bunga acuan turun
4.5/5

Bunga Acuan Turun tapi Bunga KPR Naik? Ini Solusinya

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

BI (Bank Indonesia) menuturkan bahwa bunga acuan turun 25 bps (basis poin) menjadi 5,75% setelah 8 bulan Bank Indonesia menahan di level 8 persen.

Bunga acuan inilan yang nantinya akan menjadi kunci kredit KPR (kredit pemilikan rumah) folating (mengambang). Sehingga apabila bunga acuan naik, maka bunga foalting pun turut naik. Dan, begitu juga sebaliknya, apabila bunga acuan turun, bunga foalting turut turun juga.

Hanya saja, beberapa nasabah KPR disejumlah bank malah mengeluhkan hal yang sebaliknya. Jadi, pada saat bunga acuran menurun, bunga KPR-nya justru mengalami kenaikan yang berdampak pada bertambahnya jumlah cicilan setiap bulannya.

Nah, nasabah salah satu bank menyebutkan bahwa dia bingung mengenai informai bertambahnya bunga KPR tersebut. Dia kembali menyebutkan bahwa bunga naik dari 13,5% menjadi 14% yang berlaku di bulan Agustus 2019.

Dia kembali menuturkan bahwa dia belum tahu jumlah cicilan yang harus dibayarkan bulan ini. Selama bulan-bulan sebelumnya, cicilan KPR yang perlu dia bayar tiap bulannya sebesar 3,4 jutaan.

bunga acuan turun

Informasi mengenai kenaikan bunga KPR ini dia dapatkan dari SMS yang dikirim ke ponselnya yang berbunyi seperti berikut ini.

“Nasabah Yth, terhitung pada Juli 2019, suku bunga Anda disesuaikan menjadi 14% pa efektif. Info selengkapnya bisa menghubungi call center 1500046”

“Nasabah Yth, penyesuaikan suka bunga bank ini akan diberlakukan akhir blan Agustus 2019 nanti. Info lebih lanjut silakan hubungi call center 1500046”

Nasabah lainnya dari bank yang berbeda juga menuturkan bahwa, bank tempat dia mengajukan KPR mengalami pertambahan suku bunga KPR 25bps.

Dia kembali menuturkan bahwa bahwa informasi mengenai kenaikan bunga KPR 0,25 % ini dia peroleh melalui surat dari bank. Dia pun bingung dengan system bank, kerena bunga KPR kenapa malah naik padahal suku bunga BI menurun.

Dia menambahkan lagi, sejak BI rate tren kenaikan beberapa bulan lalu, bank kian rajin mengirimkan surat informasi tentang kenaikan bunga.

Dalam surat yang dikirim bank tersebut dijelaskan bahwa alasan menaikan bunga KPR oleh bank disebabkan tingginya biaya sumber dana kredit, sehingga bank pun perlu menyesuiakn suku bunga KPR.

Bunga kredit berlaku dari awal Juli 2019, dari yang awalnya 13,25 persen menjadi 13,5 persen, sehingga jumlah cicilan yang harus dibayarkan 7 Agustus 2019 menjadi Rp1.465.600 dimana bulan sebelumnya Rp1.450.900.

Bunga KPR naik? Take Over KPR Saja

Nah, untuk mengatasi permasalah tersebut, solusinya yaitu dengan memindahkan cicilan KPR kepada bank lain yang dikenal dengan take over KPR. Untuk memudahkan proses ini, nasabah bisa menggunakan jasa KPR. Online.

Jika ada yang ingin ditanyakan mengenai cara take over KPR yang baik dan benar sehingga bisa langsung diproses pihak bank, bisa langsung mengonsultasikannya ke tim KPR.online.