biaya balik nama rumah
4.5/5

Biaya Balik Nama Rumah yang Perlu Dipersiapkan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Biaya balik nama rumah – Membeli rumah bekas tentu prosedurnya tidak sama seperti saat kamu membeli rumah baru. Jika saat membeli hunian baru segala sesuatunya diurus oleh penjual dan develop, maka berbeda halnya jika kamu membeli rumah bekas.

Sebagai pembeli, kamu harus mengurus semuanya sendiri, salah satunya mengurus sertifikat balik nama rumah atau SHM yang masih tertera atas nama penjual.

SHM (Sertifikat Hak Milik) merupakan bukti kepemilikan terkuat atas tanah atau rumah di mata hukum dimana statusnya juga tidak terbatas oleh waktu.

Baca juga: Kelebihan SHM yang Perlu Kamu Tahu

Berada di kasta tertinggi, SHM jadi alat yang paling valid untuk transaksi jual-beli property maupun sebagai jaminan guna kepentingan pembiayanan di bank.

Balik nama sertifkat rumah ini sebenarnya tidak harus dilakukan jika penjual merupakan sodara dekat. Apalagi jika kamu sudah memiliki bukti berupa AJB (Akta Jual Beli).

Hanya saja, untuk jaga-jaga jika terjadi masalah di masa mendatang, proses ini memang sebaiknya perlu dilakukan selepas akad untuk menghindari hal-hal yang tidak mengenakan dimasa mendatang.

biaya balik nama rumah

Prosedur Mengurus Proses Balik Nama Rumah

Untuk mengurus sertifikat balik nama rumah, ada beberpa prosedur yang perlu kamu perhatikan agar dalam prosesnya bisa berjalan dengan lancar. Nah, langsung saja, berikut ini langkah praktis mengurus sertifikat balik nama rumah. Simak ya.

Penjual maupun Pembeli Menandatangi AJB

Prosedur mengurus sertifikat balik nama rumah yaitu si penjual maupun si pembeli menandatangi AJB (Akta Jual Beli) di hadapan PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah). Sebab, jika AJB belum ditandatangi oleh sejumlah pihak yang terkait, maka proses balik nama rumah tidak bisa dilakukan.

Penjual Sudah Melunasi PPh

Berikutnya, pihak penjual sudah melunasi PPh (Pajak Penghasilan), sementara pihak pembeli sudah melunasi BPHTB (Bea Perolehan Ha katas Tanah dan Bangunan). Jika BPHTB, PBB dan PPh belum dilunasi, maka proses pembuatan sertifikat balik nama rumah tidak bisa dilakukan.

Melunasi Akta Jual Beli

Selanjutnya, penjual maupun pembeli harus sudah melunasi biaya AJB dan biaya balik nama rumah pada PPAT. Agar proses bisa berjalan lancar dan pelayanan juga maksimal, ada baiknya untuk melunasinya biaya proses ini dimuka.

PPAT menugurus sertifikat balik nama rumah ke BPN

Proses berikutnya yaitu pihak PPAT mengurus sertifikat balik nama rumah ke BPN (Badan Pertahanan Nasional) setempat dengan melampirkan sertifikat asli, FC AJB, FC KTP (penjual dan pembeli), kwitansi PPh, dan kwitansi BPHTB.

Proses Memakan Waktu Sekitar 2 Minggu

Proses mengurus balik nama rumah ini jika mengikuti jadwal dan prosedurnya, harusnya hanya memakan waktu sekitar. namun pada prakternya, proses ini bisa mencapai satu hingga dua bulanan.

Berapa Biaya Balik Nama Rumah?

Perlu diketahui bahwa ada biaya balik nama rumah yang perlu dikeluarkan. Untuk pendaftarannya sendiri memerlukan biaya Rp 50rb. Namun, jika kamu menggunakan jasa Notaris dan PPAT, maka akan ada biaya tambahan.

Perlu diketahui, untuk mengurus sertifikat ini, biaya yang perlu dikeluarkan tergantung nilai tanahnya. Contoh: jika tanah atau rumah yang akan dibalik nama lokasinya berada di wilayah Jagakarsa, maka biaya yang perlu dikeluarkan untuk mengurusnya yaitu Rp52.925

Hal tersebut disebabkan NJOP di kawasan tersebut yaitu Rp2.925.000. Sementara untuk biaya balik nama rumah yang NJOP-nya seharaga Rp3,5jt maka biaya yang perlu dikeluarkan di pemohon yaitu Rp53.500.

Nah, itulah informasi seputar Prosedur dan biaya balik nama rumah yang perlu diketahui. Semoga bisa menjadi informasi yang bermanfaat bagi siapa saja. Yuk bantu share artikel ini ke orang-orang disekitar kamu.