Biaya Over Kredit KPR

Biaya Over Kredit KPR – Salah satu puncak keberhasilan seseorang adalah memiliki rumah. Karena mahalnya harga rumah, sejumlah orang memilih untuk membeli rumah dengan cara kredit atau yang dikenal dengan KPR. Namun, tak jarang, beberapa orang mulai kesulitan untuk melunasinya, hingga akhirnya memilih untuk over kredit KPR.

Ya, desakan ekonomi memang kerap menjadi alasan beberapa orang untuk over kredit KPR. Namun, tak jarang pula orang yang over kredit rumah yang di KPR-kan tersebut karena si penjual sudah memiliki rumah baru. Untuk over kredit rumah memang gampang-gampang susah. Oleh karena itu, jangan sampai kamu melewatkan langkah-langkahnya atau cara over kredit. Info selengkapanya bisa lihat disini.

Jika sudah paham mengenai langkah-langkahnya, baik penjual atau pembeli juga perlu tahu biaya over kredit KPR agar bisa mempersiapkan berapa biaya yang perlu dikeluarkan untuk proses over kredit ini. Nah, pada artikel kali ini akan dipaparkan mengenai biaya over kredit KPR.

Perlu diketahui, pada proses over kredit KPR ini, Penjual dan pembeli memang sama-sama akan dikenakan biaya. Jadi, yang perlu mengeluarkan biaya bukan hanya dibebankan pada pihak pembeli saja, tapi pihak penjual juga.

Bagi pihak Pembeli, Biaya yang perlu dikeluarkan sama seperti pada transaksi KPR reguler. Sedangkan bagi penjual akan ada biaya penalti pelunasan. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan dipaparkan biaya over kredit untuk pembali dan penjual.

biaya over kredit KPR

Biaya Over Kredit KPR Bagi Pembeli

Uang Tanda Jadi

Biaya over kredit yang perlu dipersiapkan pembeli yaitu Uang tanda jadi. Uang tanda jadi adalah uang yang diberikan dari pembeli kepada penjual agar selama proses KPR Bank, penjual tidak menawarkan atau menjual rumahnya kepada pihak lain. Uang tanda jadi ini dikenal pula dengan istilah Booking Fee.

Besar uang tanda jadi ditentukan oleh kesepakatan antara penjual dan pembeli

Baca Juga  Simulasi Over Kredit KPR

Setelah kedua belah pihak sudah menyepakati nominal uang tanda jadi, hal lainnya yang harus disepakati keduanya adalah berapa lama penjual terikat oleh uang tanda jadi dan tidak boleh menjual rumahnya ke pembeli lain.

Uang Muka

Sama halnya seperti KPR reguler, Over kredit KPR yang benar juga akan mewajibkan pembeli untuk membayarkan uang Muka.

Nah, uang muka over kredit rumah ini diberikan kepada pihak Bank, melainkan kepada penjual. Besar uang muka berkisar antara 10% sampai dengan 20% dari harga jual yang disepakati.

Perlu diketahui juga untuk uang muka over kredit ini jauh lebih tinggi dibandingkan uang muka KPR rumah baru, sebab over kredit rumah dihitung oleh bank sebagai kpr rumah secondary.

Biaya KPR

Selanjutnya, setelah proses over kredit selesai, pihak pembeli melanjutkan Biaya KPR kepada Bank. bebrapa Komponen biaya yang perlu dikeluarkan pihak pemberli yaitu seperti biaya notaris, biaya administrasi dan biaya asuransi.

Mengenai info Biaya KPR secara lebih terperinci bisa dilihat di halaman ini https://kpr.online/biaya-kpr/

Pajak Pembeli

Berikutnya, pihak pembeli juga diwajibkan menyediakan biaya untuk Pajak Pembeli. Pajak pembeli ini adalah pajak yang dibebankan kepada pembeli rumah. Besar pajak pembeli adalah 5% dari harga jual rumah. Setelah itu, pajak Pembeli dibayarkan kepada notaris setelah permohonan kpr dinyatakan diterima.

Biaya Over Kredit KPR Bagi Penjual

Sebelumnya disebutkan bahwa, biaya over kredit bukan hanya dibebankan pada pembeli saja, tapi penjual juga. Berikut ini biaya yang perlu dipersiapkan penjual untuk over kredit.

Biaya Penalti Pelunasan

Biaya penalti pelunasan adalah biaya denda yang perlu dibayarkan pihak penjula karena melakukan pelunasan lebih cepat dari masa kredit yang telah ditentukan oleh Bank.

Baca Juga  Keuntungan Over Kredit KPR

Besar biaya penalti tersebut setiap bank berbeda-beda, tergantung kebijakan setiap Bank. Namun, besarnya berkisar antara 1% sampai dengan 3% dari sisa cicilan (outstanding)

Pajak Penjual

Pajak over kredit bukan hanya pembeli saja yang menanggungnya, pihak penjual pun juga. Jadi, pajak Penjual adalah pajak yang dibebankan kepada penjual. Besarnya pajak penjual lebih kecil dibandingkan pajak pembeli. Besar pajak penjual hanya 2.5% dari harga rumah yang disepakati.

Sama halnya seperti pajak pembeli, pajak penjual juga dibayarkan kepada notaris setelah permohonan KPR pembeli diterima.

Itulah informasi mengenai biaya over kredit KPR. Harap diperhatikan setiap komponen-kompenannya agar tidak ada yang terlewatkan. Semoga informasi ini bermanfaat. Jika ada pertanyaan, silakan masukan pertanyaan kamu di kolom komentar.

 

Promo KPR

Bunga Mulai Dari

1 %

Ajukan sekarang sebelum naik