Simulasi top up kpr
4.5/5

Simulasi Top Up KPR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Simulasi Top Up KPR – Berbahagialah bagi siapa saja yang sudah memiliki rumah sendiri meski melalui program kredit pemilikan rumah. Sebab, tak semua orang yang mengajukan KPR langsung dapat di ACC oleh pihak Bank.

Bagi para nasabah pinjaman KPR, Bank memberikan fasilitas menguntungkan berupa top up atau tambahan kredit  kepada para nasabah pinjaman KPR yang cicilannya sudah berjalan 3 tahun. Fasilitas top up ini tentu sangat menguntungkan karena membantu para nasabah yang memiliki kredit pinjaman dan membutuhkan biaya untuk kebutuhan mendesak, renovasi rumah misalnya.

Ya, rumah memang begitu berharga untuk kehidupan sehari-hari karena melindungi kita dari berbagai kondisi, seperti panas dan hujan serta berbagai masalah yang membuat kepala mendidih. Rumah menjadi tempat terbaik untuk bersitirahat, berkumpul bersama orang-orang terdekat dan juga menenangkan diri.

Oleh karena itu, bagi siapa saja yang sudah memiliki rumah meski dengan cara KPR, jangan lupa untuk dijaga dan dirawat agar selalu nyaman saat ditempati. Kalau ada yang rusak lekas diperbaiki. Jika ingin membuat rumahnya nampak instagenik dan minimalis, lekas renovasi.

Jika biaya untuk renov belum ada, nasabah bisa menggunakan fasilitas top up.

Nah, sebelum mengajukan top up, berikut ini simulasi top up KPR agar para nasabah memiliki gambaran jelas mengenai apa itu top up.

simulasi top up kpr

Simulasi Top Up KPR untuk Nasabah yang Ingin Renov Rumah

Tiga tahun yang lalu, Budi membeli rumah di Bekasi dengan harga 500 juta. Rumah tersebut di KPR-kan ke Bank ABC dengan tenor 15 tahun dan cicilan 5juta per bulan. Seiring berjalannya waktu dan melihat perkembangan zaman, Budi pun ingin merenovasi rumahnya agar lebih instagenik dan lebih luas.

Pada tahun ke tiga, Budi memutuskan untuk merenovasi rumahnya menjadi dua lantai. Hanya saja, Budi tak memiliki uang tunai yang cukup untuk renovasi rumah. Karena, setelah mencoba berkonsultasi dan menghitung, dana yang diperlukan untuk renovasi ternyata mencapai angka sekitar Rp 200 juta. Angka yang lumayan fantastis untuk renovasi rumah.

Banyaknya biaya yang dibutuhkan, membuat Budi memutuskan untuk menggunakan fasilitas top up KPR. Budi langsung mempersiapkan persyaratan dan dokumen top up yang dibutuhkan. Karena Budi tidak ingin kalau sampai permohonan top up-nya ditolak bank, Budi pun mempersiapkan persyaratan dan dokumen dengan baik dan lengkap agar pihak Bank bisa langsung memprosesnya.

Baca juga: Syarat Top Up KPR

Kemudian, Budi langsung meluncur ke Bank ABC dengan mendatangi kantor cabang dan berkonsultasi dengan Marketing.  Karena persyaratan dan dokumen sudah disiapkan dengan baik oleh Budi, proses top up kpr-nya pun berjalan lancar tanpa hambatan.

Pihak Bank ABC pun mulai menghitung nilai Appraisal rumah milik Budi. Setelah di hitung oleh Bank, Nilai Appraisal rumah Budi mendapat nilai yang bagus yaitu mencapai harga Rp800 juta rupiah.

Karena nilai appraisal rumah Budi sangat bagus, pihak Bank bisa memberikan tambahan kredit lebih dari Rp200 juta,  namun karena Budi hanya membutuhkan dana Rp200 juta, maka Budi tetap mengajukan Top Up KPR sebesar 200 juta sesuai rencana sebelumnya.

Nah, itulah gambaran atau ilustrasi mengenai simulasi Top up KPR yang perlu nasabah ketahui. Semoga bermanfaat. Dan, selamat membangun rumah impian.

 

Formulir Top Up KPR

Melalui KPR.Online pengajuan Top Up KPR menjadi lebih mudah. Cukup mengisi formulir di bawah ini, pengajuan akan segera diproses dan kamu akan segera di hubungi oleh marketing Bank.