fbpx

Kredit Perumahan dan Jenis-Jenis KPR

kredit perumahan

Jenis-Jenis Kredit Perumahan KPR • Memiliki rumah sendiri merupakan harapan dan keinginan semua orang. Namun rumah bukanlah benda yang harganya murah. Walaupun demikian, masih ada solusi yang bisa dicoba agar hunian yang diidam-idamkan keluarga terwujud salah satunya adalah menggunakan fasilitas KPR singkatan dari Kredit Pemilikan Rumah. Ada banyak bank baik swasta maupun negeri yang menawarkan kredit perumahan. Masing-masing memiliki persyaratan, prinsip, dan jenis yang berbeda-beda.

Memilih jenis Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sama rumitnya dengan memilih rumah yang akan dibeli. Karena setiap bank memberikan penawaran yang menarik, seperti bunga yang rendah, hadiah fantastis dan promo lainnya yang menggoda.

Jadi, sebelum mengajukan kredit perumahan, sebaiknya ketahui terlebih dahulu jenis-jenis KPR. Dengan mengetahui jenisnya, diharapkan Anda dapat memilih KPR yang cocok, sesuai dengan keinginan dan kebutuhan Anda. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan jenis-jenis KPR di Indonesia berikut ini!

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Konvensional

KPR konvensional merupakan jenis kredit perumahan yang disesuaikan oleh seluruh bank di Indonsesia. Disebut juga KPR non-subsidi. Walaupun semua bank menyediakan layanan KPR konvensional, namun persyaratan dan bunga yang ditetapkan berbeda-beda antara bank yang satu dengan yang lain.

Suku bunga jenis KPR ini mengikuti BI Rate. Karena bukan dari pemerintah, maka pihak bank memberlakukan denda yang lumayan besar apabila terlambat membayar cicilan. Masa peminjaman KPR non subsidi ini berkisar antara 5 – 25 tahun.

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bersubsidi

Seperti namanya, KPR jenis ini mendapatkan subsidi dari pemerintah. Keuntungan dan keunggulannya KPR ini adalah DP atau uang muka dan bunganya lebih rendah dibandingkan dengan jenis KPR konvensional.

Jenis KPR ini hanya untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan belum punya rumah. Jenis atau tipe rumah yang disediakan dan dibiayai maksimal tipe 36. Namun sayangnya kekurangan jenis KPR ini adalah lokasi perumahan yang terpencil dan akses yang sulit. Harga rumah yang bisa menggunakan kredit perumahan ini adalah yang harganya maksimal Rp 120 juta.

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Syariah

Selain KPR bersubsidi, jenis KPR syariah juga menjadi jenis KPR yang banyak diminati masyarakat. Salah satu alasannya karena menggunakan prinsip jual beli atau murabbah yaitu konsep dimana pihak KPR syariah akan membayar rumah yang Anda inginkan terlebih dulu. Lalu selanjutnya Anda tinggal membayar cicilan ke bank dengan masa cicilan sampai 15 tahun.

Istimewanya jenis KPR ini, jumlah cicilan yang dibayar tetap. Hal ini karena,KPR syariah tidak ada bunga. Namun, harga rumahnya sudah termasuk biaya tambahan yang keuntungannya diambil oleh bank. Jenis KPR syariah, cocok bagi Anda yang khawatir dan takut dengan pergerakan bunga yang kadang mengalami kenaikan dan penurunan.

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Pembelian

KPR pembelian adalah jenis KPR dengan cara memberikan pinjaman uang untuk membeli rumah. Dan rumah tersebut dijadikan jaminan, namun tidak hanya rumah yang dijadikan jaminan biasanya ditambah poperti lain, seperti ruko, apartemen, atau lainnya.

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Refinancing

Perlu Anda ketahui, sebenarnya jenis kredit perumahan ini bukan jenis pembayaran untuk rumah namun masukknya ke jenis peminjaman pribadi. Artinya, KPR refinancing merupakan pelayanan fasilitas yang diberikan untuk meminjam uang yang jaminannya adalah rumah yang sudah dimiliki tersebut. Jaminan untuk jenis KPR ini tidak hanya rumahnya saja, namun juga surat tanah.

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Take Over

Tidak banyak bank yang memberikan pelayanan fasilitas KPR jenis ini. Jenis bank yang memberikan pelayanan ini adalah Mandiri. Konsep KPR take over adalah memindahkan KPR yang sudah berjalan ke bank lain. Keuntungan menggunakan KPR ini adalah berupa tambahan limit peminjaman.

Take Over KPR

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Angsuran Berjenjang

Sama halnya dengan KPR take over, tidak banyak banyak bank yang menyediakan fasilitas KPR angsuran berjejaring. Pelayanan KPR ini adalah fasilitas peminjaman yang diberikan untuk tujuan pembelian rumah. Keuntungannya menggunakan KPR angsuran berjejaring adalah keringanan berupa penundaan pembayaran cicilan sebagai angsuran pokok sampai tahun yang ketiga.

Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Duo

Jenis KPR ini tidak familiar di masyarakat karena jarang ditawarkan. Tidak hanya kredit perumahan, jenis KPR ini juga melayani fasilitas apartemen, ruko/toko, furniture, motor atau mobil.

Setiap jenis KPR yang sudah diulas tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Salah satu poin yang bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk mendapatkan pilihan yang tepat adalah menyesuaikan dengan dana dan kebutuhan. Misalnya, KPR jenis konvensional, seperti yang sudah dijelaskan di atas umumnya memberikan kelonggaran/kemudahan pembayaran awal dengan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan KPR syariah.

Namun, jenis KPR syariah memberikan cicilan yang lebih ringan dan jumlah nominal yang tetap. Bagi Anda yang baru memulai rumah tangga atau yang belum stabil, disarankan memilih jenis kredit rumah konvensional, untuk bisa menyesuaikan harga cicilan yang bisa mengalami perubahan sewaktu-waktu. Nah setelah Anda mendapatkan pilihan jenis KPR yang tepat, langkah selanjutnya adalah lebih memperdalam dan memahami prosedur, persyaratan dan langkah-langkahnya.

Tips Memilih Kredit Perumahan

Untuk lebih jelasnya berikut ini tips dan trik memilih jenis KPR yang bisa dijadikan pedoman.

  1.  Cari informasi yang berhubungan dengan KPR dan bank, karena sekarang banyak sekali bank di Indonesia yang menyalurkan kredit pemilikan rumah, mulai dari BUMN, bank swasta bahkan bank asing. Sebaiknya sempatkan waktu untuk mencari tahu apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan.
  2. Pelajari jenis KPR dan perhitungan bunga. Ada 3 cara menghitung bunga, yaitu bunga tetap, efektif dan anuitas. Umumnya metode yang digunakan adalah perhitungan bunga anuitas.
  3. Hitung dan simulasikan cicilan, setelah mengetahui angka bunga lanjutkan dengan menghitung jumlah cicilan. Jika tidak mengerti Anda bisa minta simulasi perhitungan cicilan yang harus dibayar. Jangan terlena hanya karena angka bunganya, tetapi minta jumlah rupiah yang harus dibayar sampai kredit lunas.
  4.  Tanyakan secara detail. Beberapa pertanyaan penting yang bisa Anda ajukan di antaranya adalah:
    • Apakah ada biaya administrasi pada cicilan awal?
    • Apakah ada biaya tambahan tahunan?
    • Apabila terlambat bayar cicilan apakah ada konsekuensinya? jika ada berapa dendanya?
    • Jika kredit rumah dari program promo, tanyakan berapa bunga maksimum yang didapat setelah selesai program promonya.
    • Persyaratan apa saja yang harus disiapkan karena persyaratan ini terbilang penting.
    • Bagaimana biaya asuransi saat KPR.

Tunggu apa lagi, sebisa mungkin segeralah membeli rumah. Jangan ditunda terlalu lama karena harga rumah dari waktu ke waktu akan mengalami kenaikan. Jangan sampai saat usia menua, Anda belum memiliki rumah pribadi, sangatlah disayangkan, bukan!

Semoga Anda dan keluarga bisa mendapatkan rumah idaman dengan pilihan yang tepat. Agar potensi masalah tidak datang kemudian, penting untuk mengetahui dan mempelajari jenis-jenis kredit perumahan KPR. Semoga artikel ini bermanfaat!

Artikel Menarik Lainnya