bunga kpr turun
4.5/5

Nasabah Minta Bunga KPR Turun Ikuti Bunga Acuan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Bunga KPR Turun– Di era yang serba modern ini, untuk memiliki rumah bukan sekedar angan-angan. Salah satunya yaitu dengan menggunakan layanan KPR.

Layanan KPR sendiri merupakan fasilitas kredit atau pinjaman yang diberikan oleh bank kepada siapa saja yang ingin memiliki rumah dimana pembayarannya bisa dilakukan dengan cara mencicil.

Agar pengajuan KPR bisa langsung diproses pihak bank, tentunya segala macam persyaratan-nya harus lengkap.

Bagi yang permohonan KPR-nya sudah di-ACC pihak bank, maka tinggal membayar cicilan-nya per bulan lengkap dengan bunganya.

Namun, beberapa waktu belakangan ini, ada banyak nasabah KPR yang protes atau mengeluhkan bunga KPR naik seiring dengan bunga acuan turun. Seharusnya bunga KPR turun disaat bunga acuan turun.

bunga kpr naik

Nasabah KPR Protes Bunga KPR Naik Disaat Bunga Acuan Turun

Ya, sejumlah nasabah KPR (Kredit Pemilikan Rumah) pada sejumlah bank mengeluhkan atau protes karena bunga KPR naik seiring dengan bunga acuan Bank Indonesia (BI) turun.

Salah seorang nasabah BNI Griya yang enggan namanya disebutkan menuturkan bahwa dia bingung mengenai perhitungan pihak perbankan dalam menentukan penurunan atau kenaikan bunga KPR.

Dia kembali menuturkan bahwa harapannya bunga KPR tersebut adjustment-nya cepat atau setidaknya tidak mengalami kenaikan.

KPR Dari 2011 KPR seringkali mengalami BI rate turun, tapi masa cicilan cenderung tak berubah, yang ada malah tren-nya selalu naik selama 8 tahun terakhir.

Dia kembali menambahkan bahwa sebelumnya dia sempat mengajukan keberatan perihal bunga tersebut. Namun, persyaratan yang diminta memakan banyak waktu sementara dia tak mempunyai waktu banyak untuk mengurusnya.

Dia menceritakan bahwa dia sempat ke cabang bank yang dekat dengan kantornya, setelah itu pihak bank tersebut memintanya untuk menghubungi cabang sewaktu akad dulu, sedangkan cabang tersebut lumayan jauh dari tempatnya.

Akhirnya, pihak bank memintanya untuk menyiapkan surat permohonan penurunan bunga. CS-nya mengatakan kalaupun ada penurunan bunga juga nominal-nya kecil, sekitar ratusan ribu.

Sampai akhirnya, nasabah tersebut pun memilih untuk mundur dan tetap melanjutkan-nya pembayarannya dengan tagihan yang baru karena dia merasa tidak akan ada penurunan  bunga yang signifikan.

Selain nasabah BNI, nasabah BTN juga mengeluhkan adanya kenaikan bunga KPR sebesar 0,25 persen. Salah satu nasabah yang mengeluhkan atas kenaikan tersebut yaitu Robert Michael.

Dia menuturkan bahwa kenaikan bunga 0,25 persen memang sudah sesuai dengan floating bunga acuan. Namun, yang membuatnya heran dan bingung, bunga acuan-nya sudah turun, seharusnya bunga KPR turun juga, tapi ini malah naik.

Tips Bunga KPR Flat Sampai Lunas

Sebelumnya sudah disebutkan bahwa Suku Bunga Acuan BI (Bank Indonesia) sudah turun. Penurunan mencapai 25 bps (basis poin) atau 0,25%.

Meski ini seharusnya menjadi kabar gembira, nyatanya justru ada sejumlah bank yang menaikkan bunga KPR floating rate 0,25% hingga 0,5%.  Padahal bunga acuan Bank Indonesia ini menjadi tolak ukur dalam menentukan bunga.

Untuk mengatasi hal tersebut tentunya saja ada solusinya atau tips agar bunga KPR flat sampai lunas tanpa mengikuti bunga acuan.

Andy Nugroho selaku perencanaan keuangan dari MRE (Mitra Rencana Edukasi) memberikan tips jika ingin bunga KPR tetap flat.

Caranya yaitu bisa dengan pindah ke KPR yang memang memiliki sistem flat, misalnya saja bank syariah dengan akad murabahah.

Selengkapnya baca pada halaman ini.

Itulah informasi mengenai bunga kpr naik disaat bunga acuan turun. Semoga bermanfaat. ,Yuk bantu share informasi ini ke orang-orang sekitar kamu.

Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan tanyakan di kolom komentar. Tim KPR.online selalu siap menjawab segala macam pertanyaan yang berkaitan dengan KPR dan hal lainnya.