bayar pbb online
4.5/5

Bayar PBB Online

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

[vc_row][vc_column][vc_column_text]

Bayar PBB Online • Cara Mudah Membayar Pajak buki & Bangunan secara Online

Tiap pemilik properti diwajibkan untuk membayar PBB (Pajak Bumi dan Bangunan). Untuk kamu yang menyewa suatu bangunan tidak akan dikenai PBB, mengingat yang diwajibkan membayar ialah pemiliknya. Hanya saja, banyak orang enggan membayar PBB dikarenakan sibuk dengan rutinitas sehari-hari. Untuk mengatasi hal tersebut, kini telah hadir layanan bayar PBB online.

Bayar PBB secara online tentu saja lebih praktis jika dibandingkan dengan bayar PBB offline. Bayar PBB online ini bisa kamu lakukan melalui:

  • ATM
  • Teller bank
  • Internet banking
  • Website
  • Dan berbagai fasilitas perbankan lainnya.

Tak hanya hemat waktu, kamu juga bisa menghemat tenaga. Untuk lebih jelasnya, kamu simak saja info lengkap mengenai layanan bayar PBB online berikut ini.

Baca Juga: KPR.ONLINE • Kredit Rumah Jadi Mudah. Ajukan Sekarang

Pengertian Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan pajak yang memiliki sifat kebendaan. Besarnya pajak ini ditentukan oleh kondisi objek, yakni bumi dan/atau bangunan. Kondisi subjek tidak menentukan besarnya pajak. Pajak ini dikenakan terhadap objek berupa tanah dan/atau bangunan. Pajak ini dibayar setiap tahun.

Perlu untuk kamu ketahui, tidak semua objek bumi dan bangunan akan dikenakan PBB. Adapun objek yang dikecualikan dari PBB ialah apabila :

  • Digunakan untuk peninggalan purbakala, kuburan, atau yang sejenis dengan hal tersebut. Adalah taman nasional, hutan suaka alam, hutan wisata, hutan lindung, tanah penggembalaan yang dikuasai desa dan tanah negara yang belum dibebani oleh suatu hak.
  • Semata-mata digunakan untuk melayani kepentingan umum pada bidang sosial, kesehatan, ibadah, pendidikan dan kebudayaan nasional, yang tidak untuk memperoleh keuntungan.
  • Digunakan perwakilan diplomatik, konsulat berdasarkan pada asas perlakuan timbal balik.
  • Digunakan badan atau perwakilan organisasi internasional yang didasarkan oleh Menteri Keuangan.

Fungsi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Pajak memiliki peranan yang begitu penting dalam kehidupan bernegara. Maka dari itu, pajak memiliki beberapa fungsi, yakni sebagai berikut.

1. Fungsi Anggaran (Budgetair)

Fungsi ini yaitu pajak digunakan sebagai alat untuk memasukkan dana secara maksimal ke kas negara. Hal ini berdasarkan undang-undang perpajakan yang berlaku. Dengan begitu, pajak berfungsi untuk membiayai seluruh pengeluaran-pengeluaran yang berhubungan dengan proses pemerintahan. Pajak ini digunakan untuk pembiayaan rutin, seperti halnya belanja pegawai, pemeliharaan, belanja barang, dan lainnya. Mengenai pembiayaan pembangunan, uangnya dikeluarkan dari tabungan pemerintah, yakni penerimaan dalam negeri dikurangi dengan pengeluaran rutin. Tabungan pemerintah ini ditingkatkan terus dari tahun ke tahun sesuai dengan kebutuhan pembiayaan pembangunan yang kian meningkat.

2. Fungsi Mengatur (Regulerend)

Pajak difungsikan pemerintah untuk digunakan sebagai alat mencapai tujuan tertentu. Disamping itu, pajak difungsikan sebagai pelengkap dari fungsi anggaran. Pemerintah bisa mengatur pertumbuhan ekonomi dengan melalui kebijaksanaan pajak. Misalnya, dalam rangka penanaman modal, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, diberikan beragam fasilitas keringanan pajak. Dalam upaya melindungi produksi dalam negeri, pemerintah telah menetapkan bea masuk yang cukup tinggi untuk produk luar negeri.

3. Fungsi Stabilitas

Dalam hal ini, pajak membuat pemerintah mempunyai dana untuk menjalankan kebijakan yang berkaitan dengan stabilitas harga. Dengan begitu, inflasi bisa dengan mudah dikendalikan. Hal tersebut dapat diatur dengan jalan mengatur penggunaan pajak, peredaran uang masyarakat, pemungutan pajak yang efektif dan efisien.

4. Fungsi Retribusi Pendapatan

Pajak digunakan sebagai sarana pembiayaan semua kepentingan umum. Hal ini juga termasuk untuk membiayai pembangunan. Dengan begitu, pajak bisa membuka kesempatan kerja. Pajak secara langsung maupun tidak langsung juga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat.

Ditinjau secara lengkap, pajak banyak digunakan untuk :

  • Membiayai pengeluaran reproduktif, seperti halnya pengeluaran yang memberikan keuntungan ekonomis untuk masyarakat. Misalnya, pengeluaran untuk pengairan serta pertanian.
  • Membiayai pengeluaran-pengeluaran negara, seperti halnya pengeluaran yang memiliki sifat self liquiditing. Misalnya, pengeluaran untuk proyek produktif barang ekspor.
  • Pembiayaan pengeluaran yang memiliki sifat tidak self liquiditing serta tidak reproduktif. Misalnya, pengeluaran untuk pendirian monumen serta objek rekreasi.
  • Membiayai pengeluaran yang tidak produktif. Misalnya, pengeluaran untuk pembiayaan pertahanan negara ataupun perang serta pengeluaran untuk penghematan di masa mendatang, yakni pengeluaran untuk anak yatim piatu.

Cara Menghitung PBB

Sebelum kamu membayarnya, kamu perlu untuk mengetahui cara menghitung PBB. Hal ini dilakukan supaya kamu mengerti darimana saja nilai-nilai yang dikenakan pada PPB tersebut.

Langkah awalnya, kamu harus mengetahui terlebih dahulu tentang komponen-komponen nilai yang menjadi dasar perhitungan PBB. Dasar perhitungan PBB ialah perkalian tarif sebesar 0,5% dengan NJKP (Nilai Jual Kena Pajak). Sementara NJKP didapat dari 20% dari NJOP.

Contoh menghitung PBB :

Diketahui bahwa NJOP objek pajak sebesar Rp. 2.000.000. Selanjutnya kamu harus mengetahui NJKP nya terlebih dahulu.

  • NJKP: 20% x Rp. 2.000.000 = Rp. 400.000

Lalu baru kamu hitung PBB nya:

  • PBB: 0,5% x Rp. 400.000 = Rp. 2.000

Apabila kamu masih bingung, kamu bisa simak ilustrasi berikut ini.

Pak Budi mempunyai rumah seluas 50 meter persegi. Rumah tersebut berdiri di atas sebidang tanah dengan luas 100 meter persegi. Harga bangunan tersebut sebesar Rp. 500.000. Sementara harga tanahnya sebesar Rp. 1.000.000.

Kamu hitung nilai bangunan dan tanahnya terlebih dahulu :

  • Bangunan: 50 x Rp. 500.000 = Rp. 25.000.000
  • Tanah: 100 x Rp. 1.000.000 = Rp. 100.000.000

Kemudian kamu hitung NJOP nya dengan menjumlahkan nilai bangunan dan tanah tadi.

  • Nilai bangunan + nilai tanah = Rp. 25.000.000 + Rp. 100.000.000 = Rp. 125.000.000

Selanjutnya, kamu bisa langsung menghitung PBB nya:

  • NJKP: 20% x Rp. 125.000.000 = Rp. 25.000.000
  • PBB: 0,5% x Rp. 25.000.000 = Rp. 125.000

Cara Bayar PBB Online

Setelah mengetahui besarnya pajak yang perlu dibayar, kamu bisa segera membayarnya secara online yang tentunya lebih praktis. Dengan adanya layanan bayar PBB online, kamu bisa hemat tenaga sekaligus hemat waktu. Adapun caranya ialah sebagai berikut.

  • Kamu datangi mesin ATM dari bank yang sudah ditunjuk untuk melakukan pembayaran PBB secara online.
  • Kamu pilih menu pembayaran.
  • Selanjutnya, pilih menu Pajak.
  • Kamu tinggal input nomor objek pajak yang ada di bagian yang tertera pada layar ATM. Tunggu sampai muncul menu tahun pembayaran, apabila sudah muncul masukkan tahun pembayaran.
  • Tunggu sampai muncul informasi detail mengenai objek pajak, jumlah tagihan, serta nama wajib pajak.
  • Kemudian cek lagi semua info yang muncul mengenai dengan identitas sebagaimana yang tertera pada cara sebelumnya. Apabila sudah yakin semua informasinya benar, maka tekan tombol bayar.
  • Tunggu sampai muncul konfirmasi pembayaran sukses yang ada di layar ATM.

Apabila langkah-langkah yang kamu lakukan benar, maka kamu akan mendapat struk dari mesin ATM. Jangan kamu buang struk tersebut. Hal ini dikarenakan akan menjadi bukti resmi bahwa kamu telah melakukan pelunasan PBB.

Keuntungan Bayar PBB Online

Kamu akan mendapatkan banyak keuntungan dengan memilih layanan bayar PBB online. Adapun keuntungan yang bisa kamu dapatkan nantinya ialah sebagai berikut :

  • Fleksibel. Hal ini dikarenakan tidak terikat dengan jam kerja pihak petugas pemungutan pajak ataupun bank yang ditunjuk sebagai orang yang menerima pembayaran pajak.
  • Terintegrasi. Kamu bisa melakukan pembayaran objek pajak yang ada di seluruh Indonesia dari mana saja.
  • Efisien dan efektif. Kamu tidak perlu mengantre ataupun menunggu hingga petugas pemungutan mendatangi tempat tinggal ataupun objek pajak.

Apabila kamu berniat untuk membayar pajak secara online, kamu simak saja rangkuman informasi mengenai nama bank dengan fasilitas perbankan elektronik dan cakupan wilayah pembayaran objek pajaknya berikut ini.

  • Propinsi Jawa Timur : Bank Jatim, Teller dan ATM
  • Propinsi DKI Jakarta : Bank DKI, Teller dan ATM
  • Seluruh Indonesia : Bank Bumiputera, Teller dan ATM
  • Seluruh Indonesia : Bank Nusantara Parahyangan, Teller
  • Di seluruh Indonesia : Bank Bukopin, Teller dan ATM
  • Seluruh Indonesia : Bank BCA, Klik BCA dan ATM
  • Seluruh Indonesia : Bank BNI, Internet Banking, Phone Plus, ATM dan Teller
  • Di seluruh Indonesia : Bank Mandiri, Internet Banking, SMS Banking, Phone Banking, ATM

Dengan adanya layanan bayar PBB secara online, kamu tidak akan terlambat bayar pajak. Kamu dijamin aman dari denda. Dengan taat membayar pajak, kamu juga akan mendapatkan beragam manfaat, antara lain :

  • Pertahanan dan juga keamanan, seperti halnya bangunan, senjata, perumahan sampai dengan gaji-gajinya.
  • Fasilitas umum dan juga infrastruktur, seperti halnya jalan, jembatan, sekolah, maupun rumah sakit.
  • Kelestarian lingkungan hidup serta budaya.
  • Subsidi pangan dan juga bahan bakar minyak.
  • Pengembangan alat transportasi massa, dan lain sebagainya.
  • Dana pemilu.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]