Cara Hindari Penipuan Berkedok Perumahan Syariah

cara hindari penipuan berkedok perumahan syariah

Perumahan Syariah –  Dalam kasus baru-baru ini tercatat 3.680 orang menjadi korban penipuan KPR perumahan syariah. Sebenarnya hal ini tidak pelu terjadi kalau masyarakat mau lebih teliti lagi mencari tahu tentang pengembang sebelum memutuskan membeli.

Pemerintah sendiri telah berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat akan pembiayaan perumahan berbasis hukum islam melalui KPR syariah.

Selain itu, dari aspek teknologi, pemerintah meluncurkan sistem dan aplikasi untuk mengecek perumahan dari pengembang terpercaya.

Sebelum membeli, masyarakat perlu mengecek dan memastikan apakah pengembang yang akan dipilih telah terdaftar di Sistem Registrasi Pengembang (SIRENG).

Jika pengembang yang Anda pilih bisa ditemukan di sistem ini, maka Anda tidak perlu khawatir berurusan dengan pengembang abal-abal. Pengembang yang sudah terdaftar dalam sistem ini telah melalui sistem seleksi dari asosiasi pengembang, jadi Anda boleh merasa aman.

Aplikasi Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) yang dikembangkan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) juga memudahkan masyarakat mencari rumah subsidi di lokasi idaman. Anda bisa tenang untuk memilih perumahan yang terdaftar di aplikasi ini.

Pengguna aplikasi SiKasep juga bisa memperoleh informasi dan memastikan progres pembangunan rumah yang ingin dibeli.

Cara menggunakannya juga sangat mudah, Anda bisa mengunduh aplikasi SiKasep dari Playstore. Setelah masuk ke aplikasi ini, Anda sudah bisa mengakses semua informasi yang dibutuhkan, termasuk melakukan pengajuan KPR secara online.

KPR untuk Perumahan Syariah

Menurut Kepala PPDPP Kementerian PUPR Arief Sabaruddin, sejak 2010 pemerintah telah mengelola dan menyalurkan dana pembiayaan perumahan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Dikutip dari Kompas.com, Arief mengatakan, “Hingga saat ini PPDPP telah mengelola dana FLPP senilai Rp 44,37 triliun untuk 655.602 unit rumah.”

Anggaran rumah subsidi melalui skema pembiayaan FLPP untuk 2020 juga telah dinaikkan menjadi RP 11 triliun. Nominal ini setara dengan penyaluran 102.500 unit rumah.

Sebagai penyalur, 37 bank telah setuju untuk menjadi bank pelaksana KPR subsidi. Dari 37 bank pelaksana, 10 diantaranya adalah bank nasional, sementara 27 lainnya adalah Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Bagi masyarakat yang ingin memilih skema pembiayaan perumahan syariah, maka bisa memilih 15 bank pelaksana yang mengusung KPR syariah. Bank- bank syariah yang terlibat sebagai pelakssana FLPP diantaranya Bank BTN Syariah, Bank BNI Syariah, Bank BJB Syariah, Bank Sumut Syariah, Bank Jambi Syariah, Bank NTB Syariah, dan Bank Sulselbar Syariah.

Ada juga Bank Sumsel Babel Syariah, Bank Jatim Syariah, Bank Aceh Syariah, Bank Nagari Syariah, Bank Kalsel Syariah, Bank Riau Kepri Syariah, dan Bank Jateng Syariah.

Daftar bank penyelenggara KPR syariah juga bisa dilihat di aplikasi SiKasep. Tidak ada pilihan yang lebih aman bagi masyarakat selain mencari tahu informasi perumahan syariah melalui apikasi milik pemerintah.

Sekema pembiayaan KPR syariah sepenuhnya menjadi tanggung jawab bank pelaksana, pengembang hanya bertanggung jawab untuk membangun rumah subsidi sesuai dengan ketentuan pemerintah untuk membangun hunian murah dan layak.

 

Rekomendasi Perumahan

Promo KPR

Bunga Mulai Dari

1 %

Ajukan sekarang sebelum naik