Penjual Bubur Jadi Korban Pinjol Gara-Gara Iseng

Penjual Bubur Jadi Korban Pinjol Gara-Gara Iseng

Pinjol – Pinjol Ilegal kembali memakan korban. Kali ini korbannya adalah  seorang penjual bubur di Makassar. Korban mengaku diminta mengembalikan pinjaman plus bunga walaupun belum menyetujui permohonan pinjaman. Ini dia kisah lengkapnya

Penjual Bubur Korban Pinjol Ilegal

Adalah Shinta Bawole, seorang penjual bubur yang memiliki alamat di Jl Cendrawasih No 375A, Makassar yang terpaksa mengembalikan pinjol sebesar Rp700 ribu setelah menerima transferan uang sebesar Rp448 ribu. Yang jadi masalah adalah Shinta belum menyetujui pinjol tersebut.

“Saya ditransferkan uang Rp448 ribu di rekening saya tadi pagi, dan harus mengembalikan sebesar Rp700 ribu dalam waktu delapan hari ke depan, padahal saya sama sekali tidak setuju peminjaman itu,” keluh Shinta, Rabu (8/1/2020).

Semuanya bermula saat Shinta mengunduh aplikasi pinjol dari playstore. Shinta pun sempat menanyakan besar maksimal dana yang bisa dicairkan. Setelah itu, ia menghapus chat sekaligus aplikasi pinjol tersebut dari ponselnya.

“Saya cuma mau lihat berapa dana paling tinggi yang bisa dia cairkan, setelah itu saya tidak tanggapi lagi dan langsung hapus aplikasinya karena saya tidak pakai,” kata Shinta.

Shinta langsung panik begitu menerima pesan singkat yang menginformassikan kalau pinjamannya telah disetujui dan dana sebesar Rp448 ribu telah ditransfer ke rekeningnya. Menurut pesan singkat tersebut, ia juga harus bisa mengembalikan pinjaman uang tersebut sebesar Rp700 ribu dalam delapan hari ke depan.

“Saya kagetlah kan saya tidak ada pinjam uang di aplikasi itu, kenapa dia bisa main cairkan dana semaunya begitu, terus dalam waktu 8 hari saya dikenakan bunga Rp 252 ribu yang harus saya bayar. Padahalkan saya tidak mau pinjam,” keluhnya.

Panik, Shinta pun langsung menghubungi nomor telepon yang ada di pesan singkat tersebut, namun tidak terhubung. Ia juga berusaha menghubungi lewat email, namun email yang tertera tidak terdaftar.

Tanggapan OJK

Menanggapi hal tersebut, Zulmi, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 yang mencakup wilayah Sulawesi, Manado dan Papua (Sulamapua), mengaku prihatin. “Kita prihatin masih ada masyarakat yang menjadi korban fintek abal, saya harap masyarakat berhati-hati terhadap fintech, apalagi yang tidak terdaftar OJK,” kata Zulmi.

Selain itu, Zulmi juga menyarankan para korban fintech ilegal untuk melapor ke polisi apabila merasa dirugikan.

“Mungkin bisa hubungi yang memberi, dan kembalikan uangnya, kalau merasa dirugikan laporkan ke penegak hukum,” sarannya.

Rekomendasi Perumahan

Promo KPR

Bunga Mulai Dari

1 %

Ajukan sekarang sebelum naik