OJK Kembali Tutup 125 Fintech Ilegal, Ini Daftarnya

OJK kembali tutup 125 fintech ilegal

Satgas Waspada Investasi kembali menemukan 125 fintech peer-to-peer lending ilegal yang beroperasi tanpa mengantongi izin OJK.

Satgas Waspada Investasi merupakan satuan tugas penanganan dugaan tindakan melawan hukum di bidang penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi.

Satuan tugas ini terdiri dari terdiri dari 13 kementerian/lembaga yaitu OJK, Bank Indonesia, Kementerian Kominfo, Kementerian Agama, Kementerian Perdagangan, Kemendagri, Kementerian Koperasi dan UMKM, Kemendikbud, Kemenristek, Kejaksaan Agung, Kepolisian RI, PPATK dan BKPM.

Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing, dalam keterangan pers kepada cnbcindonesia.com mengatakan “Kegiatan fintech peer-to-peer lending ilegal masih banyak beredar lewat website maupun aplikasi serta penawaran melalui sms. Kami meminta masyarakat untuk berhati-hati sebelum melakukan pinjaman secara online dengan melihat apakah aplikasi peer-to-peer lending tersebut telah terdaftar di OJK atau belum,”

Sebelum ini, pada 7 Oktober 2019 Satgas Waspada Investasi  juga telah menindak 133 entitas fintech peer-to-peer lending ilegal.

Dengan begitu, sampai dengan November 2019 sebanyak 1494 entitas fintech ilegal telah ditangani oleh Satgas Waspada Investasi. Angka tersebut menjadikan jumlah entitas ilegal yang telah ditemukan sejak tahun 2018 hingga November sebanyak 1898 fintech.

Sebagai usaha untuk mencegah bertambahnya korban fintech peer-to-peer lending ilegal, Satgas Waspada Investasi telah bekerjasama dengan 13 kementrian/lembaga dan pihak-pihak terkait.

Salah satu pihak yang diajak bekerjasama adalah asosiasi fintech. Bersama dengan asosiasi fintech, Satgas Waspada Investasi melakukan sosialisasi informasi kepada masyarakat agar lebih bijak dan berhati-hati dalam berinvestasi di fintech peer-to-peer lending. Selain itu, dibuka juga layanan pengaduan yang diberi nama Warung Waspada Investasi.

Daftar 125 Fintech  Ilegal

Ini dia daftar 125 fintech tidak berizin yang telah dirilis Satgas Waspada Investasi

OJK kembali tutup 125 fintech ilegal OJK kembali tutup 125 fintech ilegal OJK kembali tutup 125 fintech ilegal OJK kembali tutup 125 fintech ilegal OJK kembali tutup 125 fintech ilegal OJK kembali tutup 125 fintech ilegal OJK kembali tutup 125 fintech ilegal

Jawaban PT Takjub Teknologi Indonesia untuk Kasus 125 Fintech Ilegal

Victoria Christa, Brand Communications Manager PT Takjub Teknologi Indonesia (Ajaib), salah satu fintech yang tercantum dalam dokumen P2P Lending ilegal, menggunakan hak jawabnya terkait temuan Satgas Waspada Investasi.

Menurutnya, perusahaannya merupakan perusahaan efek, bukan perusahaan pembiayaan peer-to-peer lending. Karena sejak berdiri, perusahaannya melakukan kegiatan usaha sebagai perantara pedagang efek reksa dana.

“Saat ini, kami sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK dan Kemkominfo. Oleh karena itu, tidak tepat apabila bidang usaha kami dikategorikan sebagai peer-to-peer lending, sebagaimana dimuat dalam berita tersebut. Status perizinan & pendaftaran kami di OJK dapat dilihat di situs OJK https://reksadana.ojk.go.id/Public/APERDPublic.aspx?id=TTI69,” ujar Victoria dalam rilisnya.

OJK juga telah mengamini pernyataan Victoria dan memberikan kesempatan kepada Victoria untuk melakukan klarifikasi ke media.

Rekomendasi Perumahan

Promo KPR

Bunga Mulai Dari

1 %

Ajukan sekarang sebelum naik