Perbedaan KPR Syariah dan Konvensional yang Penting Untuk Diketahui

Perbedaan KPR Syariah dan Konvensional

Perbedaan KPR Syariah dan Konvensional yang Penting Untuk Diketahui – Memang perbedaan antara KPR Syariah dan Konvensional sangat penting untuk Anda ketahui sebagai bahan pertimbangan saat akan membeli rumah dengan menggunakan sistem KPR.
Tentu memiliki rumah merupakan sebuah impian bagi banyak orang sehingga beberapa cara bisa ditempuh untuk dapat memiliki rumah ini. Salah satu yang sering digunakan oleh kebanyakan orang untuk membeli rumah impiannya ini dengan menggunakan KPR.
Memang sekarang ini KPR menjadi solusi yang sering digunakan oleh kebanyakan orang untuk membeli rumah karena peserta KPR sendiri hanya perlu membayarkan DP saja, setelah itu tinggal diangsur cicilannya setiap bulan tergantung memilih jangka waktunya. Semakin besar DP yang diberikan kepada KPR tentu cicilan yang dibayarkan perbulannya semakin kecil.

Memilih jenis KPR yang sesuai dengan kebutuhan Anda merupakan suatu alasan penting untuk mengajukan kredit pemilikan rumah tersebut. Di dalam hal ini terdapat dua jenis KPR yang dapat Anda pilih, KPR pertama yaitu Konvensional dan yang kedua yaitu Syariah. Berikut ini akan Admin jelaskan beberapa perbedaan mendasar terkait kredit rumah konvensional dan juga syariah yang tentunya penting untuk Anda perhatikan.

Perbedaan KPR Syariah dan Konvensional

KPR Konvensional

Tentu Anda harus tahu mengenai perbedaan antara Kredit Rumah Konvensional dan juga Syariah supaya benar-benar mendapatkan fasilitas KPR yang sesuai dengan harapan Anda. Hal pertama yang wajib untuk Anda ketahui yaitu dari segi Kredit Rumah Konvensional terlebih dahulu. Memang di antara kedua Kredit Rumah antara Syariah dan Konvensional ini memiliki perbedaan yang mencolok dalam hal proses transaksi.
Syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh pemberi kredit merupakan ciri-ciri dari KPR Konvensional serta suku bunga dari KPR tersebut disesuaikan dengan naik turunnya dari Bank Indonesia Rate atau BI Rate. Hal ini bahkan bisa disesuaikan dengan kebijakan bank sendiri.
Tentunya jika sampai terlambat dalam membayar cicilan, konsumen akan dikenakan sanksi berupa denda. Perbedaan yang terakhir antara KPR Syariah dan Konvensional adalah dari KPR Konvensional memiliki tenor yang memang bisa dibilang cukup panjang yaitu minimal 5 tahun dan maksimal 25 tahun jika dibandingkan dengan KPR Syariah.

KPR Syariah

Memang setiap KPR memiliki proses atau sistem transaksi yang berbeda termasuk KPR Syariah dan juga Konvensional. Pada KPR Konvensional syarat dan ketentuannya sudah ditetapkan oleh bank penerbit, sedangkan di KPR Syariah ini menggunakan akad jual beli atau Murabahah.
Di dalam sistem kredit rumah KPR ini tidak ada namanya bunga atau sistem bunga, sehingga pihak terkait bisa tetap mencicil kredit dengan harga yang sama sesuai yang sudah ditentukan selama masa tenor. Tentunya, jika pihak terkait atau konsumen telat terlambat, di dalam KPR Syariah ini juga akan didenda sama seperti KPR Konvensional. Bedanya hanya tenor kredit KPR Syariah minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.

Kelebihan KPR Syariah

Kelebihan dari masing-masing KPR juga wajib untuk Anda ketahui tidak hanya mengenai perbedaannya saja. Namun kali ini Admin akan membahas mengenai kelebihan dari KPR Syariah saja. Kelebihan dari KPR ini memang tidak dimiliki oleh KPR Konvensional di mana cicilannya bersifat tetap dan tidak tergantung terhadap suku bunga Bank Indonesia.
Bank Syariah sendiri tidak akan mengenakan denda atau biaya penalti terhadap Anda yang ingin melunasi pembayaran di awal. Tentunya Anda harus pintar-pintar merencanakan keuangan keluarga dan mengelolanya dengan bijak dan baik karena cicilan dari KPR ini bersifat tetap. Sehingga Anda nantinya dapat memprediksi besaran cicilan yang harus dibayarkan setiap bulannya.
Perbedaan antara KPR Syariah dan Konvensional bisa Anda lihat dari uang mukanya. Di mana uang muka dari KPR Syariah lebih rendah dibandingkan dengan KPR Konvensional yaitu bisa mencapai 10%. Sedangkan KPR Konvensional sejak dari tahun 2016 tepatnya di bulan Agustus sudah sebesar 20%. Selain itu proses dari KPR Syariah ini lebih cepat dibandingkan dengan proses KPR Konvensional.

Kekurangan KPR Syariah

Selain memiliki kelebihan yang cukup banyak, KPR Syariah ini tentu juga memiliki kekurangan. Berikut ini merupakan beberapa kekurangan dari KPR Syariah yang sudah Admin rangkum.

1. Tidak Ada Kesempatan Bunga Turun

Meskipun KPR Syariah ini memiliki cicilan yang tetap, berarti tandanya Anda tidak akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan atau menikmati suku bunga turun. Hal ini juga merupakan salah satu perbedaan antara KPR Syariah dan juga KPR Konvensional.

Jika Anda lihat dari segi cicilan yang ada antara kedua KPR ini dengan jumlah tetap di cap menguntungkan dan juga menggiurkan. Namun bagi Anda yang menggunakan KPR Konvensional juga akan diuntungkan dengan menikmati masa-masa di mana bunga KPR akan turun.
Hal ini pernah terjadi di tahun 2011 silam sampai dengan tahun 2013 di mana saat itu ekonomi Indonesia dalam penurunan bunga kredit yang memang cukup signifikan sehingga bunga KPR menjadi turun.

2. Lama Pinjaman Lebih Pendek

Kekurangan yang ada di KPR Syariah selanjutnya dan sekaligus terakhir yaitu lama pinjaman yang lebih pendek. Memang lama pinjaman dari KPR Syariah yang lebih pendek ini tidak menguntungkan, justru malah semakin tinggi tenor kredit dan juga semakin besar selisih antara kenaikan nilai rumah dengan margin yang tentu bisa Anda nikmati nantinya.
Meskipun gagal dalam urusan membayar pinjaman, nilai rumah yang digunakan dalam jaminan akan lebih tinggi dibandingkan dengan nilai pinjaman yang ada. Sehingga nantinya Anda akan tetap memiliki selisih keuntungan yang memang sangat menguntungkan.
Tentu dari kedua KPR antara Syariah dan Konvensional ini sangat berbeda meskipun sama-sama KPR. Sehingga dengan memahami apa yang ada di dalam kedua KPR tersebut Anda akan mendapatkan KPR yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Rekomendasi Perumahan

Promo KPR

Bunga Mulai Dari

1 %

Ajukan sekarang sebelum naik