mengubah hgb ke shm
4.5/5

Panduan Mengubah HGB ke SHM

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Mengubah HGB ke SHMSertifikat Hak Milik (SHM) merupakan jenis sertifikat properti yang legalitasnya paling kuat. Dan, membantu melegalkan kepemilikan properti dalam rentang waktu yang sudah ditentukan. Sertifikat ini juga membantu kamu dalam memindahtangankan, baik untuk diwariskan atau dijual ke orang lain.

Hanya saja, realitanya akan berbeda jika kamu hanya memiliki sertifikat HGB (Hak Guna Bangunan). Oleh sebab itu, sebelum terlambat, sebaiknya kamu cari tahu terlebih dulu cara mengubah HGB menjadi SHM.

Sebelum pembahasasn berlanjut ke cara mengubah HGB menjadi SHM, kita paparkan terlebih dulu apa yang dimaksud Hak Guna Bangunan atau Hak Pakai.

mengubah hgb ke shm

Pengertian HGB

HGB atau Hak Pakai merupakan sertifikat yang digunakan untuk melegalkan property sesuai dengan kententuan hak pakai. Properti lahan yang bisa di-HGB-kan yaitu tanah milik negara, milik pengelolaan dan juga tanah miliki perorangan.

Properti yang ber-HGB ini bisa digunakan oleh siapa saja. Sebeba, di mata hukum, HGB atau hak pakai bisa kepada WNI (Warga Negara Indonesia) bahkan kepada WNA (Warga Negara Asing) yang stay di Indonesia.

Sertifikat HGB yang diberikan kepada WNI maupun WNA INI sudah melalui persetujuan menteri atau pejabat yang berwenang.

Contoh Kasus HGB

Umumnya, HGB atau Hak Pakai bisa dialihkan. Untuk pengalihan tersebut, tentu saja ada beberapa hal perlu kamu perhatikan. Jadi, jika lahan tersebut milik negara, maka hak pakai atau HGB hanya bisa dialihkan terhadap pihak lain yang sudah memperoleh izin dari pejabat yang berwenang.

Akan tetapi, jika lahan tersebut merupakan hak milik, maka pengalihan HGB ke pihak lain hanya bisa terjadi jika kasusnya seperti di bawah ini.

  • Tukar menuka
  • Jual beli
  • Penyertaan dalam modal
  • Hibah
  • Pewarisan

Adapun contoh kasus HGB lainnya, selain disebabkan rentang waktu yang sudah berakhir atau dialihkan secara sukarela, SHGB tidak berlaku lagi atau terjadi pembatalan SHGB jika terjadi pada kasus seperti berikut ini:

  1. Dibatalkan oleh Pejabat berwenang atau menteri
  2. Tidak memenuhi syarat dan kewajiban seperti yang sudah disepakati antara keduabelah pihak
  3. Keputusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap
  4. Pemegang hak pengelolaan ataupun hak milik tidak memenuhi kewajiban pemegang hak pakai sebelum rentang waktu habis.

Perlu diketahuin juga bahwa jika lahan yang bersertifikat hak pakai atau HGB tersebut musnah atau ditelantarkan, maka pembatalan SHGB pun mungkin saja bisa terjadi. Oleh sebab itu, penting jika mengubah HGB ke SHM.

Berikut ini Alasan Kenapa HGB harus Menjadi SHM

Kenapa HGB harus beralih ke SHM? Sebab HGB cenderung memiliki banyak kelemahan. Salah satu kelemahan HGB yaitu tak menandai kamu sebagai pemilik lahan. Sertifikat ini hanya memperbolehkan kamu untuk menggunakan lahan tersebut, misalnya membangun usaha atau rumah di atas lahan tersebut.

Bukan hanya itu, HGB juga memiliki rentang waktu, maksimal 25 tahun. Setelah rentang waktu habis, kamu harus kembali memperpanjangnya, dan kembali mengeluarkan biaya untuk perpanjangan HGB. Jika tidak mengikuti aturan ini, maka lahan harus dikembalikan ke pemilik, yaitu: perorang, pengelola, atau bahkan negara.

Properti berstatus SGHB tak hanya dijumpai pada gedung-gedung perkantoran atau juga ruko, tapi juga pada rumah-rumah. Umumnya, hal tersebut terjadi saat kamu membeli property dari hunian baru yang masih dalam tahap pembangunan oleh pengembang.

Hal tersebut terjadi karena develope merupakan badan hukum yang tak boleh memiliki tanah yang berstatus hak milik. Ya… Meski mereka membelinya dari lahan yang statusnya hak milik masyarakat. Jadi, jangan heran kalau kamu mendapati ada sejumlah hunian yang dijual masih memiliki status SHGB pada beberapa perumahan baru.

Untuk mengatasi hal tersebut, sejumlah develope pun mempersiapkan jasa untuk membantu mengurus SHGB menjadi SHM.  Namun, tak jarang para develope meminta para pembeli untuk mengurus proses tersebut sendiri.

Nah, jika kamu berada pada situasi seperti pada point terakhir yaitu mengharuskan kamu untuk mengurusnya sendiri, kamu harus mempersiapkan biaya untuk mengurus proses peralihan dari HGB menjadi SHM. Selain biaya, kamu juga harus mempersiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan.

Dokumen untuk Pembuatan Sertifikat Hak Milik (SHM)

Sebelum kamu membuat SHM ada beberapa dokumen yang perlu kamu persiapkan agar proses pembuatan lancar. Untuk pembuatan SHM sendiri terbagi menjadi 2 jenis, diantaranya: (1) untuk luas tanah < 600m2 dan (2) untuk luas tanah > 600m2. Berikut ini akan dipaparkan dokumen-dokumen yang diperlukan.

Dokumen untuk luas tanah < 600m2

Untuk proses pembuatan SHM tidak terlalu sulit. Selain hunian, bangunan yang status hak miliknya bisa diubah menjadi SHM, yaitu badan keagamaan, organisasi kemanusiaan, dan organisasinya lainnya yang sudah ditetapkan UU.

Bagi yang memiliki lahan <600m2, untuk mengurus pembuatan SHM, kamu hanya perlu datang ke kantor pertanahan di area tempat kamu tinggal. Adapun dokumen yang diperlukan seperti di bawah ini.

  1. Sertifikat asli HGB
  2. FC IMB
  3. FC SPPT PBB
  4. FC KTP dan KK
  5. SK dan ID penerima kuasa
  6. Surat pernyataan tak memiliki tanah perumahan > 5 bidang
  7. Surat Kuasa
  8. Surat Waris (Jika properti adalah warisan)

Dokumen untuk luas tanah > 600m2

Jika luas tanah yang kamu miliki lebih dari 600m2, maka untuk proses pembuatan SHM, kamu harus ke BPN untuk konstetaring report untuk mengurus permohonan hak milik.

Setelah semua berkas dan surat permohonan sudah diterima, berikutnya petugas BPN akan melakukan proses pengukuran lahan. Hasil ukur ini nantinya akan dimasukan dalam peta tanah di BPN. Setelah proses tersebut selesai, BPN menerbitkan surat ukur bertandatangan kepala seksi (pengukuran dan pemetaan).

Setelah itu, tim PHT (Pemberian Hak Tanah) akan memproses segera pemberian hak berupa SK Hak Milik. Sertifikat ini juga diterbitka  oleh tim seksi PHI (Pendaftaran Hak dan informasi) berupa SHM yang sudah berbentuk buku.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai HGB/Hak Pakai yang ingin diubah menjadi SHM/Hak Milik. Jika tidak ingin ribet, kamu bisa menggunakan jasa untuk mengurus semuanya.

Semoga informasi ini bermanfaat.