Mulai 2020, Pemerintah Hapus Subsidi Selisih Bunga KPR

Mulai 2020 pemerintah hapus subsidi selisih bunga kpr

Pemerintah Hapus Subsisi Selisih Bunga KPR – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memutuskan untuk menghentikan penyaluran subsidi selisih bunga KPR (KPR SSB)

Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Eko D. Heripoerwanto mengumumkan penghapusan KPR SSB akan berlaku secara resmi  pada 2020. di Media Center Kementerian PUPR, Kamis (26/12/2019), “Kami bisa lihat bahwa semua (subsidi) yang selama ini ada, kami teruskan kecuali subsidi selisih bunga,” ujarnya.

Masih menurut Eko, skema pembiayaan subsidi selisih bunga untuk KPR telah membebani fiskal pemerintah. Pasalnya, pemerintah harus terus menyiapkan anggaran sepanjang tenor pembiayaan KPR. Padahal kebanyakan nasabah mengambil tenor yang cukup panjang, sampai dengan 20 tahun.

Selama ini penerima KPR SSB membayar cicilan dengan bunga tetap sebesar  5%. Sementara itu, pemerintah harus membayarkan selisihnya dengan suku bunga perbankan yang berlaku. Masalahnya adalah suku bunga perbankan ini bersifat fluktuatif.

“Contoh pada November waktu terbit suku bunga komersial 11 persen, maka kami menutupi selisih 6 persen. Bulan berikutnya jadi 12 persen, jadi kami menutupi 7 persen,” ujar Eko.

Pergerakan anggaran yang fluktuatif ini menyulitkan proses rancangan anggaran karena jumlah tiap tahunnya tidak pasti.

“Jadi fluktuatif, kami tidak bisa prediksi tiap tahun karena kami sesuaikan dengan bunga yang berlaku,” tambahnya.

Bagaimana Nasib Subsidi Selisih Bunga KPR yang Sudah Berjalan?

Pada kesempatan sebelumnya, Eko sempat menyatakan bahwa program penghapusan subsidi selisih bunga hanya untuk permohonan KPR yang baru. Program yang sudah berjalan akan tetap dilanjutkan.

“Kalau sudah berjalan masih tetap berjalan,” kata Eko di Hotel Sultan Jakarta, Kamis (19/12/2019).

Eko menjelaskan bahwa penyaluran subsidi melalui skema SSB sebesar Rp3,1 triliun yang digunakan untuk membiayai 99.907 unit per 23 Desember 2019.

Walau program KPR SSB dihapuskan, pemerintah masih harus menyiapkan dana subsidi sebesar Rp3,8 miliar pada 2020, sebagai suntikan dana bagi program yang sudah berjalan.

Walaupun skema pembiayaan KPR SSB dihapuskan, pemerintah akan tetap mempertahankan skema subsidi KPR lain seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Bantuan Uang Muka Perumahan (SBUM), dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

Rekomendasi Perumahan

Promo KPR

Bunga Mulai Dari

1 %

Ajukan sekarang sebelum naik