fbpx

Kredit Pemilikan Rumah

Kredit pemilikan rumah (KPR) merupakan suatu produk pembiayaan atau pinjaman yang diberikan kepada nasabah untuk membeli rumah.

Di Indonesia sendiri, KPR disediakan dan difasilitasi oleh lembaga perbankan dengan menggunakan skema pembiayaan dan persentase tertentu dari harga properti yang dibeli. Semakin banyaknya peminat layanan Kredit Pemilikan Rumah ini membuat perusahaan leasing juga ikut menyalurkan pembiayaan untuk Kredit Pemilikan Rumah.

Saat kamu mengajukan KPR, terlebih dahulu Bank akan melihat pada keadaan keuangan kamu sebagai peminjam dana, sebelum memutuskan untuk memberikan pinjaman KPR atau tidak. Jadi, bagi Kamu yang memiliki riwayat keuangan seperti pernah mengajukan pinjaman, kartukredit, kredit motor/mobil, KTA (kredit tanpa agunan) dengan catatan pembayaran yang baik, maka akan dengan mudah mendapatkan pinjaman KPR dari pihak bank dengan nilai yang sesuai keinginan dan kondisi keuangan Kamu.

Jika Kamu ingin mengajukan pinjaman KPR untuk membeli rumah, namun terlalu sibuk dengan pekerjaan, sehingga tidak bisa mendatangi bank, maka pengajuan KPR melalui KPR.Online merupakan  cara yang harus kamu coba.

 

Daftar Isi

Biaya Apa aja yang diperlukan untuk Pengajuan KPR?

Selain membayar cicilan KPR, Kamu juga harus membayar beberapa biaya tambahan yang harus disiapkan sebelum bank mencairkan dana pinjaman KPR Kamu.

Sangat penting untuk mengetahui hal-hal penting yang berkaitan dengan KPR rumah Kamu, agar Kamu sebagai nasabah merasa aman dan dapat diuntungkan. Jika sudah memahami secara keseluruhan tentang KPR rumah, segera ajukan KPR sekarang juga, bahkan bisa lewat online ke KPRonline. Dapatkan segera rumah impian Kamu dan wujudkan investasi yang menguntungkan.

  • Biaya Appraisal
  • Biaya Notaris
  • Biaya Provisi
  • Biaya Asuransi
  • Biaya Administrasi
  • Biaya BPHTB
  • Pajak Pembeli & Penjual

Apa saja persyaratan untuk pengajuan KPR?

Saatnya nasabah untuk mengetahui apa saja syarat umum untuk bisa mengajukan KPR dan segera mendapatkan rumah idaman yang sesuai keuangan Kamu. Berikut persyaratan yang harus dipenuhi:

  • Nasabah merupakan WNI yang berdomisili di Indonesia dan memiliki KTP
  • Nasabah adalah seorang karyawan dengan pengalaman kerja minimal 1 tahun
  • Nasabah adalah seorang wiraswasta dengan pengalaman usaha minimal 3 tahun
  • Nasabah adalah seorang pekerja professional di bidang tertentu, yang memiliki pengalaman praktek minimal 2 tahun
  • Berusia 21 tahun (minimal) pada saat mengajukan KPR dan maksimal berusia 65 tahun, pada saat pelunasan KPR untuk wiraswasta dan professional
  • Memiliki pendapat bersih per bulanya minimal Rp. 6 hingga 8 jutaan untuk karyawan, wiraswasta dan professional (khusus wilayah Jabodetabek). Wilayah lainya akan disesuaikan dengan harga properti yang tersedia di wilayah tersebut.

Dokumen apa saja yang diperlukan untuk pengajuan KPR

Setelah mengetahui persyaratan wajib untuk pengajuan KPR, saatnya mempersiapkan dokumen penting yang harus ada (dilengkapi) agar bisa segera mengajukan KPR dan mendapatkan pinjaman untuk beli rumah. Persyaratan dokumen yang harus dilengkapi ini, disesuaikan dengan profesi dari nasabah itu sendiri.Berikut syarat dokumenya yang berlaku untuk karyawan, wiraswasta serta pekerja professional :

  • Formulir aplikasi kredit
  • Fotokopi KTP, Kartu Keluarga, Surat Nikah /cerai
  • Pas foto terbaru pemohon KPR dan pasanganya
  • Fotokopi slip gaji terakhir dan surat keterangan penghasilan
  • Fotokopi SK pengangkatan pegawai tetap
  • Fotokopi tabungan/giro di bank bersangkutan, minimal 3 bulan terakhir
  • Fotokopi SPT Pph Ps.21
  • Fotokopi NPWP
  • Fotokopi akta pendirian perusahaan serta SIUP, TDP dan SITU
  • Fotokopi izin –izin praktek
  • Fotokopi SHM/SHGB dan IMB

Bagaimana Langkah-Langkah Mengajukan KPR?

Persyaratan sudah oke, dokumen pengajuan KPR juga sudah oke, saatnya mengajukan KPR ke bank, leasing atau mungkin Kamu juga bisa mengajukan KPR online. Berikut langkah-langkah pengajuanya :

  • Pilih rumah yang diinginkan .  Kamu bisa KPR rumah baru dari developer ataupun rumah secondary dari perseorangan. Untuk mencari rumah yang sesuai dengan keinginan, Kamu bisa mencari sendiri rumah tersebut melalui internet, media sosial, atau survey langsung ke lokasi yang Kamu sukai. Jika kamu lebih memilih membeli rumah secondary dari perseorangan, sebaiknya kamu membaca artikel Syarat KPR Rumah Second 
  • Kumpulkan Informasi, setelah memilih rumah saatnya Kamu bertanya segala hal tentang rumah tersebut. Tanyakan berapa harganya, berapa uang mukanya, berapa cicilanya, berapa booking fee nya.  Untuk menentukan besarnya cicilan KPR Kamu nantinya gunakan kalkulator KPR disini
  • Tanyakan berbagai hal. Jika akan membeli rumah baru dari pengembang, Kamu juga harus bertanya tentang sudah dibangunya rumah tersebut atau belum, melihat denah gambar serta desain rumah itu, dan memastikan lokasinya dengan benar. Lakukan pengecekan fasilitas rumah atau perumahan yang Kamu pilih, agar Kamu tidak kecewa nantinya. Jika memilih indent atau rumah baru akan dibangun, tanyakan berapa lama pembangunanya serta bagaimana proses kredit KPR nya nanti. Banyak bertanya seputar KPR rumah Kamu justru sangat baik, agar Kamu tidak merasa kecewa saat pembelian rumah dengan KPR, karena ini menyangkut masa depan Kamu dan investasi Kamu.
  • Booking Fee biasanya kamu bayarkan telah setuju dengan pilihan rumah yang kamu inginkan. Booking Fee ini nantinya memastikan rumah yang akan kamu beli tidak di jual kepada calon pembeli yang lain.  Karena setiap pengembang memiliki syarat dan ketentuan yang berbeda-beda mengenai Booking Fee ini, pastikan mengenai ada atau tidaknya pengembalian dana jika proses KPR nya tidak disetujui Bank. karena beberapa pengembang bisa mengembalikan uang Booking fee nya jika pengajuan KPR tidak disetujui dan beberapa pengembang tidak.
  • Membayar Uang Muka (DP) KPR, Tanyakan berapa uang muka yang harus kamu bayarkan kepada developer. Menurut Bank Indonesia, Uang muka minimal pembelian rumah adalah 20% (selengkapnya baca disini), namun karena adanya subsidi silang dari developer, bisa jadi kamu hanya membayar 10 % atau bahkan tidak perlu membayarkan DP (DP 0%) untuk rumah-rumah tertentu.
  • Mengajukan KPR ke Pihak Bank, setelah uang muka dilunasi, segera ajukan kredit KPR ke bank yang sesuai pilihan Kamu. Akan lebih baik jika bank yang Kamu pilih memang sudah bekerja sama dengan pihak developer, jadi pihak developer yang akan mengajukanya. Proses pengajuan Kredit Pemilikan Rumah ke bank ini, maksimal akan memakan waktu hingga 1 bulan. Selama 1 bulan ini, pihak bank biasanya akan melakukan survey kepada Kamu mengenai keadaan financial Kamu, memantau tempat bekerja, mengecek ke BI, memastikan Kamu sudah berkeluarga dan lain sebagainya. Umumnya, cicilan KPR yang perlu dibayarkan nasabah sebesar 30% – 40%  dari pendapatan. Atau juka ingin lebih mudah, kamu bisa mengajukan KPR secara online dengan mengisi formulir disini.

Kamu bisa melakukan penawaran untuk cicilan KPR rumah yang dibeli, namun penawaran tersebut harus seimbang. Seperti jika cicilan kredit KPR ingin diturunkan, maka uang muka harus ditambah atau jangka waktu cicilan ditambah.

 

Bagaimana tahapan untuk proses pengajuan KPR secara umum?

Apa Bedanya KPR Komersil dengan KPR Subsidi?

Sebelum Kamu mengajukan KPR, penting juga untuk diketahui, bahwa jenis KPR yang ditawarkan saat ini terbagi menjadi lebih spesifik berdasarkan golongan pendapatan dari calon kreditur (peminjam dana) itu sendiri, yaitu KPR non subsidi dan KPR Subsidi. Berikut penjelasanya:

KPR Komersil 

KPR ini ditawarkan khusus kepada kalangan masyarakat, dengan persyaratan dan ketentuan yang sudah ditentukan pihak bank. Jumlah kredit dan suku bunga pinjamanya juga sudah ditentukan oleh pihak bank. Penawaran produk non subsidi ini juga berlaku untuk KPA (kredit pemilikan apartemen).

KPR Subsidi

KPR subsidi ini ditawarkan bagi masyarakat yang memiliki penghasilan menengah ke bawah, dengan disertai bukti pendapatan yang asli dari pemohon KPR subsidi. Dalam hal ini, ketentuan dan persyaratan KPR subsidi ditentukan oleh pemerintah. Masyarakat dapat mengajukan KPR ini untuk meringankan kredit atau subsidi untuk penambahan dana pembangunan rumah, serta renovasi ruma

Bagaimana Cara Menghitung Simulasi KPR?

Sebagai nasabah yang cerdas dan modern, sebelum menentukan pilihan, mari kita mempelajari terlebih dulu tentang bagaimana cara menghitung simulasi KPR, agar kita tahu pasti berapa cicilan KPR  yang harus dibayarkan nantinya dan apakah sesuai dengan kondisi keuangan kita saat ini. Berikut contohnya:

Mas Andri ingin mengajukan KPR rumah selama 15 Tahun dengan suku bunga 7%.  Harga rumahnya adalah 500 juta dan uang muka yang dibayarkan sebesar 150 juta.

Simulasi bisa dihitung menggunakan Kalkulator KPR Berikut

 

Kalkulator KPR
 

Berapa besar kredit maksimum yang dapat diperoleh kreditur (konsumen) melalui KPR?

Besarnya kredit maksimal dari pembiayaan yang diberikan oleh pihak perbankan pada nasabah, mengikuti ketentuan dari pemerintah. Berdasarkan PBI (peraturan bank Indonesia) nomor 17/10/PBI/2015, loan to value atau rasio keuangan untuk kredit pembiayaan properti ini , serta pembayaran uang muka untuk properti dan kendaraan bermotor, ditentukan berdasarkan kriteria kombinasi dari beberapa hal berikut:

  • Properti yang memiliki luas dengan tipe 21, tipe 22- 70 dan tipe > 70 untuk ruko dan rukan
  • Properti jenis rumah, rumah susun, apartemen serta ruko dan rukan
  • Pembiayaan pertama, pembiayaan kedua maupun ketiga

Jenis Properti seperti apa saja yang dapat diperoleh melalui KPR?

Selain untuk Kredit Rumah, Produk Kredit Pemilikan Rumah bisa juga digunakan untuk pembelian properti lain, yaitu:

Rumah

Apartemen

Ruko

Rukan

Apa yang dimaksud KPR Take Over?

Take Over KPR adalah memindahkan KPR dari satu Bank ke Bank Lain

Kenapa di Take Over?

  • Bisa Menurunkan Cicilan
  • Memperpanjang Masa Cicilan
  • Top Up Pinjaman

Bagi Kamu yang mengajukan KPR ke lembaga perbankan yang ada di wilayah Kamu, tersedia juga produk KPR take over, dimana KPR ini berupa pemindahan atas pinjaman untuk pembiayaan rumah yang sudah berjalan, dari satu bank ke pihak bank lainya.

KPR take over juga disebut pengalihan kreditur, dimana kreditur lama mengalihkan pembiayaan cicilan rumah yang dibelinya kepada kreditur baru, karena rumah tersebut juga sudah berpindah tangan. Secara otomatis, suku bunga KPR yang berlaku pada KPR take over, akan mengikuti suku bunga bank yang baru, bisa jadi lebih rendah atau bahkan lebih tinggi dari sebelumnya.

0 %
Uang Muka

Kebijakan Bank Indonesia Mengenai Uang Muka KPR

Bank Indonesia (BI) sebagai bank sentral yang berwenang untuk mengatur serta menjaga kelancaran sistem pembayaran di Indonesia, BI mengeluarkan peraturan tentang besarnya DP (uang muka) yang harus disiapkan kreditur yang mengambil KPR. Awalnya, peraturan BI tentang KPR, menyatakan bahwa calon nasabah KPR ini harus menyiapkan uang muka minimal 30% dari total harga rumah yang akan dibelinya.

Namun, aturan tersebut telah mengalami penyempurnaan dan telah diperbarui. Kini, uang muka (DP ) untuk pembelian rumah lewat KPR dapat dibayar sebesar 20% saja (berdasarkan PBI 17/10/PBI/2015) mengenai rasio loan to value untuk kredit atau pembiayaan properti juga pembiayaan kendaraan bermotor.

 

Bank mana saja yang Menawarkan Produk KPR?

Jika berbicara mengenai bank mana saja yang menawarkan produk KPR untuk Kamu yang memerlukanya, hampir seluruh bank yang ada di Indonesia, terutama bank-bank pemerintah maupun swasta, ikut menawarkan produk KPR untuk pembiayaan rumah. Bank-bank tersebut diantaranya:

  • KPR Bank Syariah Mandiri
  • KPR Bank Syariah Muamalat
  • KPR Bank Panin
  • KPR Bank CIMB Niaga
  • KPR Bank UOB
  • KPR Bank Hana
  • KPR Bank Commonwealth
  • KPR Bank BCA
  • KPR Bank Mandiri
  • KPR Bank BTN
  • KPR Bank BNI
  • KPR Bank Danamon
  • KPR Bank Mega
  • KPR Bank BRI
  • KPR Bank Bukopin
  • KPR Bank Permata
  • KPR Bank Maybank
  • KPR Bank DKI
  • BNI Syariah
  • KPR Bank BJB

Saat ini, beberapa perusahaan leasing juga menawarkan produk KPR, salah satunya adalah Indosurya finance, yang menawarkan KPP Rumah serta Pinjaman untuk pembiayaan DP rumah dengan pihak Developer.

Apa yang dimaksud dengan Bunga Fixed dan Bunga Floating?

Dalam cicilan Kredit Pemilikan Rumah yang akan Kamu bayarkan nanti, terdapat suku bunga KPR yang juga akan dibebankan pada Kamu yang jumlahnya bersatu dengan cicilan KPR Kamu. Suku bunga yang berlaku adalah suku bunga tetap (fixed rate) dan suku bunga mengambang (floating rate).

Bunga Fixed

Suku bunga tetap, dimana penentuan tingkat bunga besarnya tergantung dari masa waktu tertentu. Misalnya, ada promo KPR dari Bank ABC dengan suku bunga fixed rate sebesar 7.5% untuk 2 tahun. Berarti, Kamu akan membayar bunga KPR 7.5% tersebut bersama cicilan rumah Kamu selama 2 tahun. ​

Bunga Floating

Suku bunga yang mengacu pada suku bunga pasar. Nilainya bisa naik dan turun tergantung kondisi pasar. Misalnya, kondisi pasar sedang baik, suku bunga KPR bisa dibawah 10%, sebaliknya saat kondisi pasar sedang tidak teratur seperti sekarang ini, suku bunga KPR bisa mencapai 15%.

Apa Perbedaan KPR Syariah dengan KPR Konvensional?

Saat Kamu sudah mulai mengenal tentang produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) , maka Kamu akan dihadapkan pada pilihan antara KPR Syariah atau KPR Konvensional. Tidak perlu bingung, jika memilih pembiayaan KPR Syariah, maka segala sesuatunya akan mengacu kepada prinsip transaksi secara islam seperti :

  • Tidak boleh terjadi kerugian diantara salah satu pihak (pihak bank maupun pihak peminjam)
  • Transaksi jual beli diantara kedua pihak, wajib dilakukan secara transparan dan jelas
  • Untung dan rugi akan ditanggung bersama , antara pihak bank dan kreditur
  • Dalam hal pinjaman dana KPR ini, tidak ada bunga yang dikenakan kepada pihak peminjam (Kamu), sehingga margin keuntungan akan ditentukan di awal

 

Ajukan Online

Pengajuan Kredit Pemilikan Rumah kini lebih mudah. Kamu tidak harus datang ke Bang. Cukup mengisi formulir dibawah ini

Copyright 2018 © All rights Reserved. Design by Elementor