Alasan Pemerintah Hapus Program Subsidi Bunga KPR

alasan pemerintah hapus program subsidi bunga KPR

Subsidi bunga KPR dihapus- Upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui KPR rumah subsidi akan mengalami beberapa perubahan di tahun 2020.

Diantara beberapa skema pembiayaan rumah subsidi, jenis pembiayaan KPR subsidi selisih bunga (SSB) akan dihapus mulai 2020. Pemerintah menegaskan jenis pembiayaan rumah subsidi lainnya seperti fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) masih akan tetap berjalan.

Seperti yang diungkapkan Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Eko D. Heripoerwanto, subsidi bunga KPR dihapus karena dianggap memberatkan fiskal pemerintah.

“Karena beban fiskal tinggi ini, pemerintah memiliki kewajiban untuk mengawal hingga tenor cicilan berakhir,” kata Eko pada konferensi pers Progres Pembiayaan Perumahan TA 2019 dan Target TA 2020 di media center, Kementerian PUPR, Kamis, (26/12/2019).

Dengan kata lain, pemerintah harus terus menyediakan anggran subsidi bunga KPR selama masa tenor berjalan yaitu 15-20 tahun.

Subsidi Bunga KPR Tetap Dihapus Walaupun Kinerja Bagus

Sebenarnya realisasi serapan KPR SSB merupakan yang terbesar selama 2015-2018. Data menunjukkan KPR jenis ini mampu menyasar 558.848 unit rumah. KPR ini tetap dihapuskan dengan alasan terlalu membebani anggaran.

Meskipun pemerintah tidak lagi membuka slot baru untuk pengajuan KPR SSB, namun anggaran sebesar Rp3,8 milyar masih disediakan pada tahun 2020. Dana ini disediakan sebagai subsidi bunga KPR yang sudah berjalan atau yang telah melalui proses akad.

Masyarakat sendiri menaruh minat yang besar terhadap skema pembiayaan SSB, dapat dilihat dari angka serapan yang mencapai lebih dari 550 ribu unit. Meskipun begitu, pada tahun ini serapan SSB tidak mencapai target yang sudah ditetapkan yaitu 100.000 unit, dengan alasan KPR SSB ssudah ditutup per 10 Desember 2019.

“Realisasinya adalah 99.097 unit. Tidak bisa persis 100 ribu unit. Karena teman-teman perlu memahami mekanisme berbeda dengan FLPP. Kalo yang SSB ini udah ditutup per 10 Desember kemarin. Kita melakukan pengujian last minute tidak semua yang diuji bisa diterima. Macam-macam alasannya, bisa dokumen tidak lengkap, kelompok sasaran tidak tepat lalu rumahnya juga tidak siap-siap amat, dan seterusnya,” jelas Eko.

Walaupun skema pembiayaan KPR SSB dihapus, masih ada skema subsidi KPR lain yang dipertahankan pemerintah seperti fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), subsidi bantuan uang muka perumahan (SBUM), dan bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan (BP2BT).

Bantuan subsidi perumahan SSB dan FLPP sendiri hanya terletak pada pihak yang mengelola pembiayaan perumahan.

KPR SSB adalah kredit pemilikan rumah yang dilaksanakan oleh perbankan konvensional. Pemerintah memiliki andil dalam program pembiayaan ini dengan memberikan subsidi bunga KPR.

Sementara itu, FLPP merupakan produk pembiayaan yang dikelola langsung oleh pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Meski berbeda pengelola, dua jenis subsidi perumahan dari pemerintah ini tidak memiliki perbedaan manfaat. Keduanya sama-sama menerapkan suku bunga 5% per tahun (efektif atau anuitas) selama masa tenor atau paling lama 20 tahun.

Rekomendasi Perumahan

Promo KPR

Bunga Mulai Dari

1 %

Ajukan sekarang sebelum naik