Cara KPR Rumah Second

By: opik0740 comments

Cara KPR Rumah Second • Ini Dia Persyaratan Rumah Second Lewat KPR dan Langkah Pengajuanya

Tissa dan Rizal sudah 2 tahun menikah. Mereka memiliki rencana untuk membeli rumah secara KPR. memilih rumah dengan KPR dirasa meringankan mereka, sebab jika harus membeli rumah secara cash, tabungan mereka berdua belum cukup banyak. Mereka sedang sibuk mencari area perumahan yang menawarkan hunian minimalis baru di sekitar kota Bandung. Mereka juga akan memilih KPR di Bank yang lokasinya sama dengan letak perumahan tersebut.

Setelah sampai di lokasi perumahan, ternyata mereka sudah kehabisan waktu. Penawaran perumahan minimalis tersebut sudah ditutup dan sudah fullbooked. Mencari hunian baru yang sesuai keinginan ternyata tidak mudah juga. Terkadang jika tidak penuh, model hunian yang ada kurang cocok dengan selera tissa dan rizal. Mereka sempat membahas soal ini dengan rekan mereka yang bekerja di Bank. temanya menyarankan, “kenapa tidak mencoba membeli rumah second saja, bisa di KPR juga soalnya”.

Cara KPR Rumah Second

Tissa dan Rizal berfikir mengenai saran temanya tersebut. Setelah berdiskusi, ternyata mereka menerima ide tersebut dan mencoba mencari rumah second atau rumah bekas. Akhirnya, tidak perlu waktu lama mereka mencari, mereka berhasil menemukan rumah second yang ternyata sesuai selera mereka. Setelah melakukan pengecekan, pasangan ini begitu menyukai model, wilayah dan juga spesifikasi dari rumah second tersebut.

Setelah benar-benar merasa cocok, rencananya Tisaa dan Rizal akan membeli rumah tersebut lewat KPR di Bank, dimana temanya bekerja. Setelah melihat lokasi rumah second tersebut, tissa menelepon sang teman dan kembali meyakinkan temanya, serta bertanya, apakah membeli rumah second benar bisa melalui KPR? Lalu temanya menjawab, tentu saja bisa dengan persyaratan yang berlaku. Tissa dan Rizal pun setuju untuk mengajukan KPR rumah second tersebut, secepatnya.

Langkah Demi Langkah Cara Pengajuan KPR Rumah Second

Seperti kita ketahui, setiap pengajuan KPR ke pihak Bank, maka nasabah diwajibkan untuk menyiapkan beberapa persyaratan wajib terlebih dulu. Baik itu, KPR rumah baru atau rumah second, keduanya memiliki tahapan yang hampir sama.

Hanya saja, pada KPR rumah second, ditambahkan beberapa syarat penting yang harus ada, yang umumnya tidak diminta saat pengajuan KPR rumah baru.

Berikut ini langkah yang harus dilalui Tissa dan Rizal, ketika mengajukan KPR rumah second tersebut :

1. Melakukan Deal dengan Pihak Penjual

Tissa dan Rizal harus melakukan kesepakatan terlebih dulu dengan pihak penjualnya. Setelah dirundingkan, pihak penjual rumah second tersebut ingin menjual rumahnya seharga Rp.600 Jutaan. Tisaa kemudian menelepon temanya kembali, dan sang teman menyarankan Tisaa untuk menawar habis-habisan harga rumah tersebut. Alasanya, karena jika melalui KPR, pihak Bank umumnya hanya akan membiayai hingga 80% saja.

Kemudian, tisaa dan rizal kembali menawar kepada si penjual rumah, hingga habislah penawaran tersebut, di angka Rp. 500 juta pas. Dengan harga seperti itu, pihak KPR Bank mungkin hanya akan membiayai sebesar Rp. 320 juta saja. Hal tersebut bukan tanpa alasan. Pihak Bank akan menaksir harga rumah, dan umumnya harga rumah second adalah dibawah harga jual yang ditawarkan tersebut. Pihak bank akan melakukan appraisal.

2. Menemui Pihak Bank

Setelah melakukan deal dengan pihak penjual rumah second tersebut, saatnya memilih bank untuk proses kredit KPR rumah terkait. Karena sebelumnya, tisaa dan rizal memang memiliki teman yang bekerja di bank, maka mereka tidak sulit untuk menemukan KPR bank yang sesuai dengan keadaan keuangan mereka. Untuk pengajuan KPR rumah second maka pasangan ini wajib menyerahkan persyaratan umum kepada pihak bank terkait. Berikut persyaratanya :

  • Fotokopi Kartu Keluarga dan Identitas / KTP
  • Fotokopi NPWP
  • Fotokopi Surat Nikah
  • Slip Gaji 3 bulan terakhir
  • Surat keterangan bekerja
  • Rekening koran tabungan 3 bulan terakhir

Persyaratan KPR rumah second ternyata belum selesai sampai disitu. Karena rumah yang di KPR kan adalah rumah bekas atau second, maka persyaratan tambahan yang harus diberikan kepada pihak bank adalah :

  • Surat kesepakatan jual beli rumah yang diberi materai dan ditandatangani oleh penjual dan pembeli
  • Fotokopi Seritifikat
  • Fotokopi IMB (izin Mendirikan Bangunan)
  • Fotokopi PBB pembayaran tahun terakhir

3. Tahap Appraisal

Tahapan yang ketiga ini bisa dibilang tahap penentuan, apakah KPR yang diajukan bisa diterima atau malah ditolak. Umumnya pihak bank akan melakukan Appraisal untuk menaksir dan mengecek apakah nasabah yang bersangkutan bebas kredit macet. Kemudian, pihak bank juga akan melakukan survey terhadap rumah second yang sudah dipilih sebelumnya.

Tahap Appraisal ini hanya melibatkan pihak bank saja, sebagai pemberi pinjaman dana KPR. adapun nasabah yang bersangkutan tidak ikut serta. Nasabah akan dikenakan biaya appraisal sekitar Rp. 450 ribu. Biasanya biaya tersebut dikenakan setelah pengajuan KPR diterima. Namun, pihak bank yang dipilih Tissa dan Rizal ini, menetapkan ketentuan untuk membayar biaya ini dimuka.

Setelah pihak bank selesai melakukan survey dan menaksir harga rumah second yang dimaksud, beberapa hari kemudian, pihak bank akan menghubungi nasabah. Pihak marketing kpr bank yang dipilih tissa dan rizal menyebutkan bahwa harga taksiran mereka sebesar Rp. 400 juta. Karena pembiayaan bank untuk KPR rumah second hanya 80%, maka pihak bank akan mendanai sebesar 80% x 400 Juta = Rp. 320 juta.

Di tahap deal, tissa dan rizal sudah bersepakat untuk membeli rumah second tersebut seharga Rp. 500 juta. Itu berarti mereka harus membayar sebesar Rp. 180 juta kepada pihak penjual. Sisanya sebesar Rp. 320 juta, akan mereka lanjutkan pembayaranya ke pihak bank, lewat proses cicilan KPR. nasabah juga harus membayar uang muka KPR sebesar 10% dari kesepakatan KPR tersebut.

4. Penerbitan Surat Perjanjian Kredit

Setelah tahap appraisal selesai, pihak bank akan memberikan simulasi tentang pembayaran KPR yang akan menjadi kewajiban pihak nasabah nanti. Dalam simulasi tersebut, nasabah juga bisa mengetahui mengenai besar suku bunga KPR yang dipilih, pembayaran penalti jika akan dilunasi dalam waktu yang singkat, kemudian rincian biaya KPR yang umumnya berupa biaya provisi, biaya pajak, Asuransi dan lain sebagainya. Pihak nasabah juga akan diberitahu mengenai penunjukan notaris yang telah bekerja sama dengan bank terkait. Biasanya notaris juga bisa disesuaikan dengan keinginan nasabah.

Setelah penjelasan tersebut, maka pihak bank akan segera menerbitkan Surat Perjanjian Kredit (SPK). isi surat tersebut adalah seputar penjelasan simulasi KPR tadi, serta tenor waktu yang telah dipilih nasabah untuk cicilan KPR nanti. setelah surat terbit, maka pihak nasabah harus membaca surat SPK tersebut dengan teliti, setelah sesuai dengan kesepakatan sebelumnya, maka nasabah tinggal menandatangani akad kredit tersebut.

5. Akad Kredit dan Tanda Tangan Nasabah

Ini merupakan tahap akhir dari serangkaian proses pengajuan KPR untuk rumah second ke Bank. sebelum menandatangani SPK atau akad kredit tersebut, perlu diketahui bahwa ada dua jenis akad yang terjadi, yaitu akad jual beli (antara pembeli dan penjual) serta akad kredit (antara nasabah dan bank). Sebelum proses tanda tangan akad dilakukan, nasabah perlu menyelesaikan beberapa hal berikut :

  • Membayar lunas biaya notaris dan biaya uang muka KPR
  • Meminta jadwal akad kredit dengan bank dan notaris dengan lebih cepat
  • Menyerahkan dokumen persyaratan KPR (asli dan fotokopi) kepada pihak notaris
  • Notaris akan mengecek semua dokumen
  • Melakukan penandatanganan dua akad tadi, bersama pihak penjual dan pihak bank, di depan notaris yang terpilih.
  • Pasangan nasabah harus hadir
  • Seluruh pihak harus memperlihatkan KTP dan KK masing-masing yang asli
  • Pihak notaris akan membacakan hak dan kewajiban pihak- pihak terkait

Setelah proses akad tersebut selesai, pihak penjual rumah second tersebut, akan menerima uang penjualan rumah yang ditransfer oleh pihak bank. Setelah itu, pihak notaris akan melakukan proses balik nama sertifikat rumah menjadi atas nama nasabah (pembeli). Setelah itu, sertifikat, IMB dan PBB rumah second tersebut akan diserahkan ke pihak bank, sebagai jaminan KPR nasabah. Tisaa dan Rizal sudah memiliki kunci rumah tersebut, dan bisa segera menempati rumah tersebut, serta melanjutkan cicilan KPR sesuai ketentuan yang berlaku di akad kredit.

Proses pengajuan KPR rumah second ke Bank memang cukup panjang. Namun, melalui proses tersebut, semua pihak yang terlibat akan memperoleh hak dan kewajibanya masing-masing. Kedepanya, pihak nasabah juga tidak akan mendapat masalah, jika akan kembali menjual rumah tersebut. Ajukan KPR rumah second sekarang juga. Anda dapat mengajukan KPR secara online untuk mendapatkan KPR terbaik. Ajukan KPR online di Kreditkpr untuk proses pengajuan yang lebih cepat, dan anti ribet.

Related post

Leave A Comment

cara-kpr-rumah-second-bull-cara-mengajukan-kpr-rumah-second-bull-kpr-online
CLOSE
CLOSE