Subsidi Selisih Bunga Dicabut, Gimana Nasib KPR Subsidi?

KPR subsidi selisih bunga dicabut

Pemerintah menghentikan program bantuan Subsidi Selisih Bunga (SSB) untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) mulai 2020. Lalu bagaimana nasib KPR subsidi selisih bunga yang sudah berjalan?

KPR Subsidi Selisih Bunga Yang Berjalan Akan Tetap Dilanjutkan

Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Eko Djoeli Heripoerwanto di Hotel Sultan Jakarta, Kamis (19/12/2019) memastikan kalau KPR subsidi selisih bunga (KPR SSB) yang sedang berjalan akan tetap dilanjutkan.

KPR SSB adalah KPR yang diterbitkan oleh Bank Pelaksana secara konvensional yang mendapat pengurangan suku bunga melalui Subsidi Bunga Kredit Perumahan.

Menurut Eko, pemerintah masih menyediakan anggaran untuk KPR subsidi selisih bunga yang sudah berjalan. Namun, alokasi dana untuk penyaluran KPR baru akan distop dengan alasan anggarannya  akan dialihkan untuk membiayai selisih bunga KPR berjalan.

“Jadi kita masih ada anggaran SSB untuk tahun depan tapi itu untuk menutupi selisih bunga yang berjalan. Istilah kami adalah gulungan. Jadi yang diterbitkan sejak 2015, 2016, 2017, masih itu kita jalan,” ungkapnya

Masyarakat yang ingin mengajukan KPR subsidi bisa memilih skema pembiayaan lain, yaitu melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Skema ini walaupun berbeda, namun tetap memberikan fasilitas bantuan bagi penerima KPR subsidi.

Eko menegaskan “FLPP masih berjalan, kemudian yang dihentikan adalah SSB (Subsidi Selisih Bunga).”

KPR SSB Distop Karena Menjadi Beban Fiskal

Menurut Eko skema pembiayaan KPR SSB telah menjadi beban fiskal bagi pemerintah. Alasannya, pemerintah harus menanggung subsidi bunga selama masa tenor yang bisa mencapai 20 tahun.

“Jadi 20 tahun pemerintah harus menganggarkan itu. Ini yang dirasa pemerintah menjadi beban fiskal karena selama 20 tahun kita tidak menerbitkan KPR baru tapi kita tetap membayarkan selisih bunganya,” keluhnya.

Dia juga menambahkan kalau pada periode 2015-2019, total penyaluran KPR yang mendapat bantuan SSB mencapai 558.848 unit. Pada tahun 2019 realisasi penyaluran kuota SSB sudah hampir 100%.

“Untuk SSB jumlahnya 99.917 unit. Hampir 100% dari anggaran untuk 100 ribu unit,” ujarnya.

Meskipun begitu, dia mengaku kuota SSB pada 2019 menurun drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini terkait dengan besarnya beban fiskal akibat tenor yang harus ditanggung pemerintah.

Data Kementerian PUPR menunjukkan bahwa pada tahun 2018 kuota SSB mencapai 225.000 unit, namun hanya terealisasi 202.787 unit. Jumlah kuota itu menurun drastis lebih dari separuhnya di 2019 menjadi hanya 100.000 unit.

“Tahun ini juga jumlahnya tinggal separuh, karena itu dampaknya adalah teman-teman melihat tahun ini seolah-olah anggaran pemerintah menjadi sangat terbatas,” urainya.

 

 

Rekomendasi Perumahan

Promo KPR

Bunga Mulai Dari

1 %

Ajukan sekarang sebelum naik