KPR Syariah Diminati Generasi Milenial

KPR Syariah Diminati Generasi Milenial

KPR Syariah – Industri perbankan syariah Indonesia menunjukkan perkembangan yang positif dari tahun ke tahun. Data industri perbankan mencatat bahwa dalam kurun waktu 2014-2018, perbankan syariah mampu mencapai Compounded Annual Growth Rate (CAGR) atau tingkat pertumbuhan rata-rata sebesar 15 persen.

Pencapaian ini lebih tinggi dari industri perbankan nasional konvensional. Indutri perbankan nasional konvensional hanya tercatat mengalami pertumbuhan rata-rata 10 persen.

Seiring dengan tren positif industri perbankan syariah, minat masyarakat untuk memiliki rumah dengan memanfaatkan produk KPR syariah juga semakin meningkat.

Merdeka.com, Rabu 27 November 2019, melansir data Property Affordability Sentiment Index H2 2019. Data ini mencatat 48 persen responden menyukai pembiayaan rumah syariah. Dari data tersebut diketahui pola KPR syariah paling banyak diminati oleh generasi milenial berusia 22 tahun -29 tahun, yaitu sebesar 56 persen. Kemudian sebanyak 50 persen berusia 30 tahun-39 tahun.

Sementara itu, KPR konvensional masih lebih banyak dipilih oleh generasi tua. Responden berusia 40 tahun – 49 tahun yang memilih KPR konvensional sebanyak 60 persen. Sementara itu, 68 persen responden 50 tahun ke atas juga masih memilih KPR konvensional sebagi fasilitas cicilan pemilikan rumah.

Head of Marketing Rumah.com, Ike Hamdan, menjelaskan kepada Liputan6.com, “Fenomena ini bisa jadi sejalan dengan sentimen keagamaan yang cenderung meningkat dalam beberapa tahun terakhir sehingga konsumen pun semakin banyak yang meminati produk pembiayaan syariah.”

Inovasi KPR Syariah untuk Generasi Milenial 

Masih menurut Ike, industri perbankan Indonesia dan kalangan pengembang perumahan seharusnya mengambil kesempatan dari tren positif KPR syariah untuk melakukan inovasi.

Salah satu caranya adalah dengan mengembangkan skema pembiayaan syariah yang sesuai dengan gaya hidup “Tidak mau ribet” ala milenial. Skema pembiayaan bagi generasi milenial juga bisa dimodifikasi agar kepemilikan rumah tidak menjadi hal mustahil bagi generasi yang suka ngopi dan traveling ini

Ike menambahkan “Adanya berbagai kemudahan dalam kepemilikan rumah melalui berbagai skema pembiayaan ini diharapkan dapat memberikan percepatan pertumbuhan permintaan di sektor properti yang pada akhirnya dapat berimbas kepada pertumbuhan ekonomi secara nasional.”

 

Jadi, untuk membeli rumah impian, kamu pilih KPR konvensional atau KPR syariah?

 

Rekomendasi Perumahan

Promo KPR

Bunga Mulai Dari

1 %

Ajukan sekarang sebelum naik