fbpx

Syarat KPR Rumah

syarat kpr

Syarat KPR Rumah • Lengkapi persyaratan dan dokumen berikut ini agar pengajuan KPR kamu bisa di proses oleh Bank

Salah satu cara untuk mendapatkan rumah impian dalam waktu cepat adalah lewat KPR rumah. KPR atau Kredit Kepemilikan Rumah merupakan fasilitas kredit yang diberikan pihak perbankan kepada nasabah yang ingin membeli rumah secara kredit (mengangsur). Untuk itu, diperlukan beberapa syarat dan dokumen yang harus dipenuhi oleh nasabah, sebelum dapat melakukan pembelian rumah tersebut.

Pengajuan KPR dari nasabah kepada pihak perbankan, memerlukan proses pengumpulan data-data penting, terkait dengan nasabah itu sendiri. Hal ini penting, karena nasabah akan melakukan pinjaman uang dari bank, untuk membiayai rumah atau apartemen atau ruko yang hendak dibeli nasabah secara kredit.

Ada beberapa syarat KPR rumah yang harus disiapkan nasabah, agar dapat segera melakukan pembelian rumah yang diinginkanya. Beberapa syarat tersebut mewajibkan nasabah untuk mengumpulkan dokumen-dokumen penting terkait dengan pengajuan KPR rumah ke bank yang sudah ditentukan.

Secara umum, ada beberapa syarat pengajuan KPR rumah yang biasanya diwajibkan sebagian besar pihak perbankan kepada nasabah yang memilih jalur KPR untuk pembiayaan properti yang diinginkan. Berikut ini syarat umum pengajuan KPR rumah :

Syarat Pengajuan KPR

Usia Minimal 21 Tahun

Saat mengajukan KPR, pastikan kamu sudah berusia minimal 21 tahun atau telah menikah. Jika sudah bercerai harus menyertakan surat cerai.

Usia Maksimal 55 Tahun

Usia kamu maksimal 55 tahun saat periode cicilan berakhir. Jadi jika kamu saat ini berusia 45 tahun, maksimal tenor yang bisa kamu ambil adalah 10 tahun.

Berpenghasilan Tetap

Nasabah yang bisa mengajukan permohonan KPR rumah ke bank, sebaiknya sudah memiliki pekerjaan tetap. Jika nasabah adalah seorang pengusaha, maka setidaknya nasabah memiliki penghasilan yang stabil dari usahanya tersebut.

Dokumen Pemohon

Kartu Tanda Penduduk (KTP)

KTP merupakan identitas utama yang dimiliki hampir semua warga Negara Indonesia. Identitas ini juga wajib disertakan ketika pengajuan KPR ke bank, sebagai data nasabah. Jika nasabah yang mengajukan KPR bukan WNI, maka wajib menyertakan fotokopi KITAS (kartu ijin tinggal sementara) atau KITAP (kartu ijin tinggal tetap) yang masih berlaku tentunya.

Kartu Keluarga

Selain KTP , nasabah juga wajib menyertakan fotokopi kartu keluarga. Hal ini, akan berkaitan dengan data nasabah pada KTP serta data anggota keluarga lainya yang menjadi tanggungan nasabah.

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

NPWP adalah nomor tanda pengenal diri identitas wajib pajak yang diberikan kepada penduduk dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya. Jika kamu belum memiliki NPWP, sebaiknya segera membuat NPWP di kantor pajak terdekat.

Slip Gaji

Foto copy slip gaji berfungsi untuk membuktikan berapa pendapatan kamu setiap bulannya. Slip gaji biasanya diberikan oleh masing-masing kantor. Jika setiap bulannya tidak mendapatkan slip gaji, kamu bisa meminta Surat Keterangan Penghasilan dari tempat dimana kamu bekerja  saat ini.

Rekening Koran

Syarat selanjutnya adalah mengumpulkan fotokopi rekening Koran dari tabungan yang dimiliki nasabah di bank terkait. Biasanya, fotokopi yang diminta adalah rekening Koran tabungan selama 3 bulan terakhir. Nasabah bisa mendapatkan rekening Koran ini dengan memintanya langsung kepada pihak customer service bank terkait.

Wirausaha & Professional

Untuk nasabah yang beprofesi sebagai pengusaha atau wiraswasta kami sarankan untuk membaca artikel KPR Untuk Wiraswasta. Dokumen tambahan yang wajib dilampirkan untuk Kamu yang ber profesi sebagai professional atau wirausaha antara lain:

Laporan Keuangan

Laporan keuangan usaha perbulan selama satu tahun terakhir.

NPWP Perusahaan

Lampirkan NPWP Perusahaan

SIUP

Surat ijin Usaha Perdagangan (SIUP)

TDP

(TDP) Tanda Daftar Perusahaan

Surat Izin Praktek

Untuk nasabah yang memiliki profesi sebagai pekerja ahli, seperti dokter, akuntan, notaris dan lainya, wajib melampirkan dokumen berupa surat izin praktek untuk profesi dokter, notaris dan perencana keuangan, serta profesi ahli lainya.

Artikel Menarik Lainnya