Pengertian Lengkap Kredit Multi Guna

Bagi Anda yang sudah tidak asing dengan transaksi-transaksi dan produk-produk perbankan tentu tidak asing dengan istilah kredit tanpa agunan, KPR dan kredit multiguna. Ketiga produk tersebut memiliki keunggulan masing-masing yang akan memberikan fasilitas sesuai kebutuhan Anda. 

Sebelumnya kami sudah memberikan pemaparan mengenai KPR dan KTA disertai dengan keunggulan dari masing-masing produk tersebut. Pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan secara rinci mengenai kredit multiguna. Khususnya bagi Anda yang baru saja berkenalan dengan produk perbankan salah satunya produk yang satu ini.

Jika datang ke bank dan mengajukan kredit untuk kebutuhan konsumtif dan mendesak setidaknya Anda akan disuguhi dengan dua produk utama yaitu Kredit Tanpa Agunan atau yang lebih dikenal dengan KTA dan Kredit Multiguna.

Jenis Kredit Multiguna

Perbedaan utama dari kedua jenis produk tersebut adalah ada atau tidaknya jaminan berupa aset nasabah yang dipersyaratkan oleh pihak perbankan kepada nasabah yang mengajukan kredit.

Biasanya jaminan aset yang diserahkan kepada bank dapat berupa tanah, rumah, kendaraan bermotor dan deposito atau logam mulia bahkan SK kerja seperti PNS misalnya. Tentu dengan semakin tingginya nilai aset yang dijaminkan maka anda dapat mengajukan plafon kredit yang semakin tinggi juga.

Terkadang ada juga aset lain seperti kapal, mesin pabrik dan pesawat terbang yang dijaminkan. Tentu ini adalah kasus yang terjadi hanya di antara perusahaan besar dan bank saja.

Namun Anda juga yang berprofesi sebagai petani dan peternak mungkin untuk menjaminkan hasil ternak hingga hasil perkebunan Anda. Bank biasanya akan menerima jaminan berupa sapi betina produktif atau sapi betina bunting. Jika sebagai petani, biasanya bank akan menerima produk seperti kopi tentu hanya yang berkualitas tinggi.

Untuk Apa Saja Kredit Ini Dapat Digunakan

Seperti namanya kredit jenis ini dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan konsumtif. Tidak seperti KPR misalnya yang khusus diajukan apabila Anda akan melakukan pembelian dan renovasi hunian.

Produk Kredit Multiguna memungkinkan Anda untuk membiayai keperluan pernikahan, pendidikan, pengobatan, pembelian barang-barang elektronik hingga menjadi modal usaha. Karena bentuk dari kredit ini sama fleksibelnya dengan produk kredit KTA.

Apa Saja Keuntungan dan kekurangannya?

Jika berencana untuk mengambil kredit ini pertimbangkanlah beberapa keuntungan dan kekurangan dari kredit multiguna. Beberapa keuntungannya antara lain:

  1.       Limit pinjaman tinggi

Seperti yang telah kami sebutkan sebelumnya, kredit dengan jaminan ini memungkinkan  bank untuk menurunkan risiko gagal bayar nasabah. Karena jaminan yang diserahkan ke bank dapat dilelang apabila nasabah yang mengajukan kredit mengalami gagal bayar. Sehingga bank mengalami kerugian yang lebih sedikit.

Selain karena memiliki risiko gagal bayar yang lebih rendah, limit pinjaman kredit multiguna berhubungan linier dengan nilai jaminan nasabah. Semakin tinggi nilai jaminan maka Anda dapat menerima limit pinjaman yang lebih tinggi bahkan mencapai satu miliar.

  1.       Penggunaan kredit yang fleksibel

Kami telah menyinggung perihal fleksibilitas produk kredit multiguna dibandingkan produk kredit seperti KTA dan KPR. Produk KTA biasanya hanya dibatasi untuk membiayai pembiayaan kebutuhan konsumtif. Sedangkan KPR sudah sangat spesifik untuk memenuhi kebutuhan hunian. Adapun Kredit multiguna mampu mencakup kebutuhan semuanya itu bahkan menjadi modal bisnis sekalipun.

  1.       Tenor yang bisa lebih dari lima tahun

Kredit multiguna juga memungkinkan Anda untuk melakukan pelunasan kredit dalam waktu lebih dari lima tahun. Jika melihat alur dari produk kredit multiguna belakangan ini sudah banyak bank yang memberikan tenor kredit multiguna hingga 10 tahun seperti KPR bahkan mungkin bisa lebih. Sementara jika dibandingkan dengan KPR yang memberikan tenor pelunasan 3 tahun tentu hal ini akan semakin memudahkan Anda.

Selain keuntungan-keuntungan yang memudahkan Anda, ada juga risiko atau kekurangan yang mungkin Anda hadapi jika mengajukan kredit multiguna ini. Antara lain:

  1.       Hanya yang memiliki jaminan yang bisa mengajukan kredit

Sesuai dengan ketentuan dasar dari produk ini yang mengharuskan nasabah pengajuanya untuk memiliki pinjaman. Maka hanya nasabah yang memiliki aset yang sesuai dengan kriteria perbankan saja yang dapat mengajukan pinjaman.

  1.       Proses pengajuan yang lama

Berbeda dengan KTA yang tidak membutuhkan waktu lama untuk segera cair. Pengajuan kredit multiguna dapat dikatakan membutuhkan waktu yang lebih lama hingga dana nya cair. Hal ini wajar dikarenakan waktu membutuhkan waktu untuk menaksir kesesuaian nilai antara aset yang dijaminkan dengan nilai kredit yang diajukan.

Biasanya jika nilai aset yang dijaminkan lebih kecil dari jumlah kredit yang diajukan Anda akan diminta menambah aset yang dijaminkan kepada bank. Tentu dengan adanya proses ini akan menambah waktu yang dibutuhkan hingga dana yang diajukan cair.

  1.       Aset melayang jika gagal bayar

Pastinya Anda sudah mengerti dengan mekanisme ini, di mana bank dapat menyita hingga melelang aset yang dijaminkan jika Anda mengalami gagal bayar.

Untuk mengantisipasi hal ini Anda harus sangat bijak dalam mengelola kredit hingga keuangan Anda jangan sampai menyebabkan salah satu kredit Anda mengalami gagal bayar.

Checklist Kriteria Kredit Multiguna yang Terpercaya

Jika Anda mencoba mencari produk kredit multiguna dalam mesin pencari Anda akan melihat hamper semua bank menawarkan produk ini. Tetapi bagaimana caranya agar Anda dapat memilih tempat pengajuan yang paling tepat? Berikut kami lampirkan checklist kriteria penyedia kredit multiguna terpercaya.

KriteriaKeteranganCheck
Bebas biaya lain-lainSemakin sedikit biaya diluar keperluan kredit multiguna institusi yang diajukan semakin kredibelü   
Biaya (fee) rendahNilai suku Bunga yang rendah akan semakin memudahkan nasabah yang mengajukan pembiayaan dalam jangka waktu lamaü   
Tenor panjangTenor yang semakin panjang akan meringankan nominal cicilan yang harus dibayarü   
Waktu pencairan dana yang relatif cepatPilih institusi yang maksimal menyelesaikan pengajuan hingga proses pencairan selama 14 hariü   
Biaya penalti yang rendahBiasanya tingkat biaya penalti berkisar antara 2%-3%ü   

Persyaratan Umum Pengajuan Kredit Multiguna

Setelah Anda mengetahui penjelasan keuntungan dan kekurangan dari jenis kredit ini. Lalu persyaratan apa saja yang diperlukan jika ingin mengajukan kredit multiguna?

Persyaratan Umum

  •         Berusia minimal 21 tahun ketika mengajukan dan 55-60 ketika masa akhir pelunasan
  •         Memiliki penghasilan bulanan yang rutin sesuai dengan jumlah angsuran

Checklist Dokumen

Dokumen/Jenis PekerjaanKaryawanWirausahaProfesional
Formulir Aplikasi Pinjaman
Fotokopi KTP/KITAS dan pasangan (bila sudah menikah)
Fotokopi Kartu Keluarga
Fotokopi Akta Nikah / Akta Cerai / Akta Kematian
Fotokopi NPWP
Fotokopi Rekening Tabungan (3 bln terakhir)
Bukti Penghasilan (Slip Gaji/SKP/SPT)
Fotokopi Rekap Penghasilan (Bon / Salinan Piutang / Catatan Penjualan 3bln terakhir
Fotokopi Surat Izin Profesi
Fotokopi akta pendirian/SIUP/TDP
Foto Usaha / Tempat Praktek
Fotokopi Rekening Listrik 6 Bulan Terakhir atau PBB 2 tahun terakhir

Biaya dalam Pengajuan Kredit Multiguna

Pada tahap selanjutnya jika Anda benar-benar ingin mengajukan kredit multiguna. Setidaknya aka nada beberapa biaya yang perlu dipersiapkan antara lain:

  •         Biaya di Muka

Biaya di muka adalah biaya yang harus dikeluarkan di luar dana yang diberikan oleh bank. Besarannya antara 1,5%-5%. Tentu besaran dan biaya di muka merupakan kebijakan institusi Anda mengajukan kredit multiguna ini.

  •         Biaya Materai

Biasanya untuk produk-produk kredit seperti kredit multiguna nasabah akan dibebaskan dari biaya materai. Namun, masih ada beberapa institusi yang tetap membebankan biaya materai kepada nasabah.

  •         Biaya Asuransi

Biaya ini diterapkan oleh institusi pemberi kredit seperti bank sebagai upaya prefentif karena jumlah kredit dalam angka besar serta waktu yang lama. Tentu sebagai institusi keuangan ketika masih ada dana yang dikreditkan sementara nasabah sudah meninggal dunia akan menjadi risiko tersendiri bagi bank.

  •         Biaya Provinsi

Biaya provinsi sering juga disebut sebagai biaya admin. Karena mekanisme dari kedua jenis biaya ini hamper sama. Nasabah akan dikenakan biaya di awal pengajuan dan biasanya dipotong langsung dari kredit yang diberikan oleh bank. Besarannya bisa 0%-3,5%. Hal itu tergantung kebijakan bank.

Ada juga bank yang tidak menerapkan biaya ini. Implikasinya bank akan menerapkan biaya admin yang cukup tinggi nantinya.

  •         Biaya Penalti

Biaya penalti adalah biaya yang dibayarkan oleh nasabah apabila melakukan pelunasan cicilan lebih cepat. Biasanya biaya penalti berkisar antara 5%-6% tergantung kebijakan institusi.

  •         Biaya Bunga

Biaya bunga merupakan hal yang sudah pasti ada dalam transaksi institusi keuangan. Biasanya akad dalam transaksi menjadikannya berbeda sehingga pada institusi keuangan syariah dikenal dengan margin sedangkan di institusi keuangan konvensional dikenal dengan bunga.

Menghitung Bunga Kredit Multiguna

Sebelumnya kami telah menyebutkan mengenai bunga dari kredit multiguna. Tetapi sebelum membahas mengenai besaran dan cara menghitungnya, sebaiknya Anda mengenali jenis-jenis bunga yang ditetapkan. Karena jenis bunga yang Anda pilih akan berpengaruh kepada besaran dan waktu pelunasan cicilan Anda. Jenis bunga yang akan ditawarkan oleh bank biasanya ada 2, yaitu:

  •  Floating rate

Skema ini akan membagi periode pencicilan dengan suku bunga yang berbeda. Misalnya besaran bunga pada cicilan periode 1-3 tahun sebesar 8%. Kemudian dari tahun ke 4-terakhir cicilan akan diubah menjadi 12%.

  • Flat rate

Berbeda dengan floating rate, jika Anda menggunakan suku bunga tetap selama periode pencicilan tidak aka nada perubahan suku bunga. Misalnya Anda memilh suku bunga tetap 12% perbulan. Maka nilai suku bunga tersebut harus dibayarkan dari awal hingga akhir periode setiap bulannya.

Adakah Proses Survey Dalam Kredit Multiguna?

Hal ini merupakan murni kebijakan institusi yang menyediakan kredit untuk melakukan survey. Jika aset-aset seperti kendaraan, ternak, komoditas bisa jadi tidak memerlukan survey untuk menuju proses pencairan. Berbeda dengan aset property yang biasanya dilakukan survey untuk mematikan nilai present value dari aset property itu.

Demikianlah penjelasan mengenai kredit multiguna. Semoga artikel ini membantu dan memperjelas pemahaman para pembaca. Kami juga akan sangat senang untuk memberikan masukan dan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pada kolom komen di bawah.

Rekomendasi Perumahan

Promo KPR

Bunga Mulai Dari

1 %

Ajukan sekarang sebelum naik