Syarat dan Panduan Cara Mengajukan KPR Rumah Second

Syarat KPR Rumah Second

Syarat dan Panduan Cara Mengajukan KPR Rumah Second – Apakah benar pengajuan KPR Rumah Second itu susah dan rumit? Sebenarnya jika kita sudah memahami alur kerja dan juga mengetahui langkah-langkahnya dengan benar dan teliti tentu tidak akan sulit dan rumit.

Mari kita pelajari terlebih dahulu bagaimana cara mengajukan KPR rumah second dan juga syarat yang harus kita penuhi, berikut ini merupakan panduan dari nol sampai akad berjalan ke depan.

Pengalaman KPR Rumah Second

Tentu bagi Anda yang sudah sering mencari rumah akan paham mengenai hal suka dan dukanya. Mulai dari mencari rumah yang harganya pas di kantong, dan lokasinya yang strategis hingga proses pembeliannya. Namanya saja beli rumah, tentu tidak bisa kita samakan seperti sedang beli gorengan.

Karena harganya yang mahal, Anda harus sangat teliti dan ekstra sabar dalam menghadapi semua rintangan dalam pencarian dan juga pembelian rumah. Tentu di dalam pembelian rumah pasti ada saja kendala yang ada, entah itu masalah harga yang tidak cocok bahkan hingga berebut rumah dengan orang lain yang juga sama-sama minat terhadap rumah tersebut.

Bagi Anda yang tentu tidak mau kecologan dan juga uang belum cukup, tentu KPR Rumah Second ini menjadi pilihannya. Namun banyak orang yang mengira bahwa KPR Rumah Second itu sangat ribet dan rumit. Apakah ini benar?.

Untuk lebih jelasnya, di bawah ini merupakan beberapa syarat dan cara untuk mengajukan KPR Rumah Second agar Anda bisa menyimpulkan sendiri apakah hal ini sulit atau mudah.

 

Syarat Rumah KPR Rumah Second

Dalam ruang lingkup yang ada di KPR Bank, rumah second atau rumah bekas biasanya merupakan rumah yang telah dihuni oleh pemiliknya sendiri dan memiliki sertifikat rumah atas nama orang tersebut (SHM). Biasanya, karena ada suatu hal atau alasan tertentu, pemilik rumah tersebut berniat untuk menjualnya kepada orang lain.

Baca Juga  Uang Muka KPR

Tentu jika nantinya ada orang yang tertarik ingin membeli rumah tersebut akan melakukan kesepakatan kepada pihak penjual, di mana sebagai pihak penjual rumah harus menyiapkan dokumen penting yang biasanya akan diperlukan oleh pihak pembeli. Memang pembeli yang ingin membeli rumah ini lewat KPR, tentu harus menyiapkan beberapa persyaratan dan juga dokumen penting terkait rumah tersebut.

Secara umumnya pada setiap bank, syarat dan dokumen agar rumah second bisa di KPR kan harus memenuhi persyaratan di bawah ini:

  1. Sertifikat SHM / SHGB. sertifikat AJB, PPJB, girik dll tidak bisa
  2. Memiliki PBB (dilampirkan)
  3. Memiliki IMB (dilampirkan)
  4. Lebar jalan minimal 5 m
  5. Bebas Banjir
  6. Jauh dari area pemakaman
  7. Jauh dari Sutet

Panduan Cara Mengajukan KPR Rumah Second

1. Mencari Ruah Second yang Sesuai dan Kesepakatan dengan

Pihak Penjual Jika Anda sudah menemukan rumah yang sekiranya cocok dan juga harganya pas serta sesuai dengan yang Anda inginkan. Maka Anda harus bertindak cepat dalam membuat kesepakatan dengan pihak penjual.

Tentu jika Anda tidak segera bertindak cepat bisa saja kecolongan oleh peminat lainnya yang bahkan mungkin saja rela membayar lebih mahal dari harga yang sudah di tentukan. Pertama Anda sendiri harus menyampaikan minat Anda kepada pihak penjual.

Setelah itu barulah melakukan penawaran harga hingga nantinya menemukan titik temu dan kedua pihak sepakat. Namun Anda harus pintar-pintar dalam urusan tawar menawar dan membayar DP terlebih dahulu. Jangan sampai sudah bertele-tele dalam menawar malah pada akhirnya tidak jadi.

Setelah itu tentu Anda sudah tau berapa dana yang Anda harus siapkan untuk KPR Rumah Seond.

2. Mencari KPR yang Sesuai dan Relevan

Setelah langkap pertama selesai, langkah selanjutnya adalah mencari KPR yang sesuai dan relevan. Maksutnya adalah mencari bank dengan KPR yang sesuai dengan kualifikasi data Anda dan tentu juga relevan.

Sebelum itu, pasti Anda akan disuruh untuk menyiapkan beberapa persyaratan yang diberikan oleh pihak bank. Tentu pada masing-masing bank memiliki persyaratan yang berbeda-beda, namun syarat umum tersebut biasanya seperti berikut ini:

  1. NPWP
  2. Kartu keluarga dan KTP
  3. Slip Gaji 3 bulan terakhir
  4. Surat Keterangan Kerja
  5. Surat Nikah
  6. Rekening Koran Tabungan 3 ulan terakhir

Selain syarat yang harus Anda penuhi di atas tersebut, Anda juga harus menyiapkan dan membawa dokumen lengkap terkait rumah yang akan Anda beli. Dalam hal ini Anda bisa memintanya terlebih dahulu dengan pihak penjual.

Baca Juga  Dokumen KPR Yang Harus Dipersiapkan

Dokumen rumah yang harus Anda siapkan dan Anda bawa diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Fotokopi izin mendirikan bangunan (IMB)
  2. Fotokopi bukti pembayaran PBB tahun terakhir
  3. Fotokopi sertifikat
  4. Surat kesepakatan jual-beli rumah antara penjual dan pembeli yang ditandatangani di atas materai.

 

3. Proses Penilaian atau Apprasial

Setelah nantinya pengajuan Anda terhadap pihak bank telah di terima. Selanjutnya akan dilakukan proses penilaian atau yang sering disebut dengan apprasial untuk menilai kelayakan dari debitur terhadap pinjaman yang sudah di ajukan. Dalam hal ini proses yang dilakukan oleh pihak bang adalah mengenai pengecekan kondisi finansial dan BI Checking.

Penilaian ini biasanya sebagai langkah untuk mengantisipasi dari pihak bank terhadap kredit macet. Proses penilaian selanjutnya mengenai penilaian harga rumah. Di dalam proses ini akan dilakukan survei ke rumah yang terkait oleh pihak bank sendiri untuk mengestimasi harganya.

Estimasi harga ini nantinya akan menjadi penentu plafon pinjaman yang akan diberikan kepada pihak bank kepada debitur yang mengajukan. Biasanya pihak debitur yang mengajukan hal ini akan dikenakan biaya apprasial kurang lebih sekitar Rp 500.000, uang ini bisa diminta pada akhir proses apprasial ataupun bisa di muka.

Namun di dalam hal ini, pihak debitur tidak akan diikutsertakan dalam proses appraisal. Setelah proses apprasial ini berjalan dengan baik dan selesai sesuai yang diinginkan, pihak bank akan memutuskan persetujuan KPR Anda dan jumlah pinjaman yang disetujui. Pada umunya, jumlah pinjaman ini dari estimasi harga yang diperoleh pada saat proses apprasial sebesar 80%.Setelah itu yang terakhir pihak debitur harus membayar biaya KPR yang biasanya sekitar 10% dari plafon pinjaman yang ada.

 

4. Mengurus SPK atau Surat Perjanjian Kredit

Lankah selanjutnya dalam pemrosesan Cara Mengajukan KPR Rumah Second adalah mengurus surat SPK atau Surat Perjanjian Kredit. Jangan lupa untuk mengecek isi dari Surat Perijinan Kredit selalu karena ketentuan dan biaya yang ditulis merupakan ketentuan yang berlaku.

Ketentuan yang beraku ini tentunya di bawah hukum dan tidak bisa di ganggu gugat nantinya. Memang terdapat beberapa point yang sebaiknya untuk Anda perhatikan terlebih dahulu. Point-point nya tersebut adalah sebagai berikut:

  • Suku bunga yang ditetapkan
  • Penalti atau denda pelunasan dipercepat
  • Penentuan notaris yang akan mengurus seluruh dokumen pembelian rumah
  • Biaya lain yang bisa muncul, seperti:
    1. Biaya provisi
    2. Biaya administrasi
    3. Biaya asuransi
    4. Biaya notaris
    5. Biaya pajak, dan lain sebagainya
Baca Juga  Menghitung Biaya-Biaya KPR dan Simulasinya

 

5. Proses Tanda Tangan Akad

Cara mengajukan KPR rumah second yang terakhir yaitu adalah proses tanda tangan akad setelah SPK disetujui oleh pihak debitur. Proses tanda tangan akad ini biasanya akan dilakukan dengan bantuan serta arahan dari notaris terpilih dengan kehadiran pihak-pihak yang terkait di dalamnya seperti penjual, bank, dan juga pembeli.

Dalam menyelesaikan proses akad ini, Anda tentu perlu memperhatikan beberapa hal yang ada di bawah ini selaku pihak pembeli.

  • Melunasi biaya KPR
  • Melunasi seluruh biaya yang ada di dalam notaris yang menjadi kewajiban pihak pembeli
  • Menyiapkan dan menyerahkan kelengkapan dokumen yang dibutuhkan, diantaranya adalah:
    1. NPWP
    2. Sertifikat rumah
    3. IMB
    4. Kartu Tanda Penduduk (KTP)
    5. Kartu Keluarga (KK)
    6. PBB
  • Menunggu notaris mengecek keabsahan seluruh dokumen terkait
  • Menghadiri akad dan menandatangani akad di hadapan notaris. Jika Anda sudah menikah, maka Anda wajib datang bersama pasangan
  • Mendengarkan seluruh hak dan kewajiban pihak-pihak terkait dalam jual beli rumah second tersebut

Dalam pembelian rumah ini memakai sistem KPR, tentu ada beberapa ketentuan Akad dalam sistem yang harus Anda tanda tangani sebagai pembeli, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Akad jual beli yang mengikat antara pihak penjual dan juga pembeli
  • Akda kredit yang mengikat antara pihak bank yang memberikan KPR terhadap pihak pembeli

Jika hal ini sudah berjalan dengan lancar tanpa kendala, dari pihak bank selanjutnya akan mentransfer dana yang sudah disepakati tadi kepada pihak penjual. Setelah proses transfer sudah selesai akan segera balik nama yang langsung dikerjakan oleh notaris.

Setelah semuanya sudah selesai, IMB, sertifikat, serta PBB asli harus diserahkan kepada pihak bank yang bersangkutan sebagai jaminan. Kemudian Anda nantinya akan memperoleh kunci rumah beserta dengan fotocopy sertifikat rumah tersebut, serta akta jual-beli dan juga IMB dari notaris yang bersangkutan. Kurang lebih hal ini akan selesai selama 3 bulan setelah penandatanganan akad kredit.

syarat kpr rumah second

Formulir KPR Online

Data Rumah


Data Pribadi


Profesi


Promo KPR

Bunga Mulai Dari

1 0%

Segera Ajukan, Promo hanya sampai dengan 20 Desember 2019