pajak jual beli rumah
4.5/5

Pajak Jual Beli Rumah yang Perlu Kamu Pahami

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Pajak Jual Beli Rumah – Membeli rumah memang menjadi impian semua orang. Rumah memang menjadi tempat terbaik untuk beristirahat dan tentunya melindungi diri dari panas dan hujan.

Dalam proses membeli rumah, kamu perlu tahu mengenai peraturan dan perhitungan pajak. Ya, dalam proses jual beli rumah, pembeli maupun penjual diwajibkan membayar pajak setelah keduanya menyepakati harga rumah.

Mengetahui peraturan dan perhitungan pajak sangat penting. Sebab, nominal pajak yang wajib dibayarkan berpengaruh pada dana yang akan diberikan pembeli dan diterima oleh penjual.

Oleh karena itu, sangat penting bagi siapa saja yang melakukan transaksi jual beli tanah atau rumah untuk mengetahui aturan serta perhitungan pajak.

Dalam proses jual beli rumah, ada 4 jenis pajak yang perlu kamu ketahui yaitu: pajak yang dikenakan untuk penjual, pajak bangunan, pajak yang dikenakan untuk pembeli dan PPN. Berikut ini penjelasannya. Simak ya!

Baca juga: Beberapa Jenis Sertifikat Rumah dan Penjelasannya

pajak jual beli rumah

Pajak Penghasilan: Pajak Jual Beli Rumah untuk Pihak Penjual

Dalam proses jual beli rumah ada biaya pajak yang perlu dibayarkan. Untuk penjual dikenal dengan pajak penghasilan (PPh).

Dasar hukum PPh dalam proses jual beli tanah atau rumah ini tertuang dalam Pasal 1 ayat 1 dan 2 PP 34/2016 tentang Pajak Penghasilan Atas Penghasilan dati Pengalihan Hak Atas Tanah dan/atau Bangunan, dan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Atas Tanah dan/atau Bangunan Beserta Perubahannya.

Sementara menurut Peraturan pemerintah nomor 34 tahun 2016 mengenai Tarif Baru PPh Final dan atas Pengalihan Hak Atas Tanah/Bangunan, besar PPh yang diterapkan untuk pejualan rumah yaitu 2,5%.

Nah, untuk memudahkan kamu dalam menghitung berikut ini rumus cara menghitung PPh dalam proses jual beli rumah.

PPh: 2,5 x jumlah bruto nilai ha katas tanah dan/atau bangunan

Jadi, jika rumah mempunyai harga jual sebesar Rp 1 miliar, PPh yang wabij dibayarkan yaitu 2,5% dari nominal tersebut atau setara dengan Rp25 juta.

Pembayaran PPh yang wajib dilakukan sebelum diterbitkannya Akta Jual Beli yang sesuai dengan harga rumah atau tanah yang telah disepakati bersama, baik penjual maupun pembeli.

Pajak Bumi dan Bangunan

Selain pajak penghasilan yang diperuntukan untuk penjual, ada juga pajak bumi bangunan. Pajak Bumi dan Bangunan atau yang dikenal juga dengan sebutan PBB ini wajib juga dibayarkan.

Pajak ini wajib dibayarkan oleh individu atau badan yang mendapat manfaat dari hak atas tanah dan bangunannya.

Oleh karena itu, setiap penjual tanah atau rumah wajib hukumnya untuk melunai PBB tahunan sebelum rumah atau tanah dialihkan kepada pembeli.

Mengenai cara perhitungan PBB ini ada dasarnya. Jadi, dasar perhitungan PBB ini yaitu Tarif 0,5 dikali NJKP (Nilai Jual Kena Pajak), sementara NJKP didapat 20% dari NJOP

Misal NJOP rumah kamu senilai Rp125.000.000, jadi perhitungannya seperti ini:

NJKP = 20% x Rp125.000.000 = Rp25.000.000

PBB= 0,5% X Rp25.000.000 = Rp125.000

Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan: Pajak Jual Beli Rumah untuk Pihal Pembeli

Sama hal dengan PPh, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) juga merupakan pajak yang diberikan untuk pembeli rumah.

Umumnya, pajak ini sebesar 5% dari harga jual rumah, namun dikurangi Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP).

Jumlah NPOPTKP ini sendiri sudah ditetapkan oleh masing-masing pemerintah daerah setempat dimana rumah tersebut berdiri.

Nantinya, pembeli rumah diwajibkan membayar pajak ini untuk sebagai tanda atas perolehan hal atas tanah dan bangunan yang sudah dia beli.

Baca juga: Biaya Balik Nama Rumah yang Perlu Dipersiapkan

Pajak Pertambahan Nilai

Pajak berikutnya yaitu Pajak Pertambahan Nilai atau yang juga dikenal dengan sebutan PPN. Pajak ini khusus untuk proses jual beli rumah oleh pihak developer.

Pajak ini wajib kamu bayar sebesar 10% dari harga tanah atau rumah. Jika kamu membeli rumah bekas atau second, maka PPN-nya wajib kamu bayar sendiri ke kas negara.

Nah, itulah informasi mengenai aturan dan perhitungan dalam proses jual beli rumah. Semoga informasi ini bermanfaat. Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan tanyakan ke kolom komentar.

Bagi kamu yang berminat untuk membeli rumah, sementara uang yang kamu punya belum cukup, kamu bisa menggunakan layanan kredit multi guna. Jika bingung mengenai tata caranya, kamu bisa langsung konsultasikan ke tim KPR.online.

Baca juga: Panduan Kredit Multi Guna