Menjual Rumah Yang Belum Lunas KPR

Setiap keluarga Indonesia pasti memiliki impian untuk segera membangun atau memiliki rumah idaman. Berdasarkan penjelasan dan Bank Indonesia, KPR masih merupakan instrument favorit bagi konsumen untuk memenuhi kebutuhan hunian. Pada survey triwulan II tahun 2018 75,21% konsumen memilih untuk menggunakan KPR untuk memenuhi kebutuhan huniannya. Sementara 16,13% menggunakan tunai bertahap. Hanya 8,66% konsumen yang membayar secara tunai dan kontan.

Dengan jumlah pengguna KPR yang banyak terkadang ada saja kebutuhan mendadak yang tidak bisa ditunda. Sehingga, kasus penjualan rumah yang masih dalam periode KPR masih terus terjadi. Secara kepemilikan rumah sudah menjadi milik penghuni. Tetapi, karena statusnya masih KPR dokumen-dokumen bukti kepemilikan masih ada di bank.

Jadi, bagaimana solusinya?

1.Melakukan konfirmasi sisa kredit

Anda pasti sudah mencicil rumah setiap bulan sehingga sisa cicilan Anda sudah berkurang. Hal ini tentu harus diperhatikan betul sebagai tolak ukur Anda untuk menjual rumah kepada calon pembeli. Anda dapat langsung menemui pihak bank untuk mengkonfirmasi sisa tagihan yang perlu dilunasi.

2. Menilai Harga rumah di tahun saat akan dijual

Seperti yang sudah diketahui secara umum bahwa nilai aset properti terus mengalami kenaikan setiap tahun. Sehingga nilai rumah yang Anda miliki saat ini kemungkinan besar memiliki harga yang berbeda ketika pertama membeli.

Oleh karena itu, sudah seharusnya sebagai penjual memberikan harga pasti dan sesuai dengan pasar kepada calon pembeli Anda. Sehingga harga yang ditawarkan tidak terlalu mahal sehingga memberatkan calon pembeli hingga membuatnya kabur. Atau tidak terlalu rendah sehingga menyulitkan Anda ketika menyelesaikan kewajiban ke bank.

 3. Terbuka kepada calon pembeli mengenai status rumah

Hal ini merupakan tindakan preventif dalam transaksi jual beli. Di mana baik calon pembeli dan penjual harus saling terbuka. Pihak penjual harus jujur dan terbuka mengenai kondisi dan status rumah yang menjadi objek transaksi.

 4.Over Kedit

Biasanya penjual akan menawarkan skema over kredit kepada calon pembeli. Hal ini merupakan hal yang sudah umum dilakukan. Pada tahap ini sebagai penjual, Anda harus memastikan pembayaran uang muka. Karena hal tersebut merupakan bagiand ari keuntungan Anda.

Sementara dana over kredit nantinya merupakan modal untuk melunasi sisa kredit yang masih berjalan di bank. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa pengajuan over kredit dari calon pembeli ditolak oleh bank.

Rekomendasi Perumahan

Promo KPR

Bunga Mulai Dari

1 %

Ajukan sekarang sebelum naik