Biaya Top Up KPR

biaya top up kpr

Biaya Top Up KPR- Melihat temen sudah memiliki rumah sendiri, rasanya keinginan kita untuk memiliki ruman pun semakin ingin segera terealisasikan. Namun, akhirnya keinginan kita itu harus segera dikubur dalam-dalam setelah melihat isi rekening yang pas-pasan.

Bagaimana bisa mendapatkan uang tunai dengan cepat, sementara kalaupun menabung dari hasil gaji bulanan untuk membeli rumah pun tentunya membutuhkan waktu yang tak sebentar. Solusinya? Mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Kredit Pemilikan Rumah salah satu solusi terbaik bagi siapa saja yang membutuhkan rumah yang peluanansannya bisa dilakukan dengan cara diangsur. Dewasa ini, sejumlah orang yang ingin memiliki rumah lebih memilih mengajukan KPR karena sedikit meringankan biaya finansial.

Meski biaya uang muka dan bunganya cukup besar, namun bagi orang-orang yang berpenghasilan diatas 7 juta, nominal uang muka, cicilan dan bunga KPR ini jauh lebih meringankan dibandingkan jika langsung membeli rumah secara cash.

Selain pembayarannya dapat diangsur, keuntungan lainnya yang bisa didapatkan para konsumen yang mengajukan Kredit Pemilikan Rumah yaitu bisa menggunakan fasilitas top up. Nah, Top up ini merupakan fasilitas tambahan hutang / kredit dari bank kepada konsumen yang memiliki pinjaman KPR.

Info mengenai pengertian top up KPR, selengkapnya bisa dilihat disini.

Untuk memperolah top up, ada biaya yang perlu nasabah persiapkan. Ya, seperti proses KPR dan Take Over, Top Up juga ada biayanya. Komponent biayanya hampir sama, hanya saja tanpa ada Pajak, Biaya APHT dan BPHTB.

Dibandingkan dengan biaya proses KPR dan Take Over, tentu biaya top up ini lebih sedikit karena komponen lebih sedikit. Oleh karena itu, biaya Top Up pun lebih kecil dibandingkan dengan biaya KPR maupun biaya take over.

Baca juga: Biaya KPR

Baca Juga  Kredit Pemilikan Rumah

Baca juga: Biaya Take Over

biaya top up kpr

Biaya Top Up KPR yang perlu dipersiapkan

Nah, bagi nasabah yang ingin mendapatkan top up, ada beberapa biaya komponen yang perlu dipersiapkan. Berikut ini komponen biaya top KPR.

Biaya Notaris

Biaya ini merupakan untuk membiayai jasa notaris yang mengurus dokumen-dokumen yang perlu dipersiapkan

Biaya Penilaian / Appraisal

Umumnya ada peningkatan nilai aset, dan kecenderungannya nasabah pasti ingin rumahnya ingin diberi harga tinggi, maka ada proses penilaian/appraisal ulang.

Biaya Administrasi

Nasabah juga perlu menyiapkan biaya administrasi jika ingin pengajuan top up berjalan lancar

Biaya Proses

Selain biaya notaris, biaya appraisal dan biaya administrasi, nasabah juga perlu menyediakan biaya proses.

Provisi Bank

Sebelum mengajukan top up, nasabah juga perlu mempersiapkan biaya untuk provisi bank. Biaya untuk porvisi bank ini cenderung murah.

Asuransi Kebakaran

Biaya ini untuk membiyai Asuransi kebakaran. Asurnasi berguna sebagai jaminan rumah yang di KPR-kan dari resiko kebakaran.

Asuransi Jiwa

Nasabah juga perlu mempersiapkan untuk biaya asuransi jiwa. Asuransi jiwa ini berguna jika sewaktu-waktu nasabah meninggal, sehingga pinjaman berikutnya akan ditanggung pihak asuransi.

Sebelumnya sudah disebutkan, bahwa biaya top up ini lebih ringan dibandingkan dengan biaya KPR maupun take over. Jadi, jika biaya KPR berkisar 7% dari plafond, maka biaya Top Up hanya berkisar di angka 3% s/d 5%.

Misalnya, plafond (hutang) yang dicairkan adalah 100 juta, maka perhitungan biaya top up-nya adalah:
Biaya Top Up = 5% x 100 Juta
Biaya Top Up = 5 Juta

Baca Juga  Top Up KPR Cara Cepat Renovasi Rumah

Nah, itulah informasi mengenai biaya top up KPR yang perlu nasabah ketahui. Semoga informasi ini bermanfaat.

Formulir Top Up KPR

Melalui KPR.Online pengajuan Top Up KPR menjadi lebih mudah. Cukup mengisi formulir di bawah ini, pengajuan akan segera diproses dan kamu akan segera di hubungi oleh marketing Bank.

KPR saat ini


Data Pribadi


Profesi