Harga Rumah Subsidi Naik Tahun 2020

harga rumah subsidi naik

Harga Rumah Subsidi Naik – Memiliki rumah memang menjadi impian setiap orang, baik yang sudah berumahtangga maupun yang belum berumahtangga namun sudah mapan.

Rumah memang menjadi tempat terbaik untuk beristirahat selepas lelah bekerja selama hampir sepekan. Sebaik-baik tempat beristirahat tentuna adalah rumah sendiri.

Hanya saja, harga rumah yang dari tahun ke tahun terus melambung tinggi tak jarang membuat banyak orang galau karena kondisi finansial yang pas-pasan.

Untuk mengatasi hal tersebut, memang ada rumah subsidi diamana harganya lebih terjangkau pun pembayarannya bisa dilakukan dengan cara mencicil menggunakan system KPR.

Namun, tahun 2020 tersiar kabar harga rumah subsidi naik Rp 7 juga hingga 11 jutaaan. Kenaikan tersebut masing-masing daerah berbeda-beda.

Kalau sudah begini kapan bisa punya rumah sendiri? Sementara rumah subsidi yang biasanya bisa menjadi solusi malah akan mengalami kenaikan harga.

harga rumah subsidi naik

Tahun 2020 Mendatang, Harga Rumah Subsidi Mengalami Kenaikan

Sebelumnya sudah disebutkan bahwa harga rumah subsidi akan mengalami kenaikan di tahun 2020 mendatang.

Kenaikan tersebut tentunya cukup memberatkan orang-orang yang kondisi finansialnya pas-pasan. Namun, jangan khawatir, sebab pemerintah memiliki program KPR subsidi FLPP.

KPR subsidi FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) ini program KPR pemerintah yang menawarkan 110 ribu unit rumah.

Program ini tentunya sangat membantu para MBR yang memang kondisi finansialnya terbatas. Bahkan, kamu bisa membeli rumah seharaga di bawah Rp 200 jt.

Bahkan, selain bisa mendapatkan harga rumah di bawah Rp 200 jt, kamu juga bisa mendapatkan banyak keuntungan lainnya yang bisa kamu lihat pada table berikut ini.

  • Suku bunga rendah 5% fix per tahun
  • Tenor panjang hingga 20 tahun
  • Cicilan ringan
  • DP atau uang muka ringan
  • Bebas premi asuransi
  • Bebas PPN (Pajak Pertambahan Nilai).

Dalam tersebut ada point yang menyebutkan adanya bebas PPN (Pajak Pertambahan Nilai). Pembebasan PPN tersebut sudah diatur dalam PMK.

Ya, pembebasan PPN sudah diatur dalam PMK (Peraturan Menteri Keuangan) No. 81/PMK/010/2019 mengenai Batasan Rumah, Pondok Boro,

Selain itu, ada juga Asrama Mahasiswa, pelajar, serta perumahan lainnya yang dalam peraturan tersebut dibebaskan dari Pengenaan PPN.

Batasan harga rumah subsidi yang memperoleh manfaat seperti yang dipaparkan di atas ini sudah ditentukan dalam Kepmen PUPR No. 535/KPTS/M/2019.

Aturan tersebut berisi mengenai Batasan Harga Harga Jual Rumah Sejahtera Tapak yang didapatkan melalui KPR Subsidi.

Baca juga: Harga Rumah Subsidi Naik, Disaat Kuota Habis

Daftar Harga Rumah Subsidi Tahun 2020

Bagi kamu yang berminat membeli rumah subsidi, karena tahun 2020 mendatang harga rumah subsidi naik, jadi berikut ini daftar harganya yang perlu kamu tahu.

No Wilayah Harga Jual Rumah Subsidi 2019 Harga Jual Rumah Subsidi 2020 Kenaikan
1 Jawa (kecuali Jabodetabek) dan Sumatera
(kecuali Kepulauan Riau, Bangka Belitung,
Kepulauan Mentawai
Rp 140.000.000 Rp 150.500.000 Rp 10.500.000
2. Kalimantan (kecuali Kabupaten Murung Raya
dan Kabupaten Mahakam Ulu)
Rp 153.000.000 Rp 164.500.000 Rp 11.500.000
3. Sulawesi, Bangka Belitung, Kepulauan Mentawai,
dan Kepulauan Riau (Kecuali Kepulauan Anabas)
Rp 146.000.000 Rp 156.500.000 Rp 10.500.000
4. Maluku, Maluku Utara, Bali dan Nusa Tenggara, Jabodetabek, Kepulauan Anabas Rp 158.000.000 Rp 168.000.000 Rp 10.000.000

Semisal kamu membeli rumah subsidi di kawasan Parung Panjang (Bogor), berarti jika mengacu ke Kepmen 535/2019, rumah tersebut seharga Rp 168 jt di tahun 2020 mendatang.

Berikut Simulasi KPR Subsidi

Agar kamu bisa memperoleh gambaran jelas mengenai system ini, coba perhatikan simulasi KPR subsidi berikut ini.

Harga Rumah Rp168.000.000
Tenor 15 Tahun/180 Bulan
Bunga fix 15% per tahun
Uang Muka 5% dari harga rumah Rp25.200.000

Maka seperti ini cara perhitungannya:

  • Cicilan atau angsuran KPR subsidi per bulan adalah Rp 1.129.253,30 dalam kurun waktu 180 bulan
  • Pada pembayaran pertama, besaran uang yang harus dikeluarkan seperti rumus berikut ini: Cicilan ke-1 + uang muka (Rp 1.129.253,30 + Rp 25.200.000).
  • Jadi, total pembayaran pertama yang harus kamu keluarkan sebesar Rp 26.329.253,30
  • Total pembayaran atau pokok kredit yang harus kamu keluarkan berikutnya yaitu seperti pada rumus berikut: Harga Rumah – Uang Muka (Rp168.000.000 – Rp 25.200.000 =Rp 142.800.000)

Berikut Syarat Pengajuan KPR Subsidi

KPR subsidi FLPP ini diperuntukan bagi para MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah). Jadi, kalau kamu berpenghasilan UMR, kamu bisa mengajukannya ke bank pelaksana.

Bagi kamu yang berminat mengajukan KPR Subsidi, ada beberapa syarat yang perlu kamu persiapkan agar proses pengajuan bisa langsung diproses.

Mengenai syarat-syarat yang perlu dipersiapkan, selengkapnya bisa kamu lihat di bawah ini. Perhatikan baik-baik, ya!

  • WNI (Warga Negara Indonesa) dan menetap di Indonesia
  • Minimal usia 21 tahu atau sudah menikah
  • Belum mempunyai rumah dan juga belum pernah menerima KPR subsidi dari pemerintah
  • Penghasilan di bawha Rp 4 jt untuk rumah Sejahtera Tapak dan Rp 7jt untuk Rumah Sejahtera Susun
  • Minimal sudah bekerja setahun
  • Mempunyai NPWP (Nomor Poko Wajib Pajak), SPT (Surat Pemberitahuan), PPh (Tahunan Pajak Penghasilan)

Berikut Dokumen Pengajuan KPR Subsidi

Selain syarat-syarat yang disudah disebutka di atas, kamu juga wajib melampirkan dokumen-dokumen penting seperti di bawah ini:

  • Formulis aplikasi kredit lengkap dengan pasfoto terbaru pemohon beserta pasangan
  • FC KTP (pemohon dan pasangan)
  • FC KK
  • FC surat nikah atau cerai
  • Slip gaji terakhir atau surat keterangan Penghaslan
  • FC SK (Surat Keputusan) pengangkatan pegawai tetap (bagi karyawan)
  • SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan
  • TDP (Tanda Daftar Perusahaan)
  • Surat Keterangan Domisili
  • Laporan Keuangan 3 bulan terakhir (bagi wiraswasta)
  • FC surat izin praktik (bagi tenaga professional)
  • FC NPWP
  • FC rekening koran atau tabungan 3 bulan terakhir
  • Surat pernyataan belum mempunyai rumah (dari pemohon dan pasangan)
  • Surat keterangan belum pernah menerima KPR Subsidi dari pemerintah

5 Tips Mudah Memperoleh Rumah Subsidi

Bagi siapa saja yang berminat memperoleh rumah subsidi, berikut ini 5 tips mudah untuk memperoleh rumah subsidi yang bisa diaplikasikan.

  1. Melengkapi pesyaratan yang sudah dipaparkan diatas
  2. Langsung datang ke developer dan survey lokasi yang akan kamu beli
  3. Selanjutnya, langsung mengajukan KPR subsidi ke bank pelaksana FLPP
  4. Jika sudah disetujui bank, lakukan akad kerdit
  5. Menempati rumah tersebut dan disiplin membayar cicilan hingga lunas

Untuk Meringankan, Mulailah Menambung untuk DP Rumah

Menabung DP rumah juga menjadi salah satu tips mudah memperoleh rumah subsidi. Selain itu, cicilan juga menjadi lebih ringan.

Ya, meski pengembang dan bank pelaksana sudah menawarkan DP 0%, namun ada baiknnya piker ulang lagi jika ingi mengambil tawaran tersebut.

Sebab, risiko KPR tanpa DP ini justru akan memberatkan cicilan kamu setiap bulannya. Cicilan atau angsuran kamu akan lebih besar jika tanpa DP.

Jadi, akan lebih baik jika kamu menabung terlebih dulu untuk membayar DP minimal 15% dari harga rumah.

Dengan membayar DP terlebih dulu, cicilan kamu pun akan lebih ringan jika dibandingkan membeli rumah tanpa DP.

Daftar Bank yang Menyalurkan KPR Subsidi FLPP

Ada sekitar 37 bank pelaksana atau penyalur KPR Subsidi FLPP pada tahun lalu. Adapun bank-bank tersebut seperti berikut ini:

Bank BTN, BTN Syariah, Banm BRI, BRI Syariah, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BJB, BJB Syariah, Bank Jatim, BPD, BPD Syariah, Bank Jatim, Bank Jambi, dan Bank Kalteng.

Dari sekian bank yang menawarkan produk KPR Subsidi FLPP, Bank BTN yang penawarkannya memiliki banyak keunggulan. Adapun keunggulan-keunggulannya yaitu:

  • Pencairan kredit dalam 7 harii
  • Tenor hingga 20 tahun
  • Pembiayaan maksimal 70% dari harga rumah
  • Suku bunga fix 5% per tahun
  • Bisa kredit untuk rumah tapak maupun susun

Contohnya begini: kamu membeli rumah harga Rp168.000.000, bunga 5% per tahun, DP Rp33.600.000 dan tenor 20 tahun, maka cicilan atau angsurang yang harus kamu bayar setiap bulannya yaitu Rp887.000.

Hal-hal yang Dilarang Dilakukan Bagi Pembeli KPR Rumah Subsidi

Bagi kamu yang ingin membeli rumah KPR Subsidi, ada beberapa hal yang perlu kamu hindari atau dilarang dilakukan, seperti di bawha ini:

  1. Dilarang berpenghasilan melebihan batas yang sudah ditentukan
  2. Dilarang membeli rumah sejahtera tapak atau susun dengan harga jual melebihi batas yang sudah ditentukan Kepmen
  3. Setelah serah terima rumah, dilarang untuk tidak menempati rumah subsidi FLPP dalam kurun waktu setahun
  4. Dilarang mengalihkan kepemilikan rumah atau menyewakan kepada orang lain, kecuali: nasabah meninggal dunia atau warisan, penghunian sudah melampaui 5 tahun untuk rumah tapak, penghunian sudah melampaui waktu 20 tahun untuk rumah susun, dan pindah lokasi tempat tingga sesuai peraturan undang-undang
  5. Dilarang menerima kembali KPR subsidi dari pemerintah

Sanksi Jika Melanggar Ketentuan yang Sudah Berlaku

Ada sanksi bagi siapa saja yang mengajukan KPR subsidi FLPP dan melanggar ketentuan-ketentuan atau peraturan yang sudah dipaparkan di atas.

Berdasarkan hasil pengendalian serta pengawasan adapun sanksi yang diberikan jika melanggar ketentuan-ketentuan tersebut yaitu pembeli atau nasabah harus bersedia dihentikan KPR subsidinya.

Bukan hanya itu, pembeli atau nasabah juga harus mengembalikan kemudahan dan/atau bantuan pembiayaan perumahann yang sudah diperoleh.

Intinya, keuntungan KPR subsidi yang sudah diperoleh akan dicabut oleh pemerintah jika ketentuan-ketenutan tersebut dilanggar.

Demikian informasi mengenai harga rumah subsidi naik tahun 2020 mendatang. Semoga bermanfaat bagi pembaca semua.

Jika kamu membutuhkan dana untuk membeli rumah, namun pusing untuk mengurus persyaratan kreditnya ke bank, kamu bisa menggunakan jasa KPR.online.

 

 

Rekomendasi Perumahan

Promo KPR

Bunga Mulai Dari

1 %

Ajukan sekarang sebelum naik