Syarat KPR Rumah

syarat kpr

[vc_column_text]

Syarat KPR Rumah • Lengkapi persyaratan dan dokumen berikut ini agar pengajuan KPR kamu bisa di proses oleh Bank

Salah satu cara untuk mendapatkan rumah impian dalam waktu cepat adalah lewat KPR rumah. KPR atau Kredit Kepemilikan Rumah merupakan fasilitas kredit yang diberikan pihak perbankan kepada nasabah yang ingin membeli rumah secara kredit (mengangsur). Untuk itu, diperlukan beberapa syarat dan dokumen yang harus dipenuhi oleh nasabah, sebelum dapat melakukan pembelian rumah tersebut.

Pengajuan KPR dari nasabah kepada pihak perbankan, memerlukan proses pengumpulan data-data penting, terkait dengan nasabah itu sendiri. Hal ini penting, karena nasabah akan melakukan pinjaman uang dari bank, untuk membiayai rumah atau apartemen atau ruko yang hendak dibeli nasabah secara kredit.

Ada beberapa syarat KPR rumah yang harus disiapkan nasabah, agar dapat segera melakukan pembelian rumah yang diinginkanya. Beberapa syarat tersebut mewajibkan nasabah untuk mengumpulkan dokumen-dokumen penting terkait dengan pengajuan KPR rumah ke bank yang sudah ditentukan.

Secara umum, ada beberapa syarat pengajuan KPR rumah yang biasanya diwajibkan sebagian besar pihak perbankan kepada nasabah yang memilih jalur KPR untuk pembiayaan properti yang diinginkan. Berikut ini syarat umum pengajuan KPR rumah :[/vc_column_text][heading text=”Syarat Pengajuan KPR” tag=”h1″][features style=”style2″ icon2=”fa fa-check-circle” title=”Usia Minimal 21 Tahun”]Saat mengajukan KPR, pastikan kamu sudah berusia minimal 21 tahun atau telah menikah. Jika sudah bercerai harus menyertakan surat cerai.[/features][features style=”style2″ icon2=”fa fa-check-circle” title=”Usia Maksimal 55 Tahun”]Usia kamu maksimal 55 tahun saat periode cicilan berakhir. Jadi jika kamu saat ini berusia 45 tahun, maksimal tenor yang bisa kamu ambil adalah 10 tahun.[/features][features style=”style2″ icon2=”fa fa-check-circle” title=”Berpenghasilan Tetap”]Nasabah yang bisa mengajukan permohonan KPR rumah ke bank, sebaiknya sudah memiliki pekerjaan tetap. Jika nasabah adalah seorang pengusaha, maka setidaknya nasabah memiliki penghasilan yang stabil dari usahanya tersebut.[/features][heading text=”Dokumen Pemohon” tag=”h1″][features style=”style2″ icon2=”fa fa-check” title=”Kartu Tanda Penduduk (KTP)”]KTP merupakan identitas utama yang dimiliki hampir semua warga Negara Indonesia. Identitas ini juga wajib disertakan ketika pengajuan KPR ke bank, sebagai data nasabah. Jika nasabah yang mengajukan KPR bukan WNI, maka wajib menyertakan fotokopi KITAS (kartu ijin tinggal sementara) atau KITAP (kartu ijin tinggal tetap) yang masih berlaku tentunya.[/features][features style=”style2″ icon2=”fa fa-check” title=”Kartu Keluarga”]Selain KTP , nasabah juga wajib menyertakan fotokopi kartu keluarga. Hal ini, akan berkaitan dengan data nasabah pada KTP serta data anggota keluarga lainya yang menjadi tanggungan nasabah.[/features][features style=”style2″ icon2=”fa fa-check” title=”Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)”]NPWP adalah nomor tanda pengenal diri identitas wajib pajak yang diberikan kepada penduduk dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya. Jika kamu belum memiliki NPWP, sebaiknya segera membuat NPWP di kantor pajak terdekat.[/features][features style=”style2″ icon2=”fa fa-check” title=”Slip Gaji”]Foto copy slip gaji berfungsi untuk membuktikan berapa pendapatan kamu setiap bulannya. Slip gaji biasanya diberikan oleh masing-masing kantor. Jika setiap bulannya tidak mendapatkan slip gaji, kamu bisa meminta Surat Keterangan Penghasilan dari tempat dimana kamu bekerja  saat ini.[/features][features style=”style2″ icon2=”fa fa-check” title=”Rekening Koran”]Syarat selanjutnya adalah mengumpulkan fotokopi rekening Koran dari tabungan yang dimiliki nasabah di bank terkait. Biasanya, fotokopi yang diminta adalah rekening Koran tabungan selama 3 bulan terakhir. Nasabah bisa mendapatkan rekening Koran ini dengan memintanya langsung kepada pihak customer service bank terkait.[/features][heading text=”Wirausaha & Professional” tag=”h1″][vc_column_text]Untuk nasabah yang beprofesi sebagai pengusaha atau wiraswasta kami sarankan untuk membaca artikel KPR Untuk Wiraswasta. Dokumen tambahan yang wajib dilampirkan untuk Kamu yang ber profesi sebagai professional atau wirausaha antara lain:[/vc_column_text][features style=”style2″ icon2=”fa fa-check-circle-o” title=”Laporan Keuangan”]Laporan keuangan usaha perbulan selama satu tahun terakhir.[/features][features style=”style2″ icon2=”fa fa-check-circle-o” title=”NPWP Perusahaan”]Lampirkan NPWP Perusahaan[/features][features style=”style2″ icon2=”fa fa-check-circle-o” title=”SIUP”]Surat ijin Usaha Perdagangan (SIUP)[/features][features style=”style2″ icon2=”fa fa-check-circle-o” title=”TDP”](TDP) Tanda Daftar Perusahaan[/features][features style=”style2″ icon2=”fa fa-check-circle-o” title=”Surat Izin Praktek”]Untuk nasabah yang memiliki profesi sebagai pekerja ahli, seperti dokter, akuntan, notaris dan lainya, wajib melampirkan dokumen berupa surat izin praktek untuk profesi dokter, notaris dan perencana keuangan, serta profesi ahli lainya.[/features]

Artikel Menarik Lainnya