Karena Corona, Pemerintah Tambah Kuota Rumah Subsidi

karena corona pemerintah tambah kuota rumah subsidi

Kuota rumah subsidi – Merespon penyebaran virus corona (Covid-19) pemerintah telah menyuntikkan stimulus fiskal sebagai antisipasi penurunan pertumbuhan ekonomi. Salah satu sektor yang disasar adalah properti. Sektor ini mendapat perhatian khusus dengan digelontorkannya subsidi suku bunga dan uang muka.

Penambahan Kuota Rumah Subsidi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan bahwa pemerintah menambah kuota rumah subsidi sebanyak 175.000 unit tahun ini.

Tambahan kuota tersebut jika dirinci menjadi 330.000 unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR), 88.000 Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), serta 67.000 unit untuk Bantuan Pembiayaan Rumah Berbasis Tabungan (BP2BT).

Dikutip dari Tempo.co, Airlangga menjelaskan “Sehingga ada tambahan sebanyak 175.000 unit, dan ini dilaksanakan oleh bank umum maupun Kementerian PUPR.”

Pernyataan Airlangga tersebut disampaikan setelah menghadiri rapat terbatas mengenai dampak virus Covid-19 terhadap perekonomian Indonesia. Rapat tersebut diadakan di Istana Kepresidenan dan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo beserta para Menteri Kabinet Indonesia Maju.

Airlangga menambahakan bahwa terkait virus Covid-19, pemerintah menambah kebutuhan anggaran sebesar Rp 1,5 Triliun. Nilai tersebut dialokasikan untuk subsidi bunga sebanyak Rp 800 miliar, sementara Rp 700 miliar akan digunakan untuk subsidi uang muka.

Dampak Penambahan Anggaran Terhadap Perekonomian

Seperti yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani, bahwa subsidi bunga yang dianggarkan pemerintah akan membuat konsumen membayar bunga KPR sebesar 5 persen selama 10 tahun.

Menkeu berharap bunga ringan yang harus dibayar masyarakat akan mendorong dampak positif ke sektor-sektor yang berkaitan dengan perumahan. Harapan ini tidak muluk mengingat sektor properti berkaitan dengan banyak sektor lainnya. “Sektor ini punya 174 sektor terkait,” ujarnya.

Sri Mulyani lebih lanjut menjelaskan bahwa rumah subsidi menjadi fokus pemerintah dengan harapan konsumen dapat menyerap stok rumah yang telah dibangun.

Dengan adanya subsidi tersebut, pemerintah punya target stok lama akan habis dan stok baru bisa dimunculkan. “Sehingga multiplier effect paling maksimum,” katanya.

Berdasarkan data Bank Indonesia, KPR menjadi satu segmen yang mengalami perlambatan pertumbuhan kredit cukup signifikan pada tahun lalu. Padahal, kredit pemilikan rumah memberikan kontribusi sebesar 31,25 persen terhadap total kredit konsumsi per Desember 2019.

Rekomendasi Perumahan

Promo KPR

Bunga Mulai Dari

1 %

Ajukan sekarang sebelum naik