Kominfo Blokir 4.020 Situs Fintech Ilegal

kominfo blokir fintech ilegal

Fintech Ilegal – Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo) telah memblokir 4020 situs fintech ilegal dalam periode Agustus 2018 – Desember 2019. Pemblokiran yang dilakukan merupakan hasil pantauan fintech ilegal dari mesin pengais konten negatif (AIS).

Pemblokiran fintech tidak berizin ini merupakan sikap tegas kominfo untuk melindungi masyarakat dari maraknya fintech yang tidak mengantongi izin OJK.

“Ini merupakan salah satu wujud komitmen Kementerian Kominfo dalam melindungi masyarakat dari layanan fintech ilegal maupun yang belum terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” ujar Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu.

Ferdinandus menambahakan rincian jumlah situs fintech illegal yang telah diblokir kominfo. Menurutnya kominfo telah memblokir 211 situs dan 527 aplikasi fintech yang terdapat di Google Playstore selama periode Agustus – Desember 2018. Sementara tahun 2019, jumlah situs dan aplikasi yang diblokir meningkat tajam menjadi 3282.  Dari jumlah tersebut, dapat dirinci lagi menjadi 841 situs, 1085 aplikasi di Google Playstore, serta 1356 aplikasi yang terdapat di platform selain Google Playstore.

Deteksi Fintech Ilegal Melalui Cekrekening.id

Sejak 2016 Kominfo tergabung dalam satuan tugas (satgas) waspada investasi. Satgas ini memiliki peran untuk mengawasi layanan investasi dan melakukan edukasi ke masyarakat tentang berinvestasi yang aman. Dengan maraknya fintech ilegal peran satgas waspada investasi menjadi sedemikian penting agar rakyat tidak menjadi korban.

Sebagai bentuk nyata usaha melindungi masyarakat, pada tahun 2017 kominfo telah meluncurkan portal Cekrekening.id. Melalui portal ini masyarakat dapat melaporkan dan mengecek rekening penerima atau pengirim saat berurusan dengan fintech.

Cekrekening.id dapat mendeteksi apakah nomor rekening yang dicek terkait tindak pidana seperti penipuan, investasi palsu, narkoba, terorisme atau tindak kejahatan lain. Meskipun begitu, Cekrekening.id masih memberikan peringatan kepada masyarakat untuk tetap waspada. Karena meskipun nomor tersebut belum terkait dengan tindak pidana apapun, tidak serta merta nomor rekening tersebut aman dan terpercaya.

Baca Juga  Ini Risiko Pinjaman Online Tidak Terdaftar di OJK

Kementerian Komunikasi dan Informatika terus mengimbau masyarakat untuk hanya menggunakan layanan yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Masyarakat juga harus meningkatkan kewaspadaan  dalam menggunakan layanan situs maupun aplikasi fintech. Jika Anda masih ragu Anda bisa melihat daftar pinjaman online yang telah diblokir.

 

 

 

Rekomendasi Perumahan

Promo KPR

Bunga Mulai Dari

1 %

Ajukan sekarang sebelum naik