harga properti
4.5/5

Harga Properti Diperkirakan Akan Lebih Stabil di Tahun 2019

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

REI (Real Estate Indonesia) menuturkan harga properti mengalami kenaikan kisaran 5% hingga 7% pada tahun ini. Meski begitu, REI melihat pada tahun ini harga properti akan lebih stabil.

Paulus Tolok Lusida selaku Sekretaris Jenderal DPP REI memaparkan bahwa harga properti di Indonesia secara quarter on quarter masih stabil.

Properti akan mengalami kenaikan jika sudah ada permintaan, sebab jika sudah naik, harga property akan sulit untuk turun lagi.

REI menargetkan bahwa tahun ini industri properti akan mengalami peningkatan sekitar 10% dibandingkan penjualan pada tahun 2018 lalu.

Namun, menurut Totok, hal tersebut bergantung pada sikap pemerintah apakah konsisten dalam menawarkan relaksasi-relaksasi yang ditawarkan di indusrtri properti.

harga properti

Kondisi Harga Properti di Tiap Periode

Totok mengakui bahwa hingga kuartal II tahun 2019 industri properti belum mengalami peningkatan. Peningkatan permintaan baru mengalami kenaikan pada kuartal III 2019, karena mungkin pada waktu tersebut situasi politik sudah lebih stabil.

Totok melihat pada periode kuartal IV 2019 ini menjadi periode penentu target peningkatan industri propery 10%.

Pada periode ini juga Totok meyakini bahwa ini periode yang akan paling memberik kontribusi pada target peningkatan yang 10% tersebut.

Survei harga property Residensial Bank Indonesia menunjukan adanya perlambatan menganai kenaikan harga property di kuartal II 2019.

Jika indeks harga property residensial sebelumnya mengindikasikan terdapat kenaikan harga property sebesar 0.,49% di kuartal I 2019 dibanding kuartal IV 2019. Itu artinya di kuartal II 2019 pertumbuhan hanya 0,2% jika dibanding kuartal II 2019.

Pada kuartal II 2019, volume penjualan property residensial juga mengalami penurunan mencapai 15,9% dibandingkan dengan kuartal I 2019.

Padahal pada kuartal I 2019 tersebut, terjadi peningkatan volume penjualan dibandingkan denan kuartal IV2018 yang mencapai 23,77%.

Rumah type kecil serta type menengah yang jadi faktor yang menyebabkan volume penjualan mengalami penuruan.

Selain itu, menurut BI, daya beli yang melemah, suku bunga KPR yang tinggi, dan harga rumah yang tinggi juga salah satu faktor atau alasan yang menyebabkan volume penjualan mengalami penurunan.

Demikianlah informasi mengenai harga properti tahun 2019 yang mengalami peningkatan dari tahun lalu. Kalau kamu ingin membeli properti, rumah misalnya, dengan menggunakan layanan KPR, kamu bisa menggunakan jasa tim KPR.online.

Mengenai syaratnya bisa dilihat pada halaman ini.