pasangan
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Dokumen asli slip gaji/surat keterangan penghasilan 1 bulan terakhir
  • Surat nikah/surat cerai
  • Salinan Surat Keputusan (SK) pegawai tetap, jika kamu seorang karyawan atau pegawai.
  • Salinan Surat Izin Praktik (SIP) bagi kamu yang bekerja sebagai pekerja profesional.
  • Sebelum memutuskan untuk melakukan take over KPR ke Bank Syariah, perlu diketahui bahwa ada biaya yang dikenakan bank dan harus kamu persiapkan di muka.

Pertama, biaya penalti

Biaya penalti akan dibebankan kepada debitur yang ingin melunasi cicilan lebih awal. Dalam hal ini, pindah bank KPR berarti Teman KPR.Online juga harus menutup kredit dengan bank sebelumnya.

Persentase penalti yang diterapkan masing-masing bank berbeda, namun rata-rata di angka 2%. Sehingga, akumulasi angsuran yang harus dilunasi harus ditambah dengan biaya penalti.

Contoh; angsuran per bulan Rp2.000.000, tenornya masih tersisa 5 tahun lagi. Maka, Rp2 juta dikali 60 bulan = Rp120 juta ditambah Rp2,4 juta (biaya penalti) hasilnya Rp122.400.000. Itulah nominal yang harus dibayar ke bank sebelumnya.

Dua, biaya tambahan

Selain penalti, pindah bank KPR juga mengharuskan kamu membayar biaya lain seperti biaya provisi, biaya appraisal, biaya pengikatan kredit oleh Notaris/PPAT serta biaya asuransi.

Take Over KPR ke Bank Syariah

Sebagian orang memilih untuk take over KPR ke bank syariah lantaran sistem murabahah atau jual beli yang dianut. Intinya, ketika kamu melakukan take over atau pindah tangan KPR ke bank syariah, maka nominal angsuran bulanan menjadi tetap.

Perhitungan ilustrasinya bisa dilihat di bawah ini dengan mengambil contoh marjin 9%.

Kredit: Rp500.000.000 (margin 9%, selama 15 tahun)
Margin bank: 9% x 15 x Rp500.000.000 = Rp175.000.000
Total KPR: Rp500.000.000 + Rp175.000.000   =  Rp675.000.000
Cicilan per bulan: Rp3.750.000

Kesimpulannya, melalui jalan berpindah tangan ke bank syariah memungkinkan kamu memperoleh angsuran yang lebih ringan.

Kamu juga bisa menghitung ulang komposisinya untuk meringankan angsuran sehingga mempercepat pelunasan KPR Anda. Silakan lakukan perhitungan menggunakan Kalkulator KPR!

Leave A Comment