cara mengajukan kpr

Cara Mengajukan KPR

Cara Mengajukan KPR – Seiring pertumbuhan penduduk yang semakin pesat setiap tahunnya, kebutuhan akan rumah juga turut meningkat. Namun, harga rumah yang terus saja semakin mahal setiap tahunnya membuat banyak orang jadi kesulitan untuk memiliki rumah. Bercermin dari hal tersebut, KPR hadir menjadi semacam pahlawan untuk membantu orang-orang yang ingin memiliki rumah.

Bagi kamu yang masih bingung mengenai pengertian KPR, jadi KPR merupakan kepanjangan dari Kredit Pemilikan Rumah. KPR ini biasanya disediakan oleh pihak bank dimana bank akan memberikan pinjaman kepada orang-orang yang ingin membeli atau membangun rumah dengan cara dicicil.

Baca juga: Kredit Pemilikan Rumah

Mengajukan KPR, bisa meringankan beban orang-orang yang ingin memiliki rumah namun terkendala finansial. Sistem pembayaran KPR ini meringankan finanasial kamu karena pembayarannya bisa dicicil dengan uang muka dan suku bunga yang ditentukan oleh pihak bank.

Perlu diingat, tak semua orang yang mengajukan KPR diterima oleh pihak bank. Oleh karena itu, jika kamu ingin mengajukan KPR, kamu harus mengerti tata cara mengajukan KPR agar pengajuanmu langsung di ACC pihak bank. Untuk tata caranya, kamu bisa lihat ulasannya berikut ini.

cara mengajukan kpr

Tata Cara Mengajukan KPR untuk Pemula

Sebelum kamu mengajukan KPR, ada tata cara yang perlu kamu perhatikan agar pihak bank bisa langsung ACC. Karena yang mengajukan KPR tentu bukan kamu saja, pihak bank pun akan menyeleksi dengan ketat. Siapa yang memenuhi kriteria, maka bisa dengan mudah pengajuan KPR di terima. Nah, berikut ini tata cara mengajukan KPR yang perlu kamu ketahui

Baca Juga  Harga Rumah Subsidi Naik, Disaat Kuota Habis

Mempelajari syarat-syaratnya

Sebelum mengajukan KPR, hal pertama yang perlu kamu ketahui yaitu apa saja syarat-syaratnya. Umumnya, syarat mengajukan KPR yaitu diperlukan beberapa dokumen penting, seperti: fc KTP, fc KK, fc NPWP, fc slip gaji, rekening koran, warga negara Indonesia asli, menetap di Indonesia, usia minimal 21 tahun, dan lain sebagainya. Info selengkapnya bisa lihat disini.

Ada proses penilaian (appraisal) oleh pihak bank

Selanjutnya, pihak bank akan melakukan penilaian (appraisal) terhadap rumah yang akan kamu beli. Umumnya, proses ini akan dikenai biaya yang ditentukan oleh bank untuk membayar jasa petugas yang melakukan proses appraisal. Namun, jika kamu mengajukan ke bank Syariah, biasanya gratis.

Kalkulasi penawaran bank

Jika proses penilaian sudah selesai, selanjutnya kamu harus memahami rincian biaya KPR mulai dari uang muka hingga suku bunganya per bulannya agar kamu sudah bisa merinci berapa biaya yang akan kamu keluar nantinya untuk membayar cicilannya.

KPR disetujui

Berikutnya, jika pengajuan KPR kamu sudah disetujui pihak bank, kamu akan mendapatkan Surat Persetujuan Kredit (SPK) yang dikeluarkan oleh pihak bank. Surat tersebut berisi informasi mengenai notaris yang akan mengurus semua persyaratannya. Umumnya, ada biaya jasa untuk notaris.

Akad kredit

Akad kredit ini merupakan akhir dari semua alur pengajuan KPR yang disaksikan oleh notaris. Pada proses ini, selain notaris, dihadiri juga oleh pembeli, penjual, dan perwakilan bank. Setelah itu, kamu akan menerima beberapa dokumen dari penjual yang sudah dipastikan keabsahannya oleh notaris, seperti IMB, sertifikat tanah dan lain sebagainya.

Dokumen-dokumen tersebut lah yang nantinya akan menjadi jaminan KPR kamu ke pihak bank. Selanjutnya, kamu hanya perlu memikirkan biaya cicilan perbulannya.

Baca Juga  Suku Bunga Bank Indonesia Terbaru 2019, Noted!

Formulir KPR Online

Data Rumah


Data Pribadi


Profesi