bahan bangunan rumah
4.5/5

Rekomendasi Bahan Bangunan Rumah 2019

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Bahan Bangunan Rumah – Betapa bahagianya bisa memiliki rumah sendiri. Sepulang dari kerja, kamu bisa langsung merebahkan diri di kasur empuk, melapas lelah karena berjam-jam berkutat dengan pekerjaan yang kerap membuat kepala mendidih. Rumah adalah sebaik-baik tempat untuk kembali.

Namun, apa jadinya jika rumah yang selama ini kamu tempati sudah tidak nyaman lagi karena ada kerusakan dibeberapa sudut, mulai dari cat tembok mengelupas, atap yang mulai bocor, dinding-dinding yang menghitam karena rembesan air hujan, dan lain-lainnya. Lalu, apa yang harus dilakukan? Tentu saja memperbaikinya.

Untuk memperbaikinya, selain mempersiapkan anggarannya, membangun atau merenovasi rumah tentunya kamu perlu juga mempersiapkan atau merencanakan bahan-bahan bangunan yang nantinya akan digunakan untuk membangun atau merenov rumah seperti yang kamu inginkan.

Keuntungan dengan merencanakan bahan-bahan bangunan yang akan kamu gunakan sedari awal berguna untuk menentukan kualitasnya. Selain itu, kamu juga bisa menghitungnya secara detail setiap dana yang digunakan untuk keperluan bahan-bahan bangunan tersebut.

Jika setelah kamu hitung-hitung biaya pengeluarannya ternyata dana yang kamu miliki tidak mencukupi untuk membangun atau merenov sekaligus, maka kamu bisa mengatasinya dengan membangunnya secara bertahap.

Selain itu, ada baiknya juga kamu mempertimbangkan jenis bahan bangunan rumah seperti apa saja yang akan kamu gunakan sebelum meluncur ke toko bangunan sembari mencocokan dana yang kamu miliki dengan daftar harga bahan bangunan. Pastikan kamu menghitungnya dengan benar agar tidak kekurangan ataupun kelebihan dana di pertengahan proses pembangunan.

bahan bangunan rumah

Beberapa Jenis Bahan Bangunan

Jenis bahan-bahan bangunan ada banyak yang biasa dimanfaatkan untuk membangun atau merenovasi rumah. Berikut ini akan dipaparkan bahan-bahan bangunan yang recommended untuk keperluan membangun atau merenovasi rumah. Simak baik-baik ya.

Batu Fondasi

Batu fondasi ini berguna untuk pembuatan fondasi bangunan. Jenis batu fondasi yang bisa kamu gunakan, diantaranya: batu bata, batu kali atau batu gunung.

Semen

Keberadaan semen sangat penting dalam pembuatan bangunan. Selain berguna untuk merekatkan batu fondasi, semen juga berguna untuk menyambung dinding dengan batu bata, untuk memplester dinding, dan juga berguna dalam pembuatan semen ekspos.

Pasir

Pasir juga sangat berguna dalam pembuatan bangunan. Pasir ini yang nantinya akan menjadi adonan besama air dan semen untuk merekatkan dinding sehingga membentuk dinding yang sempurna dan juga berguna untuk membangun tiang yang kokoh. Semakin bagus kualitas pasir yang kamu gunakan, maka semakin kuat adonannya.

Baja

Bahan bangunan lainnya yang penting untuk membangun atau merenovasi rumah yaitu baja. Baja berguna sebagai kerangka untuk membantu menguatkan dinding. Selain itu baja ringan juga kadang dimanfaatkan untuk menahan atap.

Kayu dan bambu

Kayu dan bambu juga temasuk bahan bangunan yang penting dalam pembuatan bangunan. Selain berfungi sebagai bahan kontruksi, kayu juga kadang dimanfaatkan untuk kusen, dinding, tangga, dan lantai. Sedangkan bambu berfungsi untuk proses pembangunan.

Kerikil

Kerikil atau batu pecah adalah bahan bangunan berikutnya yang juga berguna dalam pembangunan rumah. Biasanya kerikil dimanfaatkan untuk campuran adonan pasir, semen dan air dalam pembuatan beton.

Batu Bata

Bata bata fungsinya untuk memperkuat atau memperkokoh bangunan. Oleh karena itu, keberadaan batu bata ini penting dalam pembuatan rumah. Jika ingin sedikit hemat, Kamu bisa menggantinya dengan batako.

Hanya saja batako memiliki sifat panas dan kurang kokoh, berbeda dengan batu bata yang sifatnya adem. Sejumlah orang kadang juga lebih memilih menggunakan bata ringan (hebel) yang sifanya lebih ringan dan juga lebih kokoh. Namun bata ringan ini harganya cenderung lebih mahal.

Genteng

Genteng juga bahan bangunan yang keberadaannya sangat berguna. Genteng berguna untuk menutup atap. Selain genteng, sejumlah orang ada juga yang menggunakan asbes dan juga metal ringan, hanya saja bahan-bahan ini bersifat panas, jadi akan kurang nyaman.

Adapun jenis genteng lainnya, yaitu: genteng plastik, genteng aspal, genteng keramik, sirap kayu. Bahan-bahan ini cocok digunakan untuk rumah minimalis.

Keramik

Bahan bangunan yang tidak boleh ketinggalan yaitu keramik. Jika ingin rumah kamu lebih nyaman, kamu bisa menggunakan keramik untuk melapisi lantai. Selain lantai, keramik juga bisa digunakan untuk dinding kamar mandi hingga dinding dapur.

Daftar Harga Bahan Bangunan

Jika ingin mendapatkan bangunan yang kuat, kokoh dan juga awet, kamu harus memilih berbagai bahan bangunan rumah yang berkualitas. Namun, untuk mendapatkan bahan-bahan berkualitas, tentunya kamu harus siap jika harga bahan-bahan tersebut relatif mahal.

Modal awal yang akan kamu keluarkan mungkin memang besar, namun hal tersebut berguna dalam meminimalisir pengeluaran dari segi keawetannya dan juga perawatannya.

Nah, berikut ini akan dipaparkan daftar harga bahan-bahan banguanan tahun 2019 yang bisa kamu jadikan referensi.

bahan bangunanharga bahan bangunan
batu kaliRp227.500 per meter kubik
batakoRp3.500 per buah
bata ringan (hebel)Rp750.000 per meter kubik (ukuran 60x20x7,5 cm)
pasir betonRp276.000 per meter kubik
Semen Tiga RodaRp65.000 per 50 kg
besi betonmulai dari Rp19.000 – Rp160.000 (untuk ukuran diameter 6mm x 12 meter – 16mm x 12 meter)
kayu merantimulai dari Rp7.500 (untuk ukuran 2 x 3 meter) – Rp130.000 (untuk ukuran 8 x 12 meter)
Gentengmulai dari Rp1.600 – Rp3.500 per buah
Keramikmulai dari Rp35.000 – Rp500.000 per meter persegi

Cara Hitung Bahan Bangunan Per m2

Kamu sudah tahu bahan-bahan mana yang dibutuhkan, kamu juga sudah punya denah bangunannya. Selanjutnya, tugas kamu adalah menghitung semuanya. Jika kamu menggunakan jasa kontraktor, perhitungan seperti ini biasanya akan dilakukan oleh sang kontraktor.

Meski begitu, tidak ada salahnya jika kamu juga coba menghitunganya sendiri agar kamu bisa memperkirakan berapa banyak biaya yang perlu dikeluarkan untuk bahan-bahan yang dibutuhkan tersebut.

Untuk menghitung bahan bangunan, akan digambarkan pada simulasi singkat seperti berikut ini. Misalnya, pak Anton akan menghitung keperluan hebel (bata ringan) untuk ruangan dengan ukuran lebar 5m, panjang 7m, dan tinggi 3m. Maka, untuk menghitungnya bisa menggunakan rumus seperti berikut ini.

  • Keliling ruang x tinggi ruang [m x 3m]2m2. Bata ringan aerasi untuk 1m2 = 0,086m3. Keperluan bata ringan aerasi = Luas dinding x bata ringan aerasi untuk 1m2 [2m x 0,086 m2/m3], totalnya adalah 6,12m3
  • Jika harga bata ringan sebesar Rp750.000/m2, maka kamu perlu menyiapkan dana sebesar Rp750.00 dikalikan (x) 7m3 , totalnya Rp5.250.000 [harga tersebut belum termasuk semen dan juga biaya pemassangannya]

Contoh lainnya untuk menghitung keperluan genteng yaitu bisa dilakukan dengan cara menghitung luas atas. Caranya bisa dengan menggunakan rumah seperti di bawah ini.

  • Luas atap 10m x 9m = 90m2 x dua sisi atap = total luas atap = 180m2.
    Jika kamu menggunakan genteng dengan 1 m2 berisi 25 buah (ini bisa ditanyakan pada toko),
    artinya kamu membutuhkan jumlah genteng sebanyak 180m2 x 25 = 4.500 buah
  • jika harga satu genteng adalah Rp1.600 maka dana yang perlu disiapkan adalah
    4.500 x Rp1.600, yaitu Rp7.200.000

Untuk antisipasi terjadi kerusakan saat proses pengiriman ataupun produksi yang tak sempurna, jumlah bahan bangunan bisa kamu lebihkan setidaknya 10 persen.

Bagaimana, apakah sudah ada gambaran mengenai contoh cara menghitungnya? Itu hanya sekedar contoh saja, karena tentunya setiap meterial mempunyai harga dan ukuran yang berbeda. Setidaknya sekarang kamu sudah ada gambaran mengenai bahan bangunan rumah yang diperlukan serta harganya, sehingga kamu tahu perkiraan anggaran yang akan dikeluarkan.

Semoga informasi ini bermanfaat. Jika ada yang ingin menambahkan, silakan bisa tambahkan di kolom komentar. Bagi yang butuh konsultasi mengenai cara mendapatkan dana pinjaman renovasi rumah, bisa konsultasikan dengan tim KPR.online.