Rumah Subsidi

RUMAH SUBSIDI

Harga : 158 Juta

Cicilan: 1 Jutaan

BEKASI

Dengan melambungnya harga properti, memiliki rumah impian semakin sulit diwujudkan. Apalagi buat kamu yang masih harus terus mengejar nilai inflasi dengan kenaikan penghasilan pertahun yang tidak seberapa.

Untungnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) punya solusi untuk masalah ini. Selama 2019, Kementerian PUPR menargetkan membangun 1,25 juta unit rumah subsidi, jumlah ini meningkat dari target rumah subsidi 2018 sebanyak 1.132.621 unit.

Rumah bersubsidi adalah rumah yang bisa dibeli dengan cara dicicil dengan harga yang relatif lebih rendah dari rumah non subsidi sesuai dengan ketentuan dan aturan dari pemerintah.

Program rumah bersubsidi merupakan program yang dimaksudkan untuk menyediakan hunian layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah.

Demi mencapai tujuan ini, pemerintah memberikan subsidi pada bunga kredit rumah bersubsidi, sehingga massyarakat bisa mencicil rumah bersubsidi dengan bunga fixed.

Karena mendapatkan subsidi dari pemerintah, maka rumah bersubsidi memiliki spesifikasi standar yang ditentukan oleh pemerintah.

Spesifikasi standar yang ditentukan pemerintah adalah :

  • Luas tanah
  • Luas bangunan
  • Kualitas bangunan
  • Harga maksimal
  • Persyaratan

Sangat jelas bahwa masyarakat diuntungkan dengan adanya program rumah bersubsidi. Ini enaknya rumah bersubsidi:

  • disubsidi oleh pemerintah
  • uang muka yang lebih kecil dari rumah non subsidi, bahkan ada yang tanpa uang muka
  • harga jauh lebih murah dibandingkan dengan KPR standar
  • nominal cicilan lebih murah
  • jumlah cicilan tetap sampai lunas
  • jangka waktu kredit lebih panjang, bahkan bisa sampai 20 tahun

Batas harga atas rumah bersubsidi diatur oleh keputusan menteri dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Keputusan Menteri (Kepmen) PUPR Nomor 535/KPTS/M/2019 Tentang Batasan Harga Jual Rumah Sejahtera Tapak Yang Diperoleh Melalui Kredit/Pembiayaan Pemilikan Rumah Bersubsidi, mengatur batas maksimal harga rumah bersubsidi berdasarkan lima kelompok wilayah di Indonesia untuk tahun 2019 dan tahun 2020.

 
Kelompok Wilayah20192020
Jabodetabek, Maluku, Maluku Utara, Bali dan Nusa Tenggara, Kepulauan Anambas, Kabupaten Murung Raya, dan Kabupaten Mahakam UluRp158 jutaRp168 juta
Jawa (kecuali Jabodetabek) dan Sumatra (kecuali Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kepulauan Mentawai)Rp140 jutaRp150,5 juta
Kalimantan (kecuali Kabupaten Murung Raya dan Kabupaten Mahakam Ulu)Rp153 jutaRp 164,5 juta
Sulawesi, Bangka Belitung, Kepulauan Mentawai, dan Kepulauan Riau (kecuali Kepulauan Anambas)Rp146 jutaRp156,5 juta
Papua dan Papua BaratRp212 jutaRp219 juta

Perhitungan bunga yang dikenakan pada KPR subsidi berbeda dengan KPR non subsidi. Bunga KPR subsidi adalah bunga fixed sebesar 5%. Dengan besar bunga yang fixed, maka jumlah angsuran yang dibayarkan tiap bulan akan sama.

Di bawah ini kamu bisa melihat simulasi cicilan untuk rumah subsidi di Jabodetabek pada tahun 2019 dengan harga Rp168 juta.

 
Harga RumahRp168.000.000
Tenor15 tahun/180 bulan
Bunga Fix5%/tahun
Uang Muka1% dari harga rumah, Rp1.680.000
Cicilan PerbulanRp.1.315.247,96 Selama 180 Bulan

Besar pokok cicilan adalah adalah harga rumah dikurangi uang muka (168.000.000-1.680.000), yaitu sebesar Rp166.320.000

Jumlah pembayaran pertama yang harus kamu lakukan adalah jumlah dari cicilan per bulan dengan uang muka yaitu Rp.2.995.247,96

Nah, ini enaknya KPR subsidi, sudah uang mukanya ringan, cicilan per bulannya juga sangat terjangkau.

Sebelum mengajukan KPR subsidi perhatikan dulu biaya-biaya yang harus disiapkan:

  • uang muka. Uang muka KPR subsidi sangat ringan, besarnya mulai dari 1%. Ini berarti dengan uang Rp1 juta sampai Rp5 juta saja kamu sudah bisa memulai proses memiliki rumah impian. Bahkan, kalau kamu membeli rumah subsidi ketika ada promo yang sedang berlangsung, bisa saja kamu tidak perlu membayar uang muka.
  • biaya KPR yang besarnya sekitar 7% dari harga rumah

Berbeda dengan KPR non subsidi, KPR subsidi bebas premi asuransi dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Rumah bersubsidi memang diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghassilan Rendah (MBR). Kamu harus memenuhi syarat-syarat ini kalau mau mengajukan KPR subsidi:

  • WNI (Warga Negara Indonesa) dan menetap di Indonesia
  • Minimal usia 21 tahun atau sudah menikah
  • Belum mempunyai rumah dan juga belum pernah menerima KPR subsidi dari pemerintah
  • Penghasilan di bawah Rp4 juta untuk rumah Sejahtera Tapak dan Rp7 juta untuk Rumah Sejahtera Susun
  • Minimal sudah bekerja setahun
  • Mempunyai NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), SPT (Surat Pemberitahuan), PPh (Tahunan Pajak Penghasilan)

Karena disubsidi pemerintah, maka ada beberapa batasan yang ditentukan pemerintah yang harus diperhatikan sebelum mengajukan dan selama menjalani KPR subsidi:

  • Dilarang berpenghasilan melebihan batas yang sudah ditentukan.
  • Dilarang membeli rumah sejahtera tapak atau susun dengan harga jual melebihi batas yang sudah ditentukan pemerintah.
  • Dilarang untuk tidak menempati rumah subsidi dalam jangka waktu satu tahun setelah serah terima yang ditunjukkan melalui berita acara serah terima.
  • Dilarang menjual rumah atau menyewakan kepada orang lain, kecuali:
    • nasabah meninggal dunia atau warisan,
    • penghunian sudah melampaui 5 tahun untuk rumah tapak, penghunian sudah melampaui waktu 20 tahun untuk rumah susun,
    • pindah lokasi tempat tinggal sesuai peraturan undang-undang
  • Dilarang menerima kembali KPR subsidi dari pemerintah

Jika ditemukan pelanggaran atas ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah, maka nasabah harus bersiap-siap subsidinya akan dicabut.

Dengan dicabutnya subsidi, maka keuntungan KPR subsidi tidak akan diberikan lagi, alias KPR nya menjadi KPR komersil.

Untuk mengajukan KPR subsidi ada persyaratan dokumen yang harus dipenuhi:

  • foto Berwarna suami dan istri, masing-masing berukuran 3 x 4
  • KTP suami istri
  • NPWP
  • Kartu Keluarga
  • slip Gaji
  • surat nikah
  • SPT PPH 21
  • surat keterangan domisili
  • surat keterangan kerja / usaha
  • slip gaji / laporan rugi laba
  • mutasi rekening koran

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, rumah subsidi memiliki spesifikasi standar yang ditentukan oleh pemerintah. Spesifikasi standar ini hanya tersedia satu tipe dan berlaku untuk semua wilayah dimana rumah subsidi dibangun.

Standar luas tanah rumah subsidi adalah 60 meter persegi sedangkan luas rumahnya adalah 25 meter persegi

Rumah bersubsidi tidak mungkin dibangun di pusat kota mengingat harga tanahnya yang sudah sangat melangit.

Biasanya rumah bersubsidi dibangun di pinggiran kota besar seperti di kabupaten Bekasi, kabupaten Tangerang, Karawang, dll.

Promo KPR

Bunga Mulai Dari

1 %

Ajukan sekarang sebelum naik