Mengenal Perbedaan Bank Umum dan BPR

perbedaan bank umum dan bpr

Perbedaan bank umum dan BPR – Di dunia modern, lembaga perbankan sudah menjadi bagian dari kegiatan ekonomi kita sehari-hari. Baik saat menerima atau melakukan pembayaran, semuanya dilakukan melalui perantara bank. Tidak memiliki rekening bank adalah hal yang hampir mustahil karena bakal menyulitkan.

Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, Bank disebutkan sebagai badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Karena dikepung oleh banyaknya lembaga perbankan, kita pun bisa melihat bahwa setidaknya ada dua jenis bank yang melayani kegiatan ekonomi kita, yaitu bank umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Perbedaan Bank Umum dan BPR

Mengacu pada Wikipedia, yang dimaksud BPR adalah adalah lembaga keuangan bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan Prinsip Syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran

Sedangkan menurut situs OJK ,bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah, yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Kalau kita melihat lebih dekat lagi setidaknya ada tiga hal yang membedakan bank umum dan BPR, yuk kita ulas satu per satu:

1.  Batasan Jenis Usaha

Bisa dilihat dari definisinya, perbedaan mendasar dari bank umum dan BPR adalah boleh atau tidaknya pemberian jasa dalam lalu lintas pembayaran. Jadi, bank umum bisa memberikan jasa layanan pembayaran seperti kliring dan valuta asing sementara BPR tidak bisa.

2. Perbedaan Bank Umum dan BPR: Produk

Karena BPR dan bank umum dibedakan berdasarkan jenis usaha maka produk yang ditawarkan pun berbeda.

Untuk BPR, produk yang ditawarkan dibatasi hanya untuk deposito berjangka, tabungan, kredit, pembiayaan bagi nasabah berdasarkan prinsip bagi hasil, Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

BPR juga dilarang untuk menawarkan produk-produk berupa giro, valuta asing, penyertaan modal,  dan usaha perasuransian

Sementara itu, cakupan produk bank umum lebih luas seperti menyediakan tempat penyimpanan untuk uang dan surat berharga. Selain itu, bank umum juga boleh melakukan kegiatan valuta asing, giro, serta deposito berjangka. Tidak hanya itu, produk bank umum juga meliputi sertifikat deposito, tabungan, kredit, menerbitkan surat pengakuan utang dan bertindak sebagai pendiri dana pensiun.

3. Wilayah Layanan

BPR memiliki batasan wilayah operasi di tingkat kecamatan dan kabupaten. Berbeda dengan BPR, bank umum jangkauan wilayah layanannya tidak terbatas desa, kota dan provinsi bahkan bisa memiliki jaringan internasional. Batasan jangkauan wilayah ini dikenakan agar BPR dapat menjalankan fungsinya sebagai penghimpun dana rakyat secara optimal.

 

 

 

 

 

Baca Juga

Promo KPR

Bunga Mulai Dari

1 %

Ajukan sekarang sebelum naik