developer bangkrut
4.5/5

Developer Bangkrut, Nasib Cicilan KPR Bagaimana?

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Developer Bangkrut – Setiap orang pasti ingin memiliki rumah yang nyaman. Sebagian orang yang ingin membeli rumah biasanya memilih jasa developer.

Sebagian orang lebih memilih menggunakan jasa developer lantara prosesnya jauh lebih mudah dan praktis.

Seluruh proses akan dibantu oleh devepoler, mulai dari proses pemberian tanda jadi sampai proses KPR.

Hanya saja, membeli property dari jasa developer itu tidak selalu mengantungkan. Bahkan ada juga beberapa developer yang nakal.

Ya, di luar sana, tidak sedikit developer yang nakal serta tidak melaksanakan tanggung jawabnya sebagai developer.

Misalnya, ditengah-tengah proses pembangunan rumah, tiba-tiba developer menghentikan projeknya begitu saja karena si developer bangkrut.

Sedangkan beberapa proses KPR milik konsumen sudah terlanjur berjalan. Lalu, bagaimana kalau sudah demikian?

Tenang, jangan panik dulu, sebab ada beberapa aturan resmi yang sudah mengatur hal-hal yang demikian ini.

Jadi, kasus yang kerap terjadi biasanya tentang property yang sedang dicicil tersebut masih dalam tahap pembangunan.

Namun, ditengah proses atau tahap pembangunan tersebut ternyata developer bangkrut sehingga tidak melanjutkan pembangunan tersebut.

Nah, jika hal ini terjadi padamu, sementara kamu hanya memegang PPJB (Perjanjian Pengikatan Jualan Beli) yang sudah di tandatangani developer.

Itu artinya, objek property tersebut masih milik developer dan belum beralih atas nama kamu. Dan, hal buruk lainnya yakni property tersebut jadi bagian boedel pailit.

Baca juga: Pajak Jual Beli Rumah yang Perlu Kamu Pahami

developer bangkrut

Pasal Tentang Developer Pailit

Pasal tentang developer pailit tertuang dalam pasal 37 ayat (1) N. 37 Th. 2004 mengenai UU KPKPU (Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang)

Bunyi Pasal 

Pasal tersebut berisi tentang apabila dalam perjanjian sebagaimana dimaksud dalam pasal 36 telah diperjanjikan penyerahan benda dagangan yang biasa diperdagangkan dengan suatu jangka waktu,

Dan pihak yang harus menyerahkan benda tersebut sebelum penyerahan dilaksanan dinyatakan paliti, maka perjanjian menjadi hapus dengan diucapkannya putusan pernyataan pailit.

Dalam hal pihak lawan dirugikan karena penghapusan maka yang bersangkutan dapat mengajukan diri sebagai kreditor konkuren untuk mendapatkan ganti rugi.

Jadi, kesimpulan yang bisa diambil dari  pasal tersebut yaitu ketika developer pailit, PPJB otomatis akan dihapus.

Baca juga: UMP Tahun 2020 Naik, Waktunya Beli Rumah

Tuntutan untuk Developer

Jika kamu mengalami hal demikian, sebagai konsumen tentunya kamu mengalami kerugian saat proses KPR sudah terlanjur berjalan.

Sementara hunian yang sudah kamu beli, bangunannya belum selesai dikerjakan.  Kalau sudah demikian, kamu bisa mengajukan tuntutan.

Ya, kamu bisa meminta ganti rugi kepada developer yang memang sebagai kreditu konkuren, sesuai UU KPKPU Pasal 115 Ayat 1.

Baca juga: UMP Tahun 2020 di 34 Provinsi Naik 8,51%, Berikut Ini Daftarnya

Kewajiban yang Harus Dipenuhi Sebagai Debitur

PPJB yang sudah dihapus pada dasarnya tak turut menghapus perjanjian kredit klien kepada bank. Yang menjadi kewajiban terhadap bank serta debitur yaitu cicilan KPR.

Lalu, bagaimana jika debitur tak melaksanakan kewajibannya untuk menuntaskan cicilan KPR jika developer bangkrut atau pailit?

Sesuai dengan pasar 1244 – 1245 KUHP, kewajiban (wanprestasi) yang disebabkan oleh keadaan yang memaksa tak akan mewajibkan mengganti biaya, rugi, serta bunga.

Akan tetapi, apakah kepailitan developer ini termasuk keadaan yang memakasa? Ya, kepailitan developer termasuk katergori keadaan memaksa.

Jadi, tidak ada kewajiban bagi kamu untuk mengganti biaya apapun, justru kamu bisa meminta ganti rugi terhadap developer tersebut.

Demikian informasi mengenai nasib cicilan KPR jika developer bangkrut. Semoga kamu tidak mengelami hal demikian

Nah, agar hal demikian tidak terjadi padamu, ada beberapa hal yang perlu perhatikan saat menggunakan jasa developer.

  1. Pastikan menggunakan developer terpercaya
  2. Pastikan developer sudah berpengalaman
  3. Pastikan developer tersebut memiliki terstimoni yang bagus
  4. Pastikan selalu ada komunikasi dengan si developer
  5. Pastikan si developer memiliki sepak terjang bagus
  6. Pastikan perjanjian jual beli rumah jelas dan surat-surat lengkap

Demikan beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum membeli rumah dari developer. Jika ada yang ingin menambahkan, silakan tambahkan di kolom komentar.

Perlu diketahui, tidak semua developer itu nakal, namun tidak semua developer juga baik. Selalu hati-hati dan waspada itu perlu.

Jadi, tetap berhati-hati dan waspada dalam membeli rumah dengan menggunakan jasa developer agar tidak menyesal dikemudian hari.

Jika kamu butuh bantuan pinjaman atau kredit untuk membeli rumah atau kebutuhan lainnya, kamu bisa menggunakan jasa KPR.online.

Semoga informasi ini bermanfaat. Yuk bantu share informasi ini ke orang-orang disekitar kamu, agar informasi ini tidak hanya berhenti di kamu.