Program Subsidi Bunga KPR Ditiadakan Mulai 2020

program subsidi bunga kpr ditiadakan mulai 2020

Program subsidi bunga kpr – Mulai 2020 pemerintah menghentikan program subsidi bunga kpr. Hal ini tetap harus dilakukan walaupun kinerja KPR subsidi bunga cukup baik. Jiika dibandingkan skema pembiyaan KPR subsidi lainnya, akan terlihat kalau program subsidi bunga memiliki angka realisasi yang lebih bagus.

Sepanjang 2015 -2018 angka realisasi KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencapai 216.660 unit,  sementara KPR subsidi telah berhasil menyalurkan  558.848 unit rumah.

Tahun lalu, per 23 Desember 2019 realisasi KPR FLPP telah menyalurkan sebanyak 77.564 unit dan  KPR Subsidi Bunga  sebanyak 99.907 unit.

Ini membuktikan minat masyarakat akan pembiayaan KPR subsidi bunga cukup tinggi.

Alasan Program Subsidi Bunga KPR Dihentikan

Walaupun memiliki kinerja yang baik dan diminati masyarakat, namun pemerintah akan tetap meniadakan KPR subsidi selisih bunga (SSB).

Pasalnya, skema pembiayaan ini telah membebani fiskal pemerintah. Pemerintah harus terus menyiapkan anggaran untuk mensubsidi bunga KPR berjalan sepanjang masa tenor. Belum lagi, karena faktor fluktuatifnya suku bunga BI, subsidi yang harus digelontorkan tidak pasti tiap tahunnya.

Meskipun begitu, untuk KPR yang sudah melaksanakan akad masih akan ada subsidi selisih bunga yang diberikan pemerintah.

Anggaran Skema Pembiayaan Rumah Subsidi

Sebagai pengganti KPR SSB, pada 2020 ini pemerintah telah mengalokasikan  anggaran untuk FLPP sebesar Rp11 triliun. Nilai anggaran FLPP ini setara dengan 102.500 unit rumah.

Selain itu, untuk terus membiayai program subsidi bunga KPR yang sudah berjalan tersedia dana  sebesar Rp3,8 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk pembayaran akad tahun-tahun sebelumnya.

Beberapa jenis pembiayaan rumah subsidi lain juga telah dianggarkan untuk 2020 ini. Diantaranya anggaran untuk Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) sebesar Rp600 miliar untuk memfasilitasi 150.000 unit rumah.

Sedangkan untuk KPR jenis Bantuan Pempiayaan Peruamahan Berbasih Tabungan (BP2BT) telah disiapkan anggaran sebesar Rp13,4 miliar yang setara dengan penyaluran 312 unit rumah. Target tersebut sebagaimana yang terjadi pada tahun ini, dapat ditingkatkan sesuai dengan kemampuan pasar hingga maksimal kurang lebih sebanyak 50.000 unit.

Hal ini dikarenakan BP2BT berasal dari PHLN yang kenaikan target output dan anggaran tidak memerlukan persetujuan DPR

Dengan banyaknya opsi untuk pembiayaan rumah, maka Masyarakat Berpenghasilan Rendah masih bisa berencana memiliki hunian idaman, walaupun KPR subsidi bunga telah dihapus..

Rekomendasi Perumahan

Promo KPR

Bunga Mulai Dari

1 %

Ajukan sekarang sebelum naik