over kredit kpr
4.5/5

Panduan Over Kredit KPR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Over Kredit KPR – Siapa yang tak butuh rumah? Semua orang pasti membutuhkannya. Untuk membeli rumah memang membutuhkan perjuangan keras, bahkan butuh nabung bertahun-tahun lama. Maka dari itu, banyak yang memilih untuk membeli rumah dengan system KPR.

Membeli rumah dengan system KPR karena pembayarannya bisa dicicil. KPR memang menguntungkan bagi sejumlah orang. Hanya saja, tak sedikit juga yang kewalahan untuk membayar cicilannya. Meski diawal mungkin pembayarannya lancar, namun banyak hal bisa terjadi, misalnya dipecat dari pekerjaan sehingga kamu pun tidak mendapatkan pengahasilan tetap. Imbasnya, kamu kesulitan membayar cicilannya.

Jika kondisi seperti ini sudah terjadi, salah satu solusinya yaitu dengan menjual rumah KPR atau lebih dikenal dengan over kredit.

over kredit kpr

Pengertian Over Kredit

Mungkin masih banyak yang belum tahu bahwa rumah yang belum lunas KPR-nya ternyata bisa di jual yang umumnya dikenal dengan over kredit. Jadi, Over Kredit KPR merupakan layanan Bank yang dapat digunakan jika nasabah ingin membeli atau menjual rumah yang masih di KPR-kan ke Bank atau masih memiliki cicilan KPR ke bank dan belum lunas.

Info selengkapnya bisa baca disini.

Cara Over Kredit

Sebelum mengajukan over kredit, ada bebrepa cara yang mesti kamu perhatikan. Sebab, pengajuan ini tak sembarangan. Jadi, jangan asal mengajukan saja ke Bank, ada langkah-langkah yang mesti diperhatikan agar proses Over Kredit tidak menimbulkan risiko dan tidak merugikan siapapun.

Berikut beberapa cara over kredit KPR, antara lain: negosiasi harga jual rumah, cek sisa cicilan KPR, Persiapkan dokumen, dan lain sebagainya. Info selengakpannya mengenai cara atau langkah-langkahnya bisa dilihat disini.

Biaya Over Kredit

Nah, setelah sudah paham mengenai langkah-langkahnya, kamu juga harus tau biayanya. Ya, baik penjual atau pembeli perlu tahu biaya over kredit KPR, agar bisa mempersiapkan berapa biaya yang perlu dikeluarkan untuk proses over kredit ini.

Bagi pihak Pembeli, Biaya yang perlu dikeluarkan sama seperti pada transaksi KPR reguler. Sedangkan bagi penjual akan ada biaya penalti pelunasan. Untuk lebih jelasnya, silakan baca pada halaman ini.

Simulasi Over Kredit

Bagaimana? Sampai disini, apakah masih bingung mengenai apa itu over kredit? Baiklah, agar kamu memiliki gambaran mengenai over kredit, kamu bisa simak simulasi over kredit berikut ini.

Jadi, 5 tahun lalu Budi membeli rumah seharga Rp350juta dengan uang muka Rp50juta dan plafond yang diberikan adalah 300 juta dengan tenor 15 tahun. Namun, memasuki tahun ke-enam, Budi berencana untuk menjualnya karena sudah tak mampu membayar cicilannya.

Budi mulai menghitung cicilan yang selama ini sudah dia keluarkan. Jadi, selama 5 tahun itu, Budi sudah membayar cicilan sebesar Rp 2.954.219,- selama 36 kali dengan periode bunga fix dan sudah membayar Rp 3.782.762 sebanyak 24 kali.

Info lengkap mengenai simulasi over Kredit bisa dilihat disini.

Keuntungan Over Kredit

Perlu kamu ketahui, jika dilakukan dengan cermat, jika dilakukan dengan cermat, Rumah bisa menjadi sangat menguntungkan. Jadi, yang ingin melakukan proses over kredit, ada sejumlah keuntungan yang bisa didapatkan baik bagi penjual maupun bagi pembeli. Info selengkapnya bisa lihat pada halaman ini.

Syarat Over Kredit

Sampai disini, sudah semakin paham mengenai over kredit, kan? Perlu diingat, sebelum mengajukan over kredit, pastikan kondisi rumah dalam keadaan terawat, kredit berjalan dengan baik tidak ada tunggakan, lolos BI checking dan sudah memiliki sertifikat bukti legalitas agunan. Jika semua sudah aman, selanjutnya, kamu harus mempersiapkan syarat-syaratnya.

Mengenai info syarat-syaratnya, selengkapnya bisa dilihat pada halaman Syarat Over Kredit.

Dokumen Over Kredit

Agar pengajuan over kredit bisa langsung diproses pihak Bank, ada beberpa dokumen over kredit KPR yang perlu dipersiapkan. Jadi, dokumen yang perlu dipersiakan ada dua, yaitu: dokumen pribadi (pihak pembeli) dan dokumen rumah (pihak penjual). Selengkapnya bisa dilihat pada halaman Dokumen Over Kredit.

Nah, itulah informasi mengenai Over Kredit KPR yang perlu kamu ketahui. Semoga bisa bermanfaat.  Jika ada informasi yang kurang mengenai over kredit, silakan tambahkan di kolom komentar.