Proses Take Over KPR: Collecting document, BI Checking / SLIK, Verifikasi data, Penilaian Rumah, SP3K dan Akad

Panduan Lengkap Pengajuan Take Over:

Tahap pertama:
1. Pengertian Take Over
2. Syarat Pengajuan
3. Keuntungan Take Over

Tahap Dua:
Biaya Take Over

Tahap Tiga:
Dokumen yang dibutuhkan

Tahap empat:
Pengajuan Take Over
Proses Take Over

Proses Take Over KPR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Karena Panduan take over telah selesai di bahas, pada artikel ini kita hanya akan menjelaskan bagaimana Bank memproses pengajuan Take Over KPR yang sebelumnya telah di ajukan.

Ini adalah artikel lanjutan yang membahas tentang Panduan Lengkap Mengajukan Take Over KPR. Jika belum memahami apa itu Take Over KPR, persyaratan, dokumen serta biaya yang harus disiapkan, disarankan untuk membacanya dulu disini.

 

1. Collecting dokumen

Setelah marketing menghubungi kamu dan mengkonfirmasi bahwa kamu ingin mengajukan Take Over KPR, marketing akan mengumpulkan semua dokumen yang dibutuhkan untuk proses pengajuan Take Over. Jika kamu benar-benar mengikuti panduan yang di bahas sebelumnya, proses Pengumpulan dokumen pribadi Ataupun dokumen Agunan seharusnya bisa lebih cepat.

Jika kamu kesulitan atau merasa bingung mengenai dokumen-dokumen rumah yang harus dipersiapkan, kamu bisa berkonsultasi langsung dengan marketing yang telah kami tunjuk. Jika belum tahu apa saja dokumen pribadi dan dokumen rumah yang harus dipersiapkan, bisa dibaca di artikel ini

 

2. BI Checking/SLIK

Proses selanjutnya adalah menilai kualitas kredit melalui layanan SLIK (dulu BI Checking). Agar marketing bisa melakukan pengecekan SLIK, setidaknya kamu harus sudah memberikan Copy KTP dan copy NPWP.

Proses ini sendiri imaksudkan untuk memastikan bahwa kamu tidak memiliki tunggakan atau bermasalah dengan kredit.

Jika kamu memiliki kendala BI Checking, kemungkinan besar pengajuan Take Over KPR kamu akan ditolak terkendala. Namun tidak perlu khawatir. Jika memiliki kendala dengan BI checking, kamu masih tetap bisa mengajukan pinjaman online tanpa bi checking di halaman ini

 

3. Verifikasi Data

Proses ini dilakukan hanya jika kamu telah memberikan semua dokumen yang dibutuhkan. Pada proses ini, semua dokumen pribadi dan dokumen rumah akan di periksa dan divalidasi.

Yang biasanya diverifikasi antara lain adalah:

  • Tempat kamu bekerja,
  • gaji perbulan yang di cross check dengan rekening tabungan
  • Keaslian semua dokumen yang di kirimkan
  • dll

 

4. Penilaian Rumah

Penilaian rumah dimaksudkan untuk menilai kembali harga rumah kamu saat ini. Karena harga rumah bisa berubah (dan cenderung naik) dibandingkan dengan dulu saat mengajukan KPR.

 

5. SP3K

Keputusan diterima atau tidaknya pengajuan Take Over KPR yang kamu ajukan, akan di lakukan setelah Bank selesai melakukan proses appraisal. Jika Bank setuju dan menerima pengajuan Take Over KPR kamu, maka bank akan mengirimkan Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit atau yang lebih dikenal dengan SP3K.

SP3K ini berisi penjelasan rinci mengenai biaya-biaya KPR, cicilan perbulan, bunga dan informasi penting lainnya. Jika setuju dengan isi penawaran SP3K ini maka langkah terakhir dalam proses pengajuan Take Over KPR ini adalah penandatanganan Akad Kredit

 

6. Akad

Pendandatanganan akad KPR ini merupakan proses terakhir. Setelah akad ditandatangani, maka kamu telah resmi memindahkan KPR ke Bank yang baru. Dan mulai bulan depan, kamu membayar cicilan KPR nya ke bank baru juga.

Untuk yang mengajukan Top Up pinjaman saat mengajukan Take Over, dana Top Up akan ditransferkan kepada rekening setelah akad dilaksanakan.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *