fbpx

Panduan Mengajukan KPR Untuk Wiraswasta

Membeli rumah membutuhkan dana yang cukup besar sehingga kamu harus menabung terlebih dahulu. Namun ada cara lain yang bisa kamu tempuh supaya bisa memiliki rumah sendiri dalam waktu yang lebih cepat. Selain dengan cara menabung, kamu bisa mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Program KPR ini telah banyak ditawarkan perbankan dan bisa diikuti oleh semua orang yang memenuhi kriteria, salah satunya wiraswasta. Pengajuan KPR ini tak semudah yang orang-orang pikir. Maka dari itulah, ada baiknya kamu membaca panduan mengajukan KPR untuk wiraswasta terlebih dahulu.

Wiraswasta merupakan salah satu profesi yang bisa diterima dalam mengajukan KPR. Hanya saja, bank tetap memberlakukan persyaratan yang perlu kamu penuhi. Selain itu, bank juga memiliki ketentuan yang harus kamu patuhi. Mengingat KPR pada dasarnya melibatkan dana yang sangat besar. Maka tak heran jika bank sangat berhati-hati ketika memberikan kredit ini. Untuk kamu yang berprofesi sebagai wiraswasta dan ingin mengajukan KPR, ada baiknya kamu simak info lengkap mengenai panduan mengajukan KPR untuk wiraswasta berikut ini.

Panduan Mengajukan KPR Untuk Wiraswasta

Saat kamu ingin mengajukan KPR, langkah pertama yang perlu kamu lakukan ialah menyiapkan pembukuan keuangan secara rutin. Hal ini digunakan sebagai bukti pendapatan usaha yang dimiliki. Pada umumnya, bank akan meminta laporan keuangan usaha minimal dalam satu tahun terakhir. Tak hanya itu saja, kamu juga perlu menyetorkan pendapatan secara rutin ke bank. Hal ini dikarenakan bank akan melihat transaksi keuangan di rekening kamu untuk mengetahui pergerakan keuangan. Umumnya, bank cenderung lebih percaya pada transaksi keuangan yang ada rekening jika dibandingkan dengan laporan keuangan yang kamu buat.

Setelah itu, kamu wajib memenuhi semua persyaratan yang diberlakukan pihak bank. Adapun persyaratan KPR di bank untuk wiraswasta umumnya ialah sebagai berikut.

  • Warga Negara Indonesia (WNI) dan berdomisili di Indonesia
  • Usia minimum 21 tahun atau telah resmi menikah
  • Usia nasabah ketika jatuh tempo KPR maksimal 65 tahun
  • Tidak masuk dalam daftar hitam atau kredit macet Bank Indonesia
  • Menyerahkan surat permohonan KPR

Selain persyaratan umum tersebut, pihak bank juga memberlakukan persyaratan dokumen yang perlu kamu lengkapi. Berikut ulasannya.

  • Fotokopi KTP pemohon
  • Fotokopi KTP suami/istri (apabila sudah menikah)
  • FC Kartu Keluarga (KK)
  • Fotokopi akta nikah/akta cerai/akta pisah harta
  • Fotokopi NPWP
  • FC rekening koran/tabungan/giro selama 3(tiga) bulan terakhir
  • Pas foto suami dan istri berukuran 4×6 masing-masing 2 lembar
  • Fotokopi dokumen jaminan seperti halnya Sertifikat Hak Milik (SHM), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), IMB (Izin Menggunakan Bangunan), dan AJB (Akta Jual Beli)
  • Izin usaha (TDP, SIUP, dan NPWP)
  • Laporan keuangan selama 1-2 tahun terakhir (tergantung pihak bank pemberi KPR)
  • Akta pendirian perusahaan
  • Mutasi rekening di bank minimum tiga bulan

Setelah menyerahkan semua berkas dokumen yang dibutuhkan, pihak bank akan mengecek (survey) apakah kamu layak mendapatkan KPR atau tidak. Baru setelah survey, bank akan meminta kamu untuk wawancara. Setelah proses wawancara ini, pihak bank akan memutuskan diterima atau tidak pengajuan KPR yang kamu lakukan.

Tips Pengajuan KPR Untuk Wiraswasta Supaya Diterima

Setelah kamu membaca panduan mengajukan KPR untuk wiraswasta, ada baiknya kamu juga mengetahui tips pengajuan KPR supaya diterima oleh pihak bank. Tips yang pertama ialah melakukan perbandingan awal. Ada baiknya kamu melakukan perbandingan antara bank satu dengan bank yang lain. Perlu diingat, setiap bank memiliki berbagai aturan serta kebijakan yang berbeda-beda dalam memberikan pelayanan. Dengan begitu, sangat penting bagi kamu untuk melakukan perbandingan tersebut.

Tips selanjutnya ialah mendatangi bank dengan penampilan yang menyakinkan. Perlu untuk kamu ketahui, penampilan cenderung memengaruhi pandangan orang. Maka dari itu, datanglah dengan penampilan yang rapi. Selain itu, lengkapi diri dengan pemahaman KPR yang cukup memadai. Kamu mulailah bicara dengan penuh keyakinan. Meski bukan penentu utama, akan tetapi kamu bisa menunjukkan pada bank bahwa pengajuan KPR kamu layak disetujui. Tanyakan secara detail tentang berbagai hal yang kamu anggap penting, seperti jumlah dana KPR, jumlah uang muka, besaran bunga, tenor, atau keuntungan yang bisa kamu dapatkan nantinya.

Artikel Menarik Lainnya