cara mengatasi bunga kpr naik
4.5/5

Cara Mengatasi Bunga KPR Naik. Simak Baik-baik!

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Cara Mengatasi bunga KPR Naik – Dewasa ini, untuk membeli rumah tak harus membayarnya secara cash. Sebab, kini ada layanan KPR yang berguna untk membantu masyarakat yang kondisi finansialnya terbatas.

Namun, mengingat ada pengeluaran rutin setiap bulannya dalam rentang waktu yang panjang, maka sebelum mengajukan KPR, segala sesuatunya perlu kamu pertimbangkan dengan baik.

Selain itu, komponen bunga KPR juga perlu kamu cermati sejak awal. Sebab, secara langsung hal demikian akan memengaruhi nominal cicilan yang perlu kamu lunasi.

Dalam dunia KPR, terdapat 2 sistem pengaplikasian bunga yang biasanya digunakan, diantaranya sistem bunga floating dan bunga fix.

Umumnya, kedua sistem tersebut akan diberikan bank pada cicilan para nasabah KPR dalam rentang waktu yang berbeda.

Maka dari itu, penting bagi kamu untuk memahami mengenai hal ini sejak awal. Agar kedepannya kamu tidak kaget jika sewaktu-waktu ada kenaikan cicilan KPR.

Biasanya, pada awal mula cicilan, bank akan mengimplementasikan bunga fix untuk cicilan KPR kamu. Rata-rata besaran bunga ini lebih kecil dibandingkan sistem floating.

Namun, umumnya bunga fix ini hanya berjalan singkat sekitar 1-2 tahun pertama. Setelahnya, bank akan mengimplementasikan bunga floating yang sesuai dengan bunga acuan.

Umumnya, bunga ini akan diterapkan saat bunga fix berakhir. Yang kemudian akan dilanjutkan dengan bunga floating hingga masa cicilan habis.

Bunga floating ini tentunya jadi problem tersendiri bagi para nasabah KPR, khususnya dalam finansial kamu. Sebab, nominal bunga floating ini lebih besar dari bunga fix.

Baca juga: Bunga KPR Indonesia Lebih Tinggi dari Negara Tetangga

cara mengatasi bunga kpr naik

Berikut Ini Cara Mengatasi Bunga KPR Naik

Perlu kamu ketahui bahwa ada dua alasan yang membuat cicilan KPR mengalami kenaikan, seperti paparan di bawah ini.

Pertama, selama masa cicilan, KPR kamu mengalami peralihan dari bunga fix ke bunga mengembang (floating).

Jumlah cicilan ini biasanya mengalami kenaikan sebab sistem bunga fix menjalankan bunga yang lebih rendah dibanding bunga floating.

Kedua, setelah cicilan KPR menerapkan sistem bunga floating, maka jik suku bunga acuan naik, cicilan KPR kamu juga ikut naik. Hal tersebut terjadi karena bunga floating ini mengacu pada suku bunga acuan.

Dua hal di atas tentunya akan membuat kamu sedikit kerepotan. Sebab, kondisi finansial kamu memerlukan penyesuaian lagi atas berlakunya sistem bunga baru tersebut.

Maka dari itu, perlu adanya langkah yang tepat agar dapat mengantisipasi saat bunga KPR mengalami kenaikan. Nah, berikut ini cara mengatasi bunga KPR naik.

Baca juga: Uang Muka KPR Turun 5% Hingga 10%

1. Pilih Bunga Fix periode panjang

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahwa sejumlah bank biasanya hanya akan menerapkan bunga fix pada 1 atau 2 tahun.

Jadi, jika periodenya cuma 1 tahun, maka bunga fix hanya akan berjalan 1 tahun pertama saja. Lalu setelahnya akan diterapkan bunga floating.

Oleh karena itu, kamu perlu memilih bunga fik dengan periode terpanjang. Hal tersebut bisa jadi solusi dalam mengatasi kenaikan bunga serta nominal cicilan KPR.

Sehingga kami pun bisa menikmati bunga fix rendah selama rentang waktu tersebut. Sebab meski suku bunga acuan naik tidak akan memengaruhi nominal cicilan KPR selama rentang waktu tersebut.

Namun pada kenyataanya, sebagian besar nasabah KPR malah lebih berminat mengambil periode terendah. Sebab, umumnya hal tersebut sejalan dengan nominal bunga yang juga lebih rendah.

Misalnya begini: Bank menawarkan bunga fix periode 1 hingga 2 tahun pada nasabah. Periode 1 tahun ini akan dikenakan bunga 8,5%, sedangkan pada periode 2 tahun nominal bunganya 9%.

Dalam kasus yang demikian ini, nasabah gampang tertarik untuk memilih cicilan periode rendah dengan nominal bunga yang juga lebih rendah.

Padahal, jika perhatikan lebih dalam, hal tersebut malah akan meningkatkan pada periode mendatang.

Karena kamu akan dikenakan kewajiban untuk membayar lebih awal bunga floating-nya, yaitu 1 tahun selepas bayar cicilan dengan sistem bunga fix tersebut.

2. Lakukan Take Over

Take over merupakan fasilitas bank untuk memindahkan KPR ke bank lain. Take over ini dianggap mampu memberikan keuntungan bagi para nasabah KPR.

Artinya, cicilan KPR berikutnya akan dilakukan di bank yang baru. Hal tersebut memungkinkan kamu untuk dapat menikmati periode cicilan dengan sistem bunga fix lebih panjang.

Namun, sebelum kamu melakukan take over, penting bagi kamu untuk memahami dan mengerti dengan jelas beragam aturan dari kedua bank tersebut.

Jangan sampai ada kesalahan perhitungan bunga sehingga malah merugikan kamu. Selain itu, perlu kamu ketahui juga bahwa layanan take over ini memerlukan sejumlah biaya lumayan besar.

Hal seperti ini sangat disarankan untuk kamu ketahui serta mengantisipasinya sedari awal.

3. Gunakan KPR Floating

Pada sejumlah bank besar, hal seperti ini sudah berjalan sehingga kamu bisa mempertimbangkannya sedari awal.

Jadi, dalam KPR floating, pihak bank tidak akan menggunakan sistem bunga. Cicilan KPR yang akan kamu bayar dihitung sesusai dengan sistem bunga floating sedari awal.

Namun, kamu jangan khawatir meskipun menggunakan bunga floating sedari awal, sebab biasanya bank akan memberikan sejumlah diskon bunga.

Besaran bunga juga tak akan setinggi sistem bunga floating pada periode selepas bunga fix selesai.

Diskon bunga yang bisa nasabah peroleh dalam sistem floating seperti ini biasanya rata-rata 2%. Diskon tersebut berlaku fix (tetap) hingga cicilan KPR selesai. Lumayan menguntungkan, bukan?

Baca juga: Bunga KPR Flat Sampai Lunas, Ini Tipsnya!

Atasi Risiko Bunga KPR Naik dengan Benar Sejak Awal

Menggunakan layanan KPR untuk membeli hunian atau rumah tentunya sangat membantu siapa saja untuk mendapatkan rumah idaman, khususnya bagi yang kondisi finansialnya terbatas.

Namun, hal tersebut harus dilakukan penuh pertimbangan serta perhitungan yang benar-benar matang.

Pahami dengan benar sedari awal mengenai sistem penerapan bunga yang diberlakukan oleh bank, sehingga kamu bisa memilih serta mengatasi hal tersebut dengan baik dan tepat sedari awal.

Dengan begitu, kamu pun akan lebih gampang dan nyaman dalam melunasi cicilan KPR tersebut.

Demikianlah informasi mengenai solusi atau cara mengatasi bunga KPR Naik. Semoga bermanfaat bagi siapa saja, khususnya bagi para nasabah KPR.